Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Berkunjung ke rumah Tasya


__ADS_3

"gimana rencana guee" ucap Vallen


"ide kaka emang luar biasa" puji gadis kecil


"jadi udah seneng kamu dapet apa yang kamu mau?"


"udah dong, dan aku juga seneng akhirnya dia menderita karena ngk dapet cinta dari kak Ell"


"dan gue yang bakalan dapet" gumamnya. Membuat Vallen memutarkan bola mata malas.


Kedua gadis itu adalah Vallen dan Tasya, sejak Tasya kenal dengan Rara dan Kayla ia juga perlahan mengenal kak Vallen. Entah kenapa menurutnya Vallen itu sungguh luar biasa.


Awalnya saat ketemu Tasya hanya bercerita tentang Ell sedikit kepada Vallen. Dan Tasya juga sudah mengatakan kepada kak Vallen bahwa Tasya sudah tidak menyukai Elgara, karena terlalu dingin kepadanya. Namun gara-gara bujukan Vallen, perlahan Tasya menjadi berambisi untuk merebut Elgara dan membuat kakanya tersiksa.


Pasalnya Tasya juga bercerita bahwa ayahnya lebih menyayangi All dari pada dirinya karena ibu All adalah wanita yang dicintai ayahnya sementara ibunya adalah wanita yang terpaksa dinikahi.


Dan disaat itulah Vallen mempunyai cela untuk masuk kehidupan Tasya secara perlahan dan mengetahui semuanya dalam waktu yang tidak lama. Juga perlahan bisa menguasai pola pikiran Tasya.


"kalo ada masalah ngomong aja ke gue" ucap Vallen


"okee, emang kak Vallen yang paling pengertian"


Mulai dari situ Tasya menganggap Vallen seperti kakanya sendiri, bahkan beberapa kali ia mengajak Vallen untuk bermain dirumahnya. Sementara All tidak peduli mau Tasya bermain sapa siapa, selagi tidak merugikannya.


Selain itu setahu All Tasya hanya bermain bersama Vallen ternyata ada 3 gadis lain lagi yang menjadi teman baru bagi Tasya. Yaitu kedua sahabat lamanya dan satu lagi teman dsri Vallen sendiri.


Pagi ini mereka berlima sudah berjanji akan main ke rumah Tasya. Waktu All dan 2 sahabat yang lain ia jarang sekali mengajaknya untuk main ke rumah. Alasannya simple ia tidak mau terjadi perang antara dia dan juga ibu tirinya. Maka dari itu ia lebih suka bermain diluar ataupun dirumah temannya.


"woahh, rumah lu bagus juga" puji Rina, sementara Tasya hanya cengengesan.

__ADS_1


"yukk duduk dului" ajak Tasya.


"bentar yaa, Taysa suruh bibi ambil cemilan" lalu ia bergegas pergi ke dapur.


All baru saja selesai mengerjakan tugas yang diberikan Elena guru privatnya. Ia menguap tanda lelah dan mengantuk. Lalu tidak sengaja ekor matanya melihat beberapa gadis cantik yang sedang bercanda ria. All mengamatinya dengan seksama. Perlahan ia mulai mengenal satu persatu.


Ujung bibirnya tertarik keatas dan matanya terbentuk seperti bulan hampir tidak terlihat bola matanya. Ia memperhatikannya 2 orang yang dia sayang sedang tertawa dibawah.


"gue kangen" batinnya.


Hampir ada beberapa All disitu dan akhirnya dia dipanggil oleh sang adik dari belakang.


"lo mau ketemu sama mereka kan?" tanya Tasya


All hanya menatap dengan biasa, namun matanya sungguh berharap bahwa adiknya bisa membawanya kesana.


Mau tidak mau All akan melakukannya, dia hanya ingin melihat 2 orang itu dari dekat mungkin sudah cukup baginya. All tidak pernah membenci kedua sahabatnya, ia hanya menyalahkan takdir yang dia terima sedari kecil. Takdir yang selalu mempermainkannya, takdir yang tidak begitu sempurna tidak seperti yang lainnya.


Sampai di bawah All mendapatkan tatapan kosong dari mereka semua. Yang tadinya asik berbicara karena kedatangan All mereka semua hening tak ada yang berbicara satu kata. Mereka hanya membiarkan All melakukan apa yang menjadi tugasnya.


Saat All berada tepat dihadapan Kayla dan Rara, ia tersenyum hangat walaupun mereka berdua enggan untuk melihatnya setidaknya All sudah berusaha membuat suasana tidak canggung akan kehadirannya.


All tidak mendapat balasan apapun. Mereka hanya menatap tidak suka, namun All tetap melakukannya. Demi hanya bisa melihat dua orang yang ia rindukan selama ini. Andai ia tidak terlahir dengan takdir seperti ini.


Jika All terlahir kembali maka ia hanya ingin menjadi awan agar di bebas, ia bisa melihat semua aktivitas orang yang ia sayangi walaupun dari kejauhan, dan All tidak akan menjadi penyebab semua masalah yang terjadi pada orang disekitarnya.


Dengan senangnya All kembali ke kamarnya. Ia berguling kesana-kemari karena amat bahagia, ia tidak tahu hari ini akan kedatangan tamu spesial. Jika tahu dirinya akan membuat makan ringan kesukan 2 orang itu.


"silahkan dinikmati kakk" seru Tasya

__ADS_1


Mereka mulai makan dengan senangnya dan memulai cerita dari awal.


"jadi gimana udan belajar kisi-kisi buat ujian" tanya Rina.


"udah kak agak sedikit susah ajaa" rengek Rara


"gue kira kisi-kisi bakal mudah, ternyata susahh" keluh Kayla.


"heii, ujian ngk semenyeramkan ituu" ucap Vallen


"gue aja bisa lulus, apa lagi lo berdua"


"jadi kapan dimulai" tanya Rina


"sekitar 3 hari lagi, sekarang kita lagi pemadatan materi" jawab Rara


"yahh, kalau udah lulus semua Tasya sendiri dong" ucapnya


Mereka tertawa mendengar keluhan dari Taysa. Mau bagaimana lagi perbedaan usia mereka jauh jadi tidak mungkin kalau Kayla dan Rara tetap menetap untuk menunggu Tasya sampai kelas 12.


"ngk apa-apa, lo pasti bakalan dapet teman lebih baik lagi" ucap Rara


"Tasya kita masih teman kok" sela Kayla


Tasya tersenyum devil, ia berhasil merebut satu persatu orang yang berada dihidup kakanya. Tasya pikir dengan sering-sering membawa matan sahabat All, maka luka All yang dulu akan terbuka. Luka dimana ia dituduh untuk membunuh sahabatnya sendiri. Padahal bukti waktu itu belum 100% benar, hanya saja mungkin karena uang maka hakim mau memenjarakan Alisha.


Namun Tasya salah dengan membawa sahabat lamanya All untuk main kerumah, membawa kebahagiaan tersendiri di hati All.


"gue harap kalian bisa lulus dengan nilai terbaik" batin All. Sementara All disini masi berjuang untuk mengejar apa saja yang tertinggal.

__ADS_1


__ADS_2