
"kemana anak ini pergi" Kayla sudah sampai dirumah Rara namun tidak dapat menemukannya.
Ia memutuskan untuk jalan ke arah supermarket mini di sekitar rumah Rara semoga dia ada disana. Namun ternyata setalah mencari tidak ada. Dia keluar dan berjalan sebentar, ada seorang gadis yang sedang berjalan sendirian dari belakang Kayla tahu dia adalah Rara dan memutuskan untuk memanggilnya.
"Raa" pekik Kayla
Gadis itu membalikkan badannya dan benar sja itu adalah Rara. Mungkin dia sedang kelaparan ditangannya banyak sekali jajanan malam yang sedang ia makan.
Dengan setengah berlari Kayla menghampiri temannya itu. Dan segera menarik tangan Rara untuk duduk ditepi jalan. Karena Kayla mau menjelaskan sesuatu.
Lama Kayla menjelaskannya, namun dengan gampangnya Rara mengelak semua yang dikatakan olehnya.
"gue ngk percaya, mana mungkin gadis itu mau mendonorkan ginjalnya" terang Rara
"apa kau tidak ingat apa yang dikatakan oleh suster waktu itu, pendonor mu adalah seorang gadis yang semuran dengan kita" Kayla berusaha menyakinkan Rara.
Entah kenapa mereka berdua berbeda pendapat, Kayla sudah sangat yakin dengan apa yang disampaikan oleh Elgara tadi. Namun dengan entengnya Rara menolak itu semua. Entah terbuat dari apa hati Rata itu.
"aku ingat, tapi gadis semuran kita waktu itu bukan hanya Alishaa!!" pekik Rara, dia seolah tidak terima jika yang mendonorkan ginjalnya itu adalah Rara.
__ADS_1
"kau jangan keras kepala, dan ikuti aku untuk menemui kak Vallen dan Rina dia pasti tahu bahwa All yang mendonorkan ginjalnya untukmu!!" tegas Kayla
"lepasin Kayy, gue mau pulang" elak Rara
Namun Kayla memegang pergelangan tangan Rara dengan erat dia ingin membawa Rara kerumah kak Vallen malam ini.
"ikut!!" bentak Kayla.
Namun baru beberapa langkah Rara segera melepaskan tarikan Kayla itu karena dia melihat sosok yang selama ini dia rindukan. Rara hanya bisa berkomunikasi dengannya lewat ponsel namun sosok itu sekarang sedang berjalan di trotoar sebrang.
"lo mau apa lagii" kini Kayla mulai geram
Kayla melihat siapa sosok yang sangat dikagumi oelh Rara, dia hanya bisa melihat tubuh lelaki itu dari belakang. Namun tidak terlihat seperti Roii dia terlihat seperti seorang bapak-bapak.
"siapa?" batin Kayla.
Lalu ia memutuskan untuk mengejar Rara yang tidak jauh darinya. Dan dia berhasil membuntuti Rara.
"siapa dia" dengan nafas terengah-engah Kayla menjerakan tubuhnya disamping Rara.
__ADS_1
"bokap gue" jawab Rara
"om Alex?" tanya Kayla
"iya lah siapa lagi" cetus Rara
Mereka terus mengikuti sosorang yang disebut sebagai ayah dari Rara, ia memasuki sebuah apartemen kecil. Rara dan Kayla saling menatap mereka bisa menebak bahwa om Alex sudah sedikit lama tinggal disini.
Dengan meng endap-endap mereka mengikuti langkah panjang Alex mereka sebisa mungkin tidak ketahuan oleh Alex.
Alex sudah masuk kedalam apartemennya namun pintunya tidak dikunci membuat Rara dan Kayla bisa melihat apa yang akan di lakukan dan dibicarakan oleh Alex didalam. Kebetulan juga pintunya terbuka sedikit dan kursi yang diduduki oleh Alex bersama wanitanya itu berbanding kurus dengan penglihatan Kayla dan Rara. Namun sayangnya mereka tidak bisa melihat siapa wanita simpanan ayah Rara itu.
"siapa dia?" mereka berdua bertanya-tanya
"sayang apa kau sudah menunggu lama" ucap Alex kepada wanita itu.
Lalu dia mencium kening perempuan didepannya. Ia masih tidak menyadari bahwa ada 4 mata yang sedang mengawasi. Seketika juga Kayla lupa dengan ala niatnya yang sebelumnya.
Rara masih bisa menerima bahwa papahnya itu berselingkuh dibelakang ibunya. Karena mereka berdua juga sudah lama berpisah. Namun bagimana pun Rara tetap menganggap Alex sebagai papahnya.
__ADS_1
Karena waktu luang Alex lebih banyak dari pada ibu Rara. Setiap Rara ada masalah dia bisa bercerita kepada yang papah. Namun kadang juga ada rasa benci kerena ibunya menderita karena perlakuan papahnya itu. Ia juga dendam kepada wanita didepan papahnya itu.