
Malam ini adalah hari pertama kali All berkerja, ia mendapatkam ship malam disebuah restoran gajinya mungkin tidak seberapa namun jika dikumpulkan selama satu tahun mungkin itu cukup untuk membayar untungnya kepada papahnya.
All sedang membuang sampah disamping restoran itu, tempat kerjanya tidak terlalu besar ini hanya cave yang biasa dijadikan tongkrongan bagi muda-mudi.
Walaupun ini malam Senin tapi tetap ramai. Membuat All bersemangat untuk mengerjakan yang terbaik agar para pelanggan tidak kecewa.
All mendekati meja bernomor 4, ia melihat 4 orng gadis yang sudah menunggu antrean dari tadi.
"mau pesen apa?" All bertanya dan juga sambil memberikan daftar menu yang dibawa.
"akuu-" seseorang menghentikan pembicaraannya setelah melihat siapa yang menawarinya.
"astaga Alisha" batin cewe itu.
"ck ternyta sii mantan napi" sindir salah satu dari mereka.
"ternyata udah bebas lo" lanjut