Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Menghadiri Acara


__ADS_3

Kemarin saat Bobi sedang membesuk Jack, ia mendapatkan informasi bahwa ibu tiri dari All mungkin setengah percaya terhadapnya masih belum 100%. Dan Bobi akan berusaha lagi untuk membuat Tantri tidak mencurigainya sama sekali.


Sesuai dengan perjanjian juga kini Bobi perlahan mulai menafkahi keluarga dari Jack. Namun keluarga Jack tidak tahu karena setahu mereka yang mengirimkan uang adalah Jack sendiri. Jack juga mengatakan kepada keluarganya agar tidak memberitahu apa pun tentang ini kepada Tantri, agar suatu saat nanti jika Tantri sudah tidak mau bertanggung jawab maka mereka sudah punya uang sendiri. Uang yang ditabung dari hasil pengiriman Bobi.


Bobi tinggal sendiri dia juga mempunyai uang yang cukup karena gaji direstoran walau pangkatnya sedikit lebih rendah dari pada Alisha. Masalah ini juga Bobi tidak memberitahu kepada All sama sekali. Bobi hanya menjanjikan kepada All bahwa setelah Jack tidak akan ada lagi yang akan mengganggu hidupnya.


Perlahan waktu berlalu dengan tenang. Tantri beberapa kali menghubungi Jack, Jack juga beberapa kali memberikan alsan yang masuk akal. Ia juga memberitahu kepada Tantri agar tidak usah mengirimkan orang lagi. Jack beberapa kali memberikan bukti kematian All kepada Tantri, yang Tantri pun perlahan mulai percaya.


Sekarang 2 tahun hampir berlalu, kabar kematian Alisha sudah sampai ketelinga Tantri, Tasya, dan Vallen. Hanya mereka bertiga. Disisi lain juga Hendra mulai mencari-cari keberadaan Alisha ada dimana. Tantri bisa percaya karena dulu saat Jack baru dipenjara beberapa bulan, terdapat berita pembunuhan dihotel yang sama tempat Alisha tinggal untuk event. Dan Tantri menduga itu adalah All.


Karena itu berita dari luar negeri jadi agak samar-samar atau tidak diketahui faktanya. Namun Jack memperkuatnya mengakibatkan Tantri percaya 100%. Alangkah bahagianya dia, bahkan sempat mengadakan jamuan untuk ibu-ibu arisannya hanya karena kematian dari All bahkan lebih mewah dari ulang tahunnya sendiri.


Dalam kurun waktu itu, Alisha juga sedikit berubah. Dulunya dia mempunyai rambut yang panjang dengan tubuh sedikit pendek dan dengan pakaian anak remaja, seperti celana jens dan hoodie atau semacamnya. Namun kini dia lebih agak feminim dengan rambut pendek dan poni depannya. Membuat orang yang menatap seakan tidak percaya ada berbie hidup.


Alisha juga sekarang menjadi koki terkenal dinegara itu. Namun namanya disamarkan, menjadi Azira seorang koki cerdik yang disetiap hidangannya mempunyai ciri khas tersendiri. Namun namanya belum sampai diberbagai dunia, hanya dinegara itu saja dan negara tetangga.


All menjadi lebih banyak menghasilkan uang dan Bobi kini menjadi asistennya. Mereka selalu kemana-mana berdua. Namun rasa sayang mereka hanya seperti keluarga tidak ada namanya cinta diantara keduanya karena Bobi juga memiliki satu orang wanita pujaannya sama seperti All, dia memiliki seseorang dihatinya walaupun ia tidak tahu dia akan menjadi milik All atau orang lain.


"Azira" panggil seseorang

__ADS_1


All yang merasa dipanggil menoleh ke lelaki yang memanggilnya itu.


"apakah ada perlu?"


"kau hadiri acara besok untuk menggantikan ku" ucapnya.


"kenapa harus aku guru" keluh All


"aku sudah tua tidak sanggup lagi bila harus duduk dengan waktu yang lama" terang seseorang yang All panggil guru.


"Azira tidak mau jika harus berkumpul dengan berondong-berondong tua itu!!" keluhnya.


"ini adalah acara makan-makan yang diadakan oleh para petinggi negeri, aku secara khusus diundang namun penyakitku sedang kambuh"


"baiklah minta saja kepada murid kesayanganmu itu" lalu All segera memanggilkan seseorang.


"kanapa kau teriak-teriak" cetus Bobi.


"hadirilah undangan ini!!" tegas All

__ADS_1


"ck, acara yang membosankan para orang tua itu hanya akan membicarakan bisnis dan juga wanita malam" ucap Bobi dengan bilas mata malasnya.


"hadiri atau guru akan marah kepada kita"


"kenapa tidak kau saja?!!" kesal Bobi


"aku tidak bisa" ucap All dengan tangan disilang dibagian perut.


"ngga usah sok sibuk"


Kini malah mereka berdua yang berantam karena sebuah undangan. Membuat kepala guru itu sakit karena tidak ada yang mau mengalah, dua-duanya sungguh sangat keras kepala.


"aku yang akan pergi" sela guru itu karena cape mendengarkan ocehan. Lalu mereka terdiam.


"jangan" teriak keduanya. Bisa-bisa selesai dari acara guru tidak akan membagikan resep rahasianya lagi dan tidak mau mengajari mereka lagi.


"dia yang akan pergi" mereka menunjuk satu sama lain dengan muka seperti tidak punya dosa.


Guru menghembuskan nafas secara kasar membuat mereka akhirnya mengalah.

__ADS_1


"kami akan pergi" ucap mereka pelan dengan kepala tertunduk. Guru akhirnya tersenyum kemenangan.


Akhir yang sudah dikenal mereka juga yang akan menghadiri acara tersebut dengan terpaksa. Namun disisi baiknya mereka juga bisa mempelajari masakan atau hal baru karena terdapat koki-koki yang didatangkan khusus dari luar negeri dan koki-koki internasional. All dan Bobi bisa memasak sekaligus belajar dengan mereka.


__ADS_2