
Waktu sudah mulai dekat, kini Tantri dan Ratna sedang ada di ruang rias sama seperti mempelai mereka berdua juga harus tempil cantik malam ini. Hendra juga begitu dirinya hanya dirias sedikit saja. Hanya pqra perempuan yang jika dirias akan memakan waktu yang sangat lama.
"apakah kau sudah menemukan dimana Alisha?" tanya Hendra kepada asistennya
Lalu dia menyerahkan satu buah catatan kepada Hendra yang disitu tertera dimana alamat All berada termasuk semua kegiatan yang All lakukan selama disana.
"jika saya sudah tidak ada, kau serahkan dokumen ini dan beritahu kepada dia untuk mengurus perusahaan ku" setalah mengetakan itu asisten paham akan tugasnya dan segera kembali ke kantor.
Karena Hendra sedang ada acara jadi hari ini dan hari-hari berikutnya asisten yang mengambil alih.
Hendra sudah dirinya kini berjalan menuju ruangan diamana akan dilaksanakannya acara. Dengan langkah santainya dia melewati ruangan milik Tantri dan Ratna.
"jika saja Alisha masih ada maka dia yang akan merebut semua hak milik anakku" ucap Tantri
"tidak akan ku biarkan, Tasya akan mendapatkan semua yang dia inginkan" jawab Ratna
"apabila saat itu mas Hendra tidak percaya bahwa Alvina selingkuh maka posisi ini tidak akan ada ditangan ku" terang Tantri
__ADS_1
"sudah lah lagian rencana kita juga sudah berhasil sedari lama, Alvina telah tiada dan namanya menjadi kotor didepan anakku"
"begitu juga dengan anaknya Alisha, mana mungkin aku membiarkan darah danging Alvina masih berada dikalangan keluarga Wijaya" ucap Ratna
"aku kira mas Hendra bakal percaya kepada mantan istrinya itu bahwa dia sama sekali selingkuh tapi kita yang menjebaknya" cetus Tantri
"pelan kan suaramu!!" tegas Ratna
"jikalau orang tua mu bukan sahabatku maka aku tidak akan mau membantu mu" cetus Ratna
"aku mengerti bu, tapi aku takut suatu saat nanti mas Hendra bakal tahu soal ini dan dia menceraikan ku gara-gara memfitnah istrinya"
"tidak akan ku biarkan, kalian sudah tinggal bersama begitu lama apakah tidak ada benih cinta?" tanya Ratna
"aku benar-benar mencintai mas Hendra dari dulu tapi entah dengannya"
Hendra tak sengaja mendengar semuanya yang mereka katakan, andai saja waktu itu ia mau mencari tahu alasan kenapa Alvina mau berselingkuh dibelakangnya.
__ADS_1
"apa alasan mamah begitu membenci istriku?" ucap Hendra yang datang membuka pintu
Mereka berdua syok sejak kapan Hendra mendengarkan semua yang mereka katakan.
"dia wanita yang tidak baik untukmu, keturunannya juga pembawa sial" cetus Ratna tanpa mau melihat wajah anaknya
"egois, aku tidak pernah menuntut kau untuk membiayai hidupku"
"kau bahkan sudah kehilangan hak menjadi ibu disaat kau mengusir ku keluar dari rumah!!" tegas Hendra
"bukan aku yang mengusirmu tapi karena kau lebih memilih wanita brengsek itu dari pada ibumu sendiri!!"
"Tantri bahkan lebih baik dari pada dia!!"
Disaat Hendra kabur dari rumah dan diusir oleh ibunya, hanya tangan mungil dari Alvina yang mau membantunya dalam keadaan sudah maupun senang. Ibunya hanya menginginkan Hendra untuk menjadi pewaris setelah ayah dari Ratna meninggal. Hanya ada harta dipikirkannya. Tidak pernahkan dia memikirkan perasaan anaknya sendiri.
Dia tega memisahkan cinta pertama Hendra darinya. Bahkan Hendra juga memaki istrinya sendiri tampa tau kebenarannya. Dia tidaj tahu ibunya akan melakukan hal sampai sejauh ini, bertahun-tahun dan Hendra baru tahu tentang ini.
__ADS_1