
"ternyata kamu masih ingat untuk pulang" ucap Tantri
Ia melihat ada All yang baru pulang entah dari mana. Karena sudah beberapa hari ia tidak ada dirumah.
All tidak menggubris perkataan Tantri, ia melewatinya begitu saja.
"ada orang yang sedang berbicara dengan mu!" kata Tasya
"dasar sampah tidak berguna!" hardik Tantri
"jika kamu masih ingin tinggal disini, maka patuhilah peraturan dirumah ini"
"kamu tidak boleh keluar masuk sesuka mu"
"inii rumah ayah ku dan bukan rumah mu!" sekarang All balik berbicara
"berani sekali kau membentak ku"
"kauu! baru datang langsung membuat keributan" Hendra datang dari tangga
"masuk lah kekamar dan tidak usah mengikuti makam malam"
All hanya mendengarkan ia lngsung pergi tanpa membantah. Walaupun ayahnya seperti itu, ia yakin suatu saat nanti pasti akan berubah. Dan All akan berusaha mengubahnya. Dia tidak akan terus membiarkan ayahnya dipermainkan oelh sang ibu tiri.
Hari ini All berangkat ke sekolh tanpa sarapan. Ia tidka nafsu jika harus bertemu dengan kedua nenek sihir dirumahnya.
"rumah ku terasa seperti neraka" keluh All
Sudah ada 1 minggu semenjak kepergian Kevin dan 1 minggu itu juga Kayla tidak pernah berngkt sekolah. Kami semua sudah berusaha untuk membujuk agar tidak terlalu terlalut dalam kesedihannya, namun nihil orang tuanya saja tidak didengarkan olehnya.
"Kak Ell" pnggil All
Ell yang merasa dirinya dipanggil seseorang langsung memalingkan wajahnya.
"kenapa?"
"boleh anterin All ke rumah Kayla nggk?" tanya All
"naik"
ting togg... bel rumah Kayla berbunyi.
"kenapa All?" tnya ibu Kayla
"Kay nya ada tante?"
__ADS_1
"masih didalem kamar, Kayla ngomong smaa tante nggak mau ketemu sapa siapa-siapa" tetang mama Kayla
"emm All mau nyoba mbujuk Kayla gimana?" tawar All
"kalo gitu tante serahkan sama kmu"
"tante mohon buat Kayla sama kaya seperti dulu" setelah mengatakanya mama Kayla membiarkan All masuk.
"Kayy" penggil All didepan pintu kamar Kayla
"Kayy gue mohon buka duluu pintunya, kita ngobrol sebentar" ucap All
Namun karena teriakannya tidak direspon sama sekali akhirnya All memutuskan untuk masuk saja kedalam kamarnya.
"PERGII!" bentak Kayla
pragg... bunyi piring makan yang ditumpahkan oleh Kayla.
All hanya mengerjab ia sedikit takut namun karena rasa iba nya lebih besar ia berusaha untuk tetap mendekatinya.
"All gue mohonn, PERGII!!"
"gue ngk mau ketemu sma siapa punn"
"Kayy gue mohonn, demii guee, demi ortu luu tolong jangan kaya ginii" All sekarang tertunduk dilantai
"loo pikirr gimana perasaan ortu lu ngeliat anaknya sendiri kaya gini?"
"gue harap lo bisa bertahan di fase mengikhlaskan inii"
"cukup All lo nggk tau seberasa capekk tubuh gue ini"
"Kayy lo boleh benci sama guee, lo boleh ngejauh dari gue atau apa pun yang lo mau"
"tapii gue minta satu hal sama lo, tolong jangan nyiksa diri lo sendiri kaya ginii"
"guee tau lo capekk, makanya lo butuh istirahat" All menerangkan dengan panjang lebar.
Ia seolah tidak ingin diam sebelum sang empuh mendengarkan apa yang dia katakan. Sementara Kayla tidak merespon ia benar-benar kehilangan jati dirinya hanya karena satu orang cowo.
"Kayy sekarang lakuin apa pun yang lo mau biar hati mu tenang" ucap seseorang yang tiba-tiba datang dri belakang.
"jika lo ingin loncat maka loncat lahh"
"loo apa-apa sii Raa gimana bisa lo ngebiarin Kayla loncat kya gitu" elak All kepada Rara
__ADS_1
"All, lo mana tau gimana rasanya kehilangan, IYAA KAN??" sinis Rara
"bahkan kesendirian tidak semenyakitkan inii" lanjut Rara
Kayla tidak merespon ap yang sedang mereka berdua bicarakan. Sekarang kondiri tubuh nya benar² beda, ia turun berat badan secara drastis. Bahkan sekarang tulang pipinya terlihat.
All hanya ingin membujuk Kayla agar mau makan dan melakukan aktifitas sehari-hari agar ia bisa sedikit melupakan kejadian ini secara perlahan dan tidak terus-menerus berlarut kesedihan.
Mau sampai berapapun ia ditolak mentah-mentah oleh Kayla agar keluar, All tidak akan melakukannya. Ia akan terus berusaha agar Kayla sembuh dari fase yang sedang dihadapi ini. All akan terus berusaha ada disampingnya.
"Kayy mau sampai kapan lo kaya gini?" tnya All
"apa apun yang lo lakuin nggk bakalan mempan buat ngebalikin Kevin"
"setidaknya jika gue ngk bisa ketemu Kevin disini maka gue bakalan ketemu Kevin disana" ucap Kayla
All dan Rara terus saja mindik-mindik agar cepat sampai dibelakang tubuh Kayla dan menarik nya agar tidak terjun bebas. All juga sesekali mencuri perhatian agar Rara bisa sempat menarik Kayla kembali.
"loo gila Kay!! gimana perasaan ortu luu, kehilangan anak satu-satunya mereka" terang All
"kenapa sii lo harus ngurusin hidup gue"
"lo tuu nggk seharus nya seperhatian ini sma gue" elak Kayla
"karena lo sahabat gue" ucap All
"Kayy gue sayang sama lo, gue anggep ko udah kaya kaka gue sendiri"
"ohh ya, tapii Kevinn" Kayla mengatakan dengan senyuman devilnya
"Kayy gue tau Kevin matii ditangan All, tapi seharusnya yang dihukum itu All bukan lo" kini Rara mulai mengangkat suara
Rara sudah berada tepat dibelakang tubuh Kayla.
Kayla membalikkan badannya dan merantangkan kedua tangannya.
"ohh yaa" iya mengatakan dengan sedikit memiringkan kepalanya dan tersenyum semirik seolah-olah ini adalah akhir baginya.
All sudah membulatkan matanya, ia masih berada agak jauh dari tempat Kayla berda. Ia takut jika Rara akan membiarkan Kayla loncat begitu saja tanpa menghalau nya.
Mata Kayla dan Rara bertemu mereka berdua tersenyum, sementara All bingung apa yang mereka berdua senyumi disituati seperti ini. Seharusnya Rara memegangi tubuh Kayla namun ia hanya mihat tanpa berkomentar.
Kayla sudah memjamkan matanya, ia siap dengan apa yang akan dilakukan.
"Kayyy" pekik All, ia segera berlari mendapati sang empuh akan segera loncat dari ketinggian itu.
__ADS_1