Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Perjanjian


__ADS_3

"Tasyaa" pekik Tantri


Ia berlarian dikoridor rumah sakit, melihat putrinya tidak berdaya sedang dilarikan ke UGD. Tantri terus saja menangis melihat Tasya sedari tadi memjamkan matanya.


Disisi lain All sedang menerima hukumannya.


"cambuk dia, jangan sampai berhenti sebelum saya pulang dari rumah sakit" pinta Ratna


"dan jangan berdia makan dalam bentuk apapun"


Para pelayan hanya bisa mengangguk mereka tidak mungkin berani melawan apa yang diperintahkan. Mereka masih ingin menghidupi keluarga yang ada dikampung.


Salah seorang menatap All dengan iba, ia tidak tega jika harua menghukum gadis secantik Alisha.


"lakukanlah jika tidak kalian akan kehilangan pekerjaan" ucap All


Mereka memejamkan mata sebelum mulai mencambuk All. Satu kali cambukan mempu membuat jantung All seolah ingin lepas.


Ia tidak berteriak sama sekali, agar berkesan tidak sakit jadi para pelayan neneknya tidak segan melakukan pekerjaannya.


Walaupun dirinya sudah kemas tidak berdaya. Para pelayan tidak bisa melihatnya raut wajah All karena disana gelap dan penarangan hanya sebuah lilin yang di pasang ditembok belakang All.


Kedua tangan All terikat dirinya tidak berdiri namun tertunduk lesu. All tidak kuat berteriak sudah tidak punya tenaga.


"bunn... All ijin yahh sama bunda mau jenguk bunda disana" batin All


Hingga pagi hari Ratna belum juga pulang dari rumah sakit, namun All sudah dibebaskan atas perintah dari Hendra. Setelah salah satu pelayan melaporkan jika Alisha tidak sadarkan diri. Dan seperti sudah mau mati. Karena saat itu nafas All tidak terasa sama sekali.


All tidak dirawat dirumah sakit, melainkan dirnya dirawat dirumah oleh sang bibi. Saat bibi mengetahui apa yang terjadi kepada All tidak ada hentinya dia menangis. Ia tidak tahu kenapa semua orang membenci All padahal mereka tidak tahu bagaimana All. Mereka hanya membenci ku tanpa alasan jelas.


"mereka akan menyesal jika sudah mengenal non Alis lebih dalam" ucap bibi Siti.


Ia terus menjaga All selama semalaman tanpa tidur, dengan telaten ia membersihkan setiap luka yang ada dibadan All.


****


Pagi ini Ratna pergi ke perusahaan anaknya. Ia sudah ada janji dengan seseorang.


"jadi apa persyaratannya?" tanya lelaki itu.


"saya akan menyuntikkan dana kepada perusahaan mu, namun ada jaminannya"


"saya akan menerimanya" jawab lelaki

__ADS_1


"buatlah anak mu itu mau untuk bertunangan dengan cucuku" ucap Ratna


Rival terdiam sejenam sebelum menjawab pertanyaan dari Ratna. Perjanjian ini diluar sepengatahuan Hendra.


"baiklah saya akan mencoba" ucap Rival


"jika kau berhasil maka saya, akan menambah dananya"


Setelah percakapan itu, Rival kembali kerumahnya. Ia ingin berunding dengan istrinya.


"jadi, apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Rindi


"aku ingin anak kita bertunangan dengan Tasya" ucap Rival tanpa basa basi.


Rindi kaget kenapa tiba-tiba sekali suaminya ingin menjodohkan anaknya dengan orang lain.


"apa alasanmu sehingga kau berani menjodohkan anakku!!" ucap Rindi


"bukannya alasannya sudah cukup jelas"


"kali ini aku benar-benar membutuhkan uang agar perusahaan tidak bangkrut" tegas Rival


"tapi apa hak mu untuk merebut kebahagiaan putraku"


"aku ayahnyaa!!" Rival sedikit menaikkan suara, sehingga membuat Ell terkejut.


