
At the moment
Setelah Hendra mengatakan bahwa ia tidak menginginkan Alisha, disitu Alisha berfikir bahwa ia sudah tidak mempunyai siapa-siapa lagi. Dia juga manusia hatinya rapuh dia tak sekuat ultramen atau apa pun. Ia hari ini sungguh tidak menyangka bahwa ayahnya sendiri akan mengeluarkan kata-kata keramat baginya. Sebelum Hendra meninggalkan Alisha, All mencegahnya beberapa detik.
"pahh"panggilnya dengan posisi terduduk ditanah. Hendra yg mendengar namanya disebut berhenti berjalan tanpa menoleh.
"aku ingin menanyakan satu hal kepadamu, dan bisakah papah menjawabnya?"
"dengan hormat aku ingin bertanya. apakah boleh?" saat mengucapkannya All semakin trisak.
"apakah aku pernah berbuat salah ataupun hal yang tidak baik"
"jika pernah, tolong beritahu aku, aku akan berubah untukmu"
"tapi aku ingin waktu luang, aku tau pahh dimana saatnya belajar dan bermain"isak tangisnya mengeras.
"aku bahkan selalu mematuhi mu dan tidak pernah membantahmu dan aku juga sudah berusaha menjadi putri yg baik untukmu setiap harii... lalu dimana letak salah ku hiks hiks hiksss" Hendra mendengar semua yg dikatakan sang putri namun, ia tidak menoleh dan langsung masuk kerumah.
"makanya jadi anak itu yang berguna jangan tau nyusahin ajaa"hardik Tantri menatap tajam All. Tantri mengekori sang suami untuk masuk namun sebelum masuk ia juga mengatakan sesuatu.
"buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, dan itu sama seperti kamu dan ibumu"dan ia melanjutkan langkah kakinya.
"tidak berguna"hardik adiknya
"siapa yang disini tidak berguna"Alvi lelah ia tidak ingin terus-terusan di caci ia membalas perkataan sang adik.
"lo itu pantesnya mati nggak ush hidup seklian"
__ADS_1
"kalau gue tau hidup gue bakan ketemu orang-orang brengsek kaya lo semua gue lebih milih terus-terusan mati"
"lo pikir gue juga mau haa hidup ketemu sampah kaya lo, bodoh"
"disini siapa yang bodoh"ucp Alisha sambil berdiri dari posisinya dan mengusap air matanya. Sejujurnya hari ini ia sangat lelah.
"lo bilang gue bodoh, jangn mentang-mentang nilai lo di atas gue lo bisa sebut diri lo pintar"
"itu fakta"ucp All sambil tersenyum sinis.
"kenapa semuanya harus tentang lo haa, kenapa harus lo yang pinter dn kenapa harus loo yang dapet kasih sayang dari Kak Ell"
"heh jangan berlagak sok paling tersakiti,dan yah lo berhrp sma orng yang nggk mengharap kan lo sama sekali."ucap All
"masalah lo belum seberapa"
Alisha sudah menyuruh bibi untuk masuk sedari tadi, ia sekarang bingung akan kemana ia sedang ada masalah dan sekarang sudah malam sejujurnya ia lapar dan ia tidak tau ingin makan dimana. Ia malas jika akan kembali ke rumahnya itu. Dan Alisha memutuskan untuk pergi ke taman dekat rumah.
"hutff"All menghela nafasnya kasar
"hiks hiks hikss" ia kembali menngis sendiri di ayunan, dan ia masih menggunakan seragam sekolah.
Tiba-tiba ada seseorang dari belakang memberikannya jaket.
"lo knpa All"tnya Elga
"All gpp kok kakk cuma pengin nngis aja"bohongnya
__ADS_1
"lo nggak usah bohong deh," ucp Elga smbil duduk di sebelah Alisha
"jangan berlagak sok kuat dan menyembunyikan luka lo All, gue ada disini lo bisa cerita"tadinya All hanya ingin memendam sendiri, mendengar apa yang di katakan Elga dia kembali menngis dan menceritakan semuanya.
Elga pada saat itu baru selesai bermain basket dan ingin pulang lewat taman, tidak menyangka akan menemukan sosok kuntil anak cantik sedang berayun ayun dan ia menghampiri nya. Ell yang sudah tau ceritanya ia sedikit merasa iba. Ia berencana mambawa All pulang kerumhnya untuk menginap semalam. Tidak dipungkiri keluarga Ell itu sangat dekat dengan sosok Alisha Anindiataa, bahkan mamah Ell sendiri mengatakn ia menggap All sebagai anak ke duanya.
"lo ikut gue pulang ajah"ajak Ell
"tapi kak Ell nggak baik perempuan itu malem-malem kerumah cowo"jwb All
"lo itu adek gue, bunda gue pasti ngerti kok"
"gue juga tau lo itu laper ya kan"
"dahh ngak usah basa basi cepetan ikut gue pulang dah tengah malem"Ell menggandeng tangan All untuk segera pulang.
Sampai dirumah Ell ia dismbut hangat oleh bundanya Ell. Ia sudh mengabari kpd bundnya bahwa ia pulang membawa All. Sebenarnya rumah mereka berdua itu beda 3 blok rumah.
"All tnte udah lama nggak ktmu kamu bawaannya kangen dehh, sni peluk duluu" Tnte Rindi sekaligus ibunya Ell memberikan pelukan hangat kepada All.
"Tante apa kabar tann sehatkan"
"tente sehat-sehat aj kok, yoo masuk All mandi dulu aja yaaa nanti tante panggil buat makan bareng" Rindi mengantarkan All ke kamar tamu, setelah itu meninggalkan nya dan menuju meja makan.
Di meja makan Rindi hanya bertanya sedikit kpd sang anak, ia tidak mau menulusuri lebih dalam dia hanya ingin tahu intinya saja, karena ia tau itu prifasi. Setelah tau inti permasalahannya Rindi mengangguk paham. Beberapa menit menunggu All pun datang ia mnggunakan baju dan celana milik Ell dia angak tomboy jadi gaya nya cocok dengan gaya Ell ditmbah rambut pendek dan kulitnya yang putih. Menambah kecantikkan nya yang pari purna.
"maaf nunggu All lama yah" ucap All smbil mendekati meja makan
__ADS_1
"nggk juga ko sini makan deket tante All" Rindi menyiapkan sepiring makanan untuk All