Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Kecewa


__ADS_3

Sore hari ini, Lea sedang membeli kado untuk ia berikan kepada sang kekasih nya itu. Pasalnya hari ini adalah hari ulang tahunnya. Agak lama Lea memilah karena menyesuaikan selera sang kekasih. Ia juga sedikit bingung dan takut jika Roii akan tidak akan menyukai kado darinya.


"gue harap ini cocok buat dia" batin Lea


Sedangkan dirumah sakit, Kayla sudah pulang duluan. Ia tadi sempat bertanya siapa yang menjadi pendonor Vallen hanya menjawab seorang gadis muda dari kampung. Mereka berempat tidak menjenguk ke ruang dimana dirawat gadis itu. Hanya saja mereka menitipkan salam kepada suster dan uang sebagai rasa terimakasih.


"kakk Rara mau tanya, apa waktu Rara koma Roii kesini?" pasalnya ia ingat betul suara pada waktu itu adalah milik Roii. Ia tidak mungkin salah.


"emangnya kenapa?" tanya Rina


"lo mau dia dateng lagi buat jenguk lo?" ungkap Vallen


"kalau bisa" jawab Rara


Setelahnya Vallen membuka handphone dan mengirim pesan kepada Roii agar menemui Rara hari ini.


****


*Roii jadi kan malam ini??* Lea mengirimi Roii pesan, namun nomernya tidak aktif.


Lea mengira mungkin Roii akan menjawab nanti sekitar 30 menit an jadi ia lebih memilih menunggu sambil bersiap.


1 hari laluu....


"Leaa gue kayanya tadi liat Roii lagi dirumah sakit" tanya salah satu teman setu kelasnya.


"emangnya dia sakit apa?"


"seriusan itu Roii?" Lea tanya balik


"iyaa, gue ngk akan salah liat"


"jadii, dia sakit apaa?"

__ADS_1


"Lea ngk tauu, nanti coba tanya" jawabnya


Lea bingung pasalnya Roii tidak pernah bercerita ia mengidap penyakit ataupun sejenisnya. Dan akhirnya Lea memilih untuk mengirimi Roi pesan.


*kata temen Lea tadi dia liat kamu lagi dirumah sakit*


*kamu kenapa?*


Ada satu jam lalu Lea mengirim pesan namun tak kunjung dibalas. Dan malam harinya Roii baru semoat membalas.


*gue ngak apa-apa Leaa* begitulah pesan singkatnya.


Walaupun singkat setidaknya Lea tau bahwa orang yang sedang dikhawatirkan tidak mengalami apa pun.


Padahal pada hari itu Roii datang kerumah sakit hanya untuk menjenguk Rara.


****


Sudah ada satu jam Lea mengirimi pesan, namun tak kunjung dibalas. Sudah hampir jam 8 malam, Lea khawatir akan kemalaman. Ia menelfon berkali-kali namun nihil hasilnya tetap sama. Ia memutuskan untuk melacak keberadaan Roii. Ia mendapati sekarang Roii sedang berada dirumah sakit.


Sesampainya dirumah sakit Lea berlarian di koridor rumah sakit. Ia sibuk mencari ruangan dimana Roi tinggal. Saat sampai Lea mendapati sebuah ruang inap didepannya. Jantung nya berdetak kencang ia pikir terjadi sesuatu kepada Roii.


Perlahan Lea membuka pintu dengan tangan yang berkeringat badan nya panas dingin.


"Lea harap Roii ngak kenapa-kenapa" batin Leaa


Setelah pintu terbuka sedikit dari situlah Lea melihat semuanya. Ia kecewa berat, bahkan Lea sudah berjuang untuk mengendarai motor malam-malam begini dan menepis rasa takutnya hanya untuk menemui Roii.


Tapi yang ia lihat adalah apa yang tidak ingin dia lihat. Ada sesuatu yang datang dipipi Lea tanpa persetujuan darinya.


"kakk Roii, Raraa mohonn balik yaaa" pinta Rara sambil menggenggam tangan Roii.


Mereka berdua sedang berada dibalkon ruangan milik Rara. Hanya ada mereka berdua, pasalnya Vallen dan Rina hari ini pulang ke rumah masing-masing.

__ADS_1


"kakk Roii, Rara bener-bener masih sayangg sama kak Roii" rengek Rara


Roii bingung sampai-sampai ia benar-benar melupakan apa janji nya kepada Lea.


"Raa gue masih sama Leaa" tutur Roii


"Rara tau, kak Roii masih nyimpen rasa kan sama aku?" tanya Rara


"yaa, jujur gue ngak bisa ngelupain lo walupun sekarang gue udah sama Lea"


"itu berarti kak Roii cuma manfaatin Lea buat ngelupain Rara, sebenarnya kak Roii ngak ada rasa sama Leaa" terang Rara.


Kalau masalah percintaan mungkin ia jagonya, namun tidak dengan Roii karena ini baru ke dua kali ia pacaran hanya dengan Rara dan Lea. Ia masih belum bisa benar-benar menyakinkan perasaanya sendiri.


"kalau kak Roii masih lanjut sama Lea, sementara hati kak Roii cuma pengin aku sama aja kak Roii itu nyiksa diri sendiri" Lea berusaha menyakinkan Roii


"tapii Raa, gue nggak bisa gitu aja mutusin Lea"


"tapii kakk, kalau hubungan kalian lanjut kalian cuma bisa nyakitin satu sama lain iyaa kan??"


"hubungan tidak akan pernah berhasil jika hanya satu orang saja yang mencintai"


Kata-kata itu membuat Roii berpikir keras. Ia tidak tega jika harus memutuskan Lea secepat ini. Padahal hubungan mereka baru beberapa bulan. Beda dengan Rara mereka berdua sudah menjali hubungan selama satu tahun.


"kakk aku tahu hubungan kalian masih baru, dan cinta kalian juga baru tumbuh"


"maka dari itu jika ingin memutuskan maka sekarang lah saatnya. Jadii Lea belum benar-benar cinta mati sama kakakk"


"itu hanya akan menambah luka yang dalam buat Leaa"


Rara terus melayangkan bertubi-tubi kalimat, membuat Roii berada dalam dilema.


"tapii gue udah bener-bener cinta mati sama Roii" suara hati sang gadis yang sedang dibicarakan. Bajunya sudah basah kuyup dan dia sedikit merasa kedinginan. Namun ia tepis semua rasa dingin itu hanya karena ingin melihat apakah Roii baik-baik saja.

__ADS_1


Ternyata Lea khawatir kepada orang yang salah. Harusnya dia tadi tidak nekat untuk keluar dari rumah dan dia harusnya menunggu kabar dari Roii saja, jika sudah begini siapa yang salah.


2 orang perempuan yang ada disisi Roii merasa tersakiti satu sama lain. Sementara Roii dia hanya bisa mengikuti kata hati siapa yang benar-benar ia cintai dan ia kagumi saja. Bahkan dia sama sekali tidak memikirkan bagaimana perasaan seseorang yang sekarang sedang bersama dengannya.


__ADS_2