Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Mencari Tahu


__ADS_3

Praggg...


"sial ternyata anak sialan itu selamat" kesal Tantri.


Sedari tadi ia terus saja menggerutu tiada henti. Kenapa bisa anak itu selamat dari maut. Entah apa jimat yanga ada dibadan nya itu, kenapa selalu saja selamat. Ini sudah hampir setengah tahun rencananya belum juga berhasil. Dan ada satu tahun kurang lagi pesta pernikahan Tasya dan Elgara akan segera diadakan. Tepat dimana Tasya akan lulus dari sekolah SMA nya.


"Alis, kita juga ngk harua diem aja kaya gini" gerutu Bobi


"aku juga lagi berusaha kali buat nyari tahu sipelaku" kesal Alisha karena sedari tadi Bobi merengek ingin menjadi detektif dengan mendatangi blok C dan mencari dimana rumah sang pelaku.


"lo ada kenalan yang bisa ngelacak atau apa gitu" ucap All.


"sebentar" Bobi mulai membuka benda pipih miliknya dan mencari sebuah kontak seseorang.


Lalu menunjukkannya kepada All.


"ini diaa, kenalan dari bos tapi orangnya suka keluar negri jadi susah kalau mau ketemu" ucap Bobi.


"siapa dia"


"ngk tahu pasti dia itu temen dekatnya bos sebelum bos pindah ke negara tempat tinggal lo" jelasnya.


"yahh gimana nii" ucap All dengan memanyunkan bibirnya membuat Bobi gemes ingin menariknya agar panjang sekalian.


"kalau perkiraan gue nii, bentar lagi dia bakalan dateng karena beberapa hari kedepan adalah hari dimana bos ulang tahun" jelas Bobi dengan muka sombongnya seolah dia mengetahui segalanya.


"semoga gue beruntung lagi" batin All


Karena perkiraan Bobi itu benar sekarang All tinggal mencari cara untuk memintanya membantu tentangnya kasusnya.


"Bobb lu dong yang ngomong" ucap All dengan mendorong Bobi gar segera menemui orang itu

__ADS_1


"orang lo yang butuh"


Mereka berdua dorong-dorongan hingga membuat keributan yang memicu perhatian orang itu. Karena tatapan bergitu tajam All dan Bobi segera mengakhiri pertengkaran kecil itu dan menunduk malu. Namun masih senggol-senggolan bahu.


"sttt" salah satu karyawan menengahi mereka.


Dengan keberanian ala kadarnya All nekat mendekati dan berbicara perlahan. Sebelum orang itu mengizinkan All untuk duduk dengannya.


"bicara sambil duduk nona" ucap lelaki tua itu


Dengan sigap All duduk, sementara Bobi hanya melihat dari kejauhan dn berdoa bahwa orng itu mau membantu.


"bicaralah"


Satu kalimat itu mempu membuat All mengeluarkan banyak kalimat yang sudah dari tadi ia pendam. Banyak juga permohonan kepadanya agar mau membantu sang gadis imut ini.


"saya hanya membantu mencarikan identitas dan rumahnya saja, selebihnya terserah kalian"


"saya akan menghubungi temanmu jika sudah memiliki informasi lengkap" setelah mengatakan itu pria tua itu berdiri dan pergi dari pandangan All.


Bobi melihat raut wajah All yang tidak bersemangat lalu ia berinisiatif mendekati.


"sabarr, mungkin ada orang lain yang bakalan bantu kita selain dia" ucap Bobi seraya mengelus punggung milik All.


All tertawa geli didalam hati, ia terus memelas agar membodohi Bobi ini. Alhasil Bobi berceramah banyak tentang kehidupan.


"namanya juga orang dia juga paling punya kesibukan sendiri jangan dipikir yaa"


"jadii sekarang gue aja yang jadi detektif buat cari tu berandalan sialan" ucapannya dengan semangat 4G.


Sudah tidak tahan berpura-pura All tertawa terbahak-bahak. Ia bahkan sampai memukul Bobi beberapa kali karena sakinh lucunya.

__ADS_1


Bobi yang tahu dipermainkan ia berwajah cemberut dan sungguh sangat kesal. Padahal ia berniat baik untuk menghibur hati All, alhasil hanya dipermainkan. Mana ketawanya sambil mukul kenceng lagi.


"maaf maaf Bobb, lagian lu dateng-dateng bilang kaya gitu ya gue lanjut in aja dramanya" ucap All sambil mengelap air mata diujung matanya.


"ngk lucu Alis, awas jangan nempel mulu!!" tegas Bobi karena sedari tadi saat All tertawa ia juga sembari menggandeng tangan milik Bobi.


Bobi berjalan dengan hentakan kakinya yang dibuat-buat, dengan menggerutu setiap langkahnya. All hanya menggelengkan kepala melihat tinggkah itu ia akan membiarkan Bobi sebentar hingga api yang di dikepalanya padam.


"imutnya" batin All.


Hal yang ditunggu-tunggu oleh Bobi dan Alisha akhirnya kini sudah bisa diketahui. Mereka bedua membaca dengan cermat informasi yang diberikan oleh kak tua itu.


"pokoknya siapa pun kakek itu gue berterima kasih yang sebanyak banyaknya" batin All.


Kini diwajahnya terukir senyum kebahagiaan seolah baru saja memenangkan undian yang berhadiah rasutan juta.


"ternyata bener dugaan lo, dia suruhan mamih tiri lo" ucap Bobi


"tch, siapa lagi kalau bukan dia"


"oh ya lo udah tau bakalan ada event memasak lagi minggu depan" terang Bobi.


"gue nggak ada menu baru" seru All.


"sayang banget padahal hadiahnya lumayan" gerutu Bobi.


"lo mau bantu gue nggak?" tawar All


"nah, gitu dong gue jadi semangat!!" seru Bobi.


Mereka berdua sedang berusaha menciptakan hal baru agar bisa mendapatkan hadiah dan membaginya. Masih ada waktu luang untuk menciptakan suatu hal baru, mungkin waktu ituu akan cukup.

__ADS_1


Mereka benar-benar mengandalkan kreativitas masing-masing. Kali pertama mereka bersemangat akan suatu hal. Ini akan menjadi moment tersendiri bagi keduanya.


__ADS_2