Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Perubahan?


__ADS_3

Tiga hari lagi adalah hari aniversery Hendra dan Tantri. Jadi besok Ratna mama dari Hendra memutuskan untuk pulang ke tanah air.


Saat Hendra sedang berada didalam ruangan kantornya ia kedatangan tamu yang tidak diduga.


"kenapa ibu pulangg"


"Hendra, ibu jarang sekali pulang"


"dan sekali pulang sikap mu seperti ini, apakah kau tidak menghormati orang yang sudah membuatmu terlahir kedunia!!" ucap Ratna


Herda hanya diam, dia tahu jika dia berdebat dengan sang ibu maka tidak akan ada habisnya. Padahal tadi dia sudah janji kepada Rival untuk bertemu membicarakan soal perusahaan mereka berdua tapi tapi janji di batalkan karena ibu Hendra ingin kita makan bersama seluruh keluarga dan perintahnya tidak dapat ditolak.


Semua keluarga berkumpul termasuk paman dan bibi dan adik-adik dari Hendra. Ia adalah anak pertama maka dari itu dari kecil dia sudah didik untuk mandiri. Pada makan malam ini juga ayah dan ibu Tantri datang. Kecuali Alisha dia tidak ada.


"bii orang rumah kemana?" tanya All, bibi diam dia tidak tega jika harus mengatakan bahwa orang rumah sedang menikmati makan malam sementara Alisha tidak di ajak.


"bii, kenpa bengong" All melambaikan tangannya di depan wajah bi Siti.


"e- anu nonn, orng rumah pada pergi makan malamm" ucap bik Siti sedikit gagap


"santaii bii, All ngga apa-apa lagi pula All juga ngga berniat buat ikut" ucap All


Balik kekamar All memikirkan apa yang dikatakan bibi tadi, perasaan dengan ucapannya berbanding terbalik. Padahal dari All kecil dia tidak pernah merasakan yang namanya makam malam bersama keluarga besar. Dari kecil dia selalu disembunyikan dan akan diberikan makanan sisa dari makan malam itu.


drtt.. drttt.. ponsel All berbunyi


"kenapa Pahh" sudah lama Hendra tidak menghubungi All dan ini kesekian kalinya

__ADS_1


"datanglah ke hotel dan ikut kami merayakan kepulangan ibuku" lalu Hendra menutup telfonnya tersebut.


All bingung harus datang atau tidak ini ajakan pertama kali dari sang ayah. Ia tidak ingin mengecewakan nya, walaupun dirinya sudah siap ingin beranggaat berkerja namun ia lebih memilih datang. Dengan senyum mengambang ia sibuk mencari gaun yang ingin dikenakan.


Selang beberapa menit ia mendapatkan telfon dari Tasya sang adik.


"lama amat lo, cepetan kita udah cape nunggunya" Tasya hanya mengatakan hal tersebut lalu ia kembali mematikan telfon.


Dengan panggilan tersebut All semakin yakin jika dia benar-benar diajak untuk makan malam hari ini.


Kini kali pertama All menggunakan dress yang agak panjang, rambut yang selalu ia ikat kini ia gerai. Ia juga memoles sedikit wajah nya dengan make up tapi tidak terlalu tebal membuatnya cantik natural. Dengan badan bak seperti model malam ini ia terlihat perfect bahkan mengalahkan kecantikan dari Tasya.


Alasan All diundang makan malam ini adalah karena ada wartawan jika All tidak datang maka itu akan menimbulkan pertanyaan bagi publik.


Keluarga Hendra selalu mengadakan makan malam yang tertutup namun kali ini berbeda. Hendra juga mengajak keluarga Rival untuk mengikutinya dan dengan senang hati diterima.


Setelah All datang Elgara menawari kursi kosong disebelahnya. Tasya memutar bola mata malasnya melihat apa yang dilakukan oleh Elgara kepada All. Padahal tadi ia sudah meminta kepada Ell agar dirinya saja yang duduk disana.


Makan malam berjalan lancar, hingga Tasya pamit untuk pergi meninggalkan acara. Ia tidak suka jika harus melihat kedua orang didepannya ini.


"Taysa kenapa?" tanya Ratna


"sedikit pusing, Tasya mau pergi ke kamar sebentar nek" ucapannya


"gue harus nyusul Tasya" All berbisik kepada Ell.


Ell memegang pergelangan tangan dari All agar dirinya tidak mengejar adiknya. Ia tahu All hanya akan dimarahi habis-habisan oleh sang mama dan adik.

__ADS_1


"lepasin All dulu" ucap All


"duduk!!" perintah Elgara dengan sorotan mata tajam All tidak berani menolak.


Ell mendekat kan mulutnya ketelinga All sambil berbisik.


"malam ini lo keliatan beda"


"maksud kak Ell"


"lebih cantik"


All menunduk ia berusaha menyembunyikan mukanya yang memerah karena malu.


Banyak acara pada malam hari ini, Hendra juga sedang berbicara tentang bisnis dengan Rival. Dan tanpa sengaja Ratna mendengarnya, ia berbisik kepada Hendra untuk tidak memberikan bantuan secara cuma-cuma. Hendra hnya berdehem dengan kata-kata dari sang ibu.


Ratna melihat cucu kesayangannya tdak segera kembali ke pesta makam malam, ia memutuskan untuk mencarinya. Dan sekarang ia sedang mendapati cucunya itu sedang menangis di bawah bantal.


"Tasya" panggil Ratna lembut


Tasya mendonggakkan kepala dengan majah yang sedikit berantakan karena makeup yang dikenakan luntur terkena air mata. Ratna sedikit kaget apa yang membuat cucunya menangis seperti itu.


"bilang sma nenek, siapa yang berani membuat cucu kesayangannya ku menangis" ucap Ratna


Tasya terdiam ia semakin terisak dengan tangisannya dan selang beberapa menit Tantri datang untuk melihat merek berdua.


Tasya hanya diam saat ditanya, jadi Ratna memutuskan untuk bertanya saja kepada Tanti ibunya.

__ADS_1


Dengan segenap hati Tantri menjelaskan apa yang diinginkan oleh anaknya sejak lama itu. Ia juga sedikit melebih-lebihkan cerita agak terlihat sangat menyedihkan dimata sang ibu mertua. Dirinya sendiri tidak mempunyai kuasa jika meminta kepada sang suami agar anaknya dijodohkan dengan teman kerjanya.


Ratna paham dia akan membuat perubahan pada malam ini juga sebuah suprise untuk semuanya.


__ADS_2