Jika dirinya memilih All maka nenek All bisa saja membuat perusahaan ayahnya hilang dalam sekejap, namun jika ia menikah dengan Tasya maka ia akan mengingkari janjinya terhadap All.


Rindi terdiam dengan bentakan sang suami.


"sekali pun kau ayahnya, kau sendiri tidak berhak merebut kebahagiaan anakmu sendiri"


"sudah ku katakan biarkan dia memilih pilihannya sendiri, biarakan Ell mendapatkan kebahagiaannya" ucap Rindi


"kamu jangan egois" sela Rival


"bukankah kau tahu mendiang almarhum kedua orang tua ku berwasiat untuk menjagakan perusahaan itu"


"aku tahuu!!"


"dan masih ada cara lain untuk mengatasi masalah ini"


"sudah lah, aku tidak mempunyai waktu banyak" ucap Rival

__ADS_1


"mau bagaimana pun tidak ada perusahaan lain yang bisa menyuntikkan dananya selain milik Hendra"


"dan apakah kau tidak memikirkan bagaiman perasaan anakmua nanti?" ucap Rindi, sementara Rival terdiam sebenarnya ini juga adalah keputusan yang sulit. Namun ia tidak ingin kehilangan kesempatan, Rival tahu Elgara pasti cerdas dia akan memecah masalah ini dengan kepala dingin.


"mereka tidak saling mencintai" teriak Rindi


"seiring dengan berjalannya waktu, mereka akan menemukan kisah cinta mereka sendiri" akhir Rival, lalu dia pergi meninggalkan rumahnya.


Rindi kembali duduk disofa, dirinya tidak habis pikir dengan keputusan sang suami ini tidak seperti suaminya dulu. Rival dulu lebih memilih keluarga kecilnya dari pada mengurus perusahaan, tapi setelah kematian dari kedua orang tua. Rival lebih memilih perusahaan karena itu janjinya kepada sang orang tua.


Elgara mendekati ibunya yang sedang menangis dengan lirihnya. Rindi berusaha menutupi kesedihannya didepan anaknya.


"mamm" Ell duduk disebelah Rindi.


Segera Rindi menghapus air matanya itu.


"kenapa Ell?" tanya Rindi.


"Ell ngk apa-apa, kalau itu yang terbaik buat papah maka jodohkan aja Ell sama Tasya"


Rindi memegang kedua tangan anaknya itu.


"bukannya mamah udah bilang"


"jangan kau membebani diri sendiri hanya kerena kau memikirkan perasaan orang lain" Rindi tersenyum mengahap wajah anaknya itu.


"mamm, Elgara cuma mau yang terbaik buat keluarga kita"


"masalah All, Ell masih bisa jadi kaka buat All walaupun bukn jadi suaminya" terang Ell


Rindi mendekap Elgara dalam pelukannya.


"maafin mamah Ell" lirihh Rindi.


Elagara menghapuskan air mata ibunya.


"bukan salah mamah"


"tolong kamu juga maafin papah kamu yang egois" ucap Rindii


Sementara Elgara hanya tersenyum, sebenarnya sangat berat baginya untuk memutuskan ini, bagaimana kehidupan ia selanjutnya tanpa adanya Alisha.


Elgara menghubungi papahnya bahwa ia siap dengan keputusan yang sudah bulat. Lalu Rival meminta kepada Ell untuk menjenguk Tasya dirumah sakit. Ell hanya patuh, ia membeli beberapa buah tangan untuk dibawa.

__ADS_1


"maafin gue All" batin Elgara.


Sementara itu, berita yang beredar tentang Tasya sudah hilang. Diblokir oleh neneknya sendiri, dan ia juga memberikan pernyataan palsu. Bahwa sejak kecil bukan All yang seharusnya menjadi istri dari Elagara namun Tasya.


__ADS_2