
Sesampainya dirumah Ell sudah mendapati ibunya sudah siap dengan mobil. Segera Ell membawa All masuk kedalam mobil. All yang tidak tahu apa-apa hanya ngikut dengan kedua orang itu.
Sesampainya ditujuan mereka sudah mendapati rumah yang dikunjungi sudah banyak sekali orang dan terdapat bendera putih didepan.
Kayla saat ini sedang dijalan dibuntuti oleh ketiga gadis cantik yang menggunakan mobil. Sementara Kayla memimpin jalan didepan menggunakan motor kesayangan nya. Kayla mengemudikan motor itu dengan kecepatan diatas rata-rata.
Kini ia sedang diselimuti rasa khawatir. Ia juga sedng berharap berita yang ia dengar hanyalah hoax. Ia semakin menambah kecepatan dan detak jantungnya semakin cepat. Ia tidak tahu harus melampiaskan rasa kekesalannya ini kepada siapa.
Sementara mobil Vallen ketinggalan jauh di belakang Kayla. Ketiga gadis yang ada di dalam mobil itu hnya bisa mengemudi kan mobilnya dengan kecepatan rata- mereka tidak bisa mengimbangi kecepatan motor milik Kayla.
Sesampainya disana Kayla meilhat rumah kekasihnya yang sudah banyak orang berpakaian hitam. Ia juga melihat ada polisi dan ambulans disana. All dan keluarga Ell juga ada disana.
Segera setelah memarkirkan motornya. Ia berlari kedalam rumah Kevin. Ia sudah mendapti keranda akan dibawa oleh para warga.
Beberapa menit juga mobil yang di tumpangi oleh ketiga gadis telah sampai dirumah Kevin.
"mahhh" panggil Kayla kepada mamah Kevin
"sayanggg" mamah Kevin segera membawa Kayla kedalam pelukannya.
"mahh inii cumaa mimpii kan, itu bukan Kevinn iya kann?" Kayla masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Mayat Kevin sudah akan segera dibawa ketempat pemakaman umun disekitar komplek rumah Kevin.
"yangg sabar Kayy" mamah Kevin mengusap rambut Kayla
"mahhh ini tuu cuma mimpii ayoo bangunn" Kayla sedikit menaikkan suaranya sambil menggoyangkan badan mamah Kevin.
Sedangkan mamah Kevin bertambah deras air matanya. Ia tidak tahu lagi apa yang akan di bicarakan kepada Kayla.
All mendekati Kayla perlahan. Ia ingin berusaha menenangkan Kayla. Sementara Kayla tidak bisa meneteskan air matanya. Ia tidak percaya dengan sumua orang saat ini.
"Kayy yang lo liat itu nyata!!" tegas All
"Kevin udah nggak adaa"
"loo bohongg All, lo jahatt bisa-bisa ny lo ngomong gini ke guee"
__ADS_1
"jelas-jelas Kevin masihh dilaut sanaa"
"Kevinn masih hidup All!!!" Kayla membentak All
Rara, Rina, dan Vallen mendekati All dan Kayla.
"nggk lo harus bisa nerima kenyataan Kayy" All menepuk pundak Kaylaa
"gue benci lo!" Kayla menepis tangan All
Ia segera berlari mendekati keranda yang akan dibawa. Rara mengejar Kayla begitupun dengan All.
"Vinnn" ia mengejar keranda yang membawa Kevin
"tolong jangan pergii" suaranya kini bergetar
"heii, tunggu guee"
"jangan pergiii"
"Kevinnnnnn" teriak nya keras. Membuat orang-orang yang masih disana iba terhadapnya.
"huaaaaaa" ia berteriakk sekeras mungkin, Kayla mulai memukul aspal yang ada dibawah nya.
"lo jahatt"
"hiks.. hikss" kini Kayla sudah tidak bisa bertiak tangan nya penuh darah.
"lo apa-apaan sii" All segera menepis tangan Kayla yang sedari tadi tidak berhenti memukul aspal
Kayla segera berdiri dari posisnya. Ia hendak mengejar keranda tadi dan membawanya kembali.
Namun All menghentikan kan langkahnya. Ia memegang tubuh Kayla dengan erat ia tidk ingin Kayla melakukan hal gila lebih dari ini.
"lepasin gue All"
"gue mau bawa Kevin balikk"
__ADS_1
"lo jangan bercanda, biarin Kevin tenang Kayy" All mulai berbicara
Kayla terus memberontak namun nihil All memegangnya dengan kencang. Sementara tenaga Kayla sudh habis.
brugg...
Akhirnya Kayla pingsan didekapan All. All segera meminta bantuan kepada Rara dan yang lain untuk membantunya membawa Kayla kekamar Kevin.
Sementara Rara di dalam kamar menjaga Kayla, All, Rina dan Vallen memilih mengikuti prosesi pemakaman Kevin.
Rara masih setia menunggu Kayla tersadar dari pingsan nya. Ia bolak-balik membuka handphone nya dan sesekali melihat ke arah Kayla apakah sudah siuman ataukah belum.
Saat ini hanya tersisa Ell dan All di pemakaman, semua orang sudah pulang sedari tadi.
"maafin gue Vinn" ucp All dalam isak tangisnya
"seandainya waktu itu gue nggak kebawa emosi, lo nggk bakalan ninggalin kita secepet inii"
"All udah..." Ell berusaha menenangkan All.
Ell tau sekarang pasti All sedang terus-terusan menyalakan dirinya sendiri. Walaupun faktanya bukan sepenuhnya salah All. Apa lagi Kevin adalah pacar dari sahabatnya sendiri, ia tambah merasa bersalah. Bagaimana ia akan menjelaskan ini semua kepada Kayla. Kemungkinan besar Kayla akan ikut membenci All sama seperti yang lain.
"Kakk..."
"harusnya malam itu All cukup memperingati mereka dan mengajak mereka balik ie tenda"
"tanpa mengadakan drama yang lain nya, hiks hikss"
"bukan salah lo semua All"
"gue tau ini bukan kesengajaan"
"jadii, stop nyalahin diri lo sendiri" Ell berusaha mengusap air mata All.
All memeluk Ell dengan erat, ia menangis dibalik pelukannya. Ell hanya bisa terus menyemangati agar All tidak berlarut-larut dalam kesedihannya.
"gue mau lo stop nyalahin diri sendiri"
__ADS_1
"dan jangan sesekali lo ngelakuin hal gila hanya karenanya" ucap Ell penuh penekanan
"semoga lo tenang Vinn" batin Ell