Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Ingin Menghilang


__ADS_3

Tidak ingin lama-lama disana Lea memilih pergi dengan hadiah yang masih ada di tanganya. Ia kembali berlari di koridor bedanya tadi dia dengan raut muka yang cemas dan sekarang berubah menjadi raut muka kecewa.


Lea tidak perduli jika dirinya memenuhi jalan rumah sakit, ia tidak perduli dengan orang-orang yang ia tabrak dan para suster yang mengomeli. Ia berhenti disebuah taman didepan rumah sakit, ia duduk dibangku paling pojok dan melampiaskan emosinya disana.


"ada apa dengan dia?" orang-orang muali bertanya-tanya tentang Lea yang berlarian tidak menentu.


"Rara gue ngak mau ngasih luka ke Leaa" tutur Roii


"kalau gitu dibicarakan baik-baik"


"jika Lea seorang perempuan maka dia akan mengerti dengan baik" ucap Rara


"gue nggak mau nyakitin Lea lagii, biarin dia bebas dengan dunianya. Karena selama ini gue selalu buat dia kesepian dengan segala macam alasan gue" batin Roii


"gue mau dia dapat laki-laki yang lebih pantas dari pada gue"


Hujan mulai turun membasahi tamannn, Lea yang masih disana tidak tergerak untuk pergi dari tempat. Ia menikmati malam ini dengan hujan.


"siall" kata pertama yang keluar dari mulutnya.


"harusnya gue ngak usah berharap lebih sama diaa"


"hikss hikss" Leaa menangis seduu di bawah hujan. Selang beberapa waktu menangis akhirnya dia cape dengan tangisannya sendiri.

__ADS_1


"Roii apa selama ini dia cuma kagum sama cara gue memperlakukan dia sebelum kenal sama Rara?"


"apa dia ngk bisa liat keseriusan dimata gue!!"


"bener-bener brengsek"


"andai dulu gue ngk baper dulu sama kelakuan dan sifatnya Roii"


"huftt" dia menghela nafas gusar pikirannya serasa kosong.


Semua isi pikiran Lea, Lea keluarkan. Apa Roi sudah mulai bosan dengannya dan ingin mencari kenyamanan seperti dulu. Tapi ngk gini juga caranya, bisakan kalo diomongin baik-baik. Roi tidak tahu seberapa besar rasa cinta Lea.


"jadi gue siapa?"


"ternyata dia cuma emosi sesaat dan akhirnya dia sendiri yabg kangen sama kenangan-kenangan mereka"


"truss gue cumaa bahan doangg, emng lelaki ngk ada yang setia"


"aghhhh" Lea menjambak rambutnya, dia frustasi sendiri. Ini kali pertama dia mengalami sakit hati karena cinta.


Lalu Lea merenungi apa yang terjadi tadi, ia tidak mendengar semua yang mereka katakan. Namun Lea masih bisa mengerti jika diraut wajah Roi masih ada kebingungan.


"ngk-ngk, Roii masih bimbang dengan keputusannya, dia mungkin hanya akan terjebak sebentar. Gue bakalan nemenin dia, gue ngk akan ngelepas dia" ucap Lea sembari menepuk pipinya.

__ADS_1


Lalu perlahan Lea menekuk kedua kakinya dan menikkan ke atas kursi. Ia menaruh kado yg akan di berikan kepada Roii disampingnya. Dan dia mendongakkan kepala agar air matanya tidak lagi jatuh. Walaupun hujan orang-orang yang lewat tidak akan tahu kalau gadis cantik itu sedang menangis pilu karena seorang lelaki.


"gue sayang sama Roii" batin Lea.


Agak lama Lea duduk dikursi taman itu. Perlahan air matanya surut, ia juga bertekad tidak akan menyerah ini bukan akhirnya. Walaupun Lea tahu akhir-akhir ini pesannya jarang di balas oleh Roii.


Sekarang Lea berada di depan rumah Roii dengan baju yang basah kuyup. Ia berniat memberikan kado itu kepada orang rumah Roii. Dia dalam kado tersebut juga ada penuturan hati Lea. Lea berharap Roii kan membacanya.


Pulang kerumah Lea mendapati bahwa ponsel Roii sudah aktif karena pesannya sudah centang. Lalu Lea memutuskan untuk mandi mungkin setelah itu pesan dari Lea akan dibalas.


Sementara Roii yang sedang dikamar mandi tidak tahu ia mendapatkan pesan dari sang kekasih. Sebab Rara sudah menghapusnya.


"belum dijawab" batin Lea. Sebentar lagi akan tengah malam Lea memutuskan untuk membuat longs teks yang akan dikirimkan kepada Roii. Ini kali pertama semoga mendapatkan jawaban yg memuaskan.


*terimakasih Lea* jawab Roii pagi ini, Lea yg membaca hanya bisa tersenyum. Kali ini ia juga kecewa terhadap balasnya. Roii tidak tahu apa yng Lea perjuangin tadi malam.


"hutff gue bisaa!!" ucap Lea


"setidaknya dia masih berterima kasih" batinnya


"apa longs teks gue ngk dibaca?" pikir Lea


"jahat" dia membanting dirinya kekasur ingin menangis namun tidak bisa.

__ADS_1


Roi yang menerima kado dari Lea tanpa tahu cht dari Lea dia hanya bisa berterima kasih. Sekarang dia ingin mulai menjauh dari Lea sama seperti ke Rara waktu itu. Roii harap Lea ngk akan nyariin dia secara perlahan Roii bakal hilang. Roii berharap agar Lea bisa bahagia tanpa dirinya. Tapi bahagianya Lea adalah Roi sendiri.


__ADS_2