
Lusa ini mereka mengosongkan jadwal demi bertemu dengan mamah dari Tasya, Tasya bilang ada hal yang ingin mamanya sampaikan.
"jadi, dimana mama mu?" tanya Rina
"kaka tunggu sebentar, Taysa panggil mamah" Tasya segera berdiri dari tempat duduk dan memanggil mamanya yang sedari tadi sedang dikamar Aksara.
Tak lupa ia juga kedapur dulu untuk memastikan bahwa bibi Siti membuatkan cemilan untuk mereka semua.
Hanya selang beberapa menit Tasya datang membawa ibunya dari atas bersama dengan Aksara yang berada di gendongan sag mama.
"Tante cuma mau ngomong sama kalian, kan kalian teman Alisha juga dulu"
Mereka yang mendengarkan sembari mengangguk.
"Alisha sudah lama meninggalkan rumah, Tante cuma mau minta tolong pasti salah satu dari kalian ada yang masih berhubungan dengan Alisha" terang Tantri.
"kenapa mamah malah bahas All sih!!" batin Tasya kesal.
"ginii Tante sejujurnya kami udah lama ngga komunikasi jadi kami semua ngga ada yang tau dia pergi kemana" terang dari Rina. Sebelumnya mereka bertatapan heran, apakah mamahnya All tidak tahu jika meraka bukan lagi teman atau semacamnya.
Bahkan untuk nomer handphone saja masing-masing tidak tahu. Mereka semua berbintang ringan hingga saat mereka ingin pergi karena ada janji yang lain. Satu persatu pamit hingga menyiksa Vallen.
"Tante Vallen bisa bantu buat ngelacak dimana All" tawar Vallen
"emang gimana?"
"mudah aja, kasih Vallen nomer handphone Alisha yang masih aktif" terangnya
Tantri baru kepikiran mungkin bisa saja mereka melacak keberadaan All dengan nomornya yang masih aktif. Namun anak buah yang ia pekerjakan sungguh sangat bodoh, mereka tidak mengetahui teknologi terkini.
"tapi harus ada DP nya dulu" tawar Vallen.
"deal, Tante beri kamu uang muka 1jt dulu. Jika kamu benar-benar berhasil melacak maka Tante beri hadiah 10jt gimana?"
"oke deall, akan ada berita mengenai All satu minggu lagi. Tunggu saja aku tidak akan mengecewakan mu" ia segera bangkit dari sofa dan beranjak pergi.
__ADS_1
"oh yaa, jangan lupa beri saya nomor All yang masih aktif" pekik Vallen.
Segera setelah nya Tantri segera memberitahu kepada Tasya bahwa dia harus mencari nomer All handphone milik Elgara. Dirinya harus berhasil. Dengan bermodal nekat Tasya kini harus mendatangi rumah Ell sendiri.
"jadii tunggu sebentar ya Elgara lagi mandi" ucap Rindi.
Tasya mendudukkan bokongnya sembari memikirkan cara bagaimana dia bisa memegang handphone milik kak Ell. Sementara mereka mengobrol juga sangat jarang. Tangan dan kakinya gemetar kecil apa kalimat yang akan dia lontarkan kepada Ell nanti, dan apa alasannya agar kak Ell mau menyerahkan handphone nya itu.
Semakin dipikir membuat Tasya semakin gila. Dia tidak mempunyai cara satupun, ia memang pandai berbohong tapi tidak jika sudah menatap kak Ell. Dia beda dengan yang lain tatapan yang membuat Tasya hangat sekaligus agak ngeri.
Hingga akhirnya Elgara datang mereka tidak berbicara satu katapun. Hanya ada keheningan yang menyelimuti mereka berdua.
"ayoo Tasyaa bicaraa" batinnya.
Ia bergerutu didalam pikirannya, ia menyalakan mamahnya hingga ia harus menghadapi situasi canggung seperti ini. Sangat maluu, jika Tadya tiba-tiba meminta untuk meminjamkan handphone milik Elgara.
"apa mau lo?" tanya Ell.
Tidak ada jawaban hingga panggilan Ell kedua baru membuat Tasya buyar dari lamunan.
Ell yang melihat tingkah aneh Tasya hanya mengerutkan keningnya tampa bertanya.
Selang beberapa menit Ell dipanggil mamahnya untuk membantunya memasang gas, karena kini mereka sudah tidak lagi menggunakan pembantu.
"lakuin apa yang lo mau disini, gue ngga akan nemenin lo" ucap Ell sebelum pergi.
Namun Ell meninggalkan handphonenya dimeja sebelah sofa yang ia duduki. Kini tinggal kesempatan Tasya saja untuk mengambilnya.
"gue ambil ngga ya" tangan Tasya bimbang antara mau diambil ataupun tidak.
"kalo nanti kak Ell tiba-tiba nongol gimana nasib gue" gerutu Tasya.
Ada beberapa detik sebelum ia mengambil keputusan.
"kalo gue ketahuan pokoknya salah mamah" batun Tasya. Dan tangannya mulai menyentuh benda pipih milik Elgara itu.
__ADS_1
Setelah dinyalakan tak disangka ternyata tidak bersandi. Namun ia sedikit sedih karena wallpaper dari handphonenya itu adalah foto kak Ell dan All yang sedang bermain basket bareng.
"tch, cewe jelek aja dijadiin wallpaper" gerutunya.
Lalu Tasya mulai membuka aplikasi dimana Ell menyimpan semua kontak, Tasya melihat dengan cermat satu persatu dan yang dicari akhirnya ketemu segera ia langsung mengirim ke kontaknya dan menghapus pesan.
Hatinya lega ternyata kak Ell masih lama dibelakang, dan tugasnya dari ibu sudah selesai. Kini ia harus meletakkan handphone itu kembali kesemula dengan posisi juga yang seperti tadi agar tidak ada kecurigaan.
Tasya berdiri dari tempat duduk hendak kedapur untuk berpamitan, jujur ia bosen disini dia kesini hanya karena suruhan dari mamah. Jika tidak maka ia akan lebih memilih pergi ke mall dari pada duduk dirumah Elgara itu. Sama sekali tidak ada yang mengajaknya bicara.
"kenapa pulang cepet" tanya Rindi.
"ngga apa-apa tann, abis ini Tasya ada janji sama temen" bohongnya.
"owh gitu, maaf yaa tante tadi ngga temenin kamu didepan"
"ngga apa-apa tadi juga udah ada kak Ell kok"
Setelahnya ia segera pulang dan memberi tahu kepada sang mamah karena berhasil mendapatkan nomer baru dari Alisha.
"anak mamah emang pinter" puji Rindi.
"sekarang mana kartu belanja ku" taggih Tasya.
Dan Tantri mengeluarkan blackkard milik anaknya yang sudah ia sita waktu itu. Akhirnya Tasya hari ini bisa shopping sepuasnya.
Karena sudah mendapatkan nomer Alisha Tantri segera menghubungi Vallen hari ini juga.
"baik tante, kirim aja nomernya nanti bakal Vallen lacak" ucapnya diujung telfon.
"kalau begitu jika kau sudah menemukan maka segera beritahu" ucapnya dan segera menutup panggilan.
"oke sekarang gue ada kerja tambahan" batin Vallen.
Lalu ia berkemas dan memakai baju kurang bahan, sepertinya dia akan bertemu dengan seseorang disuatu tempat.
__ADS_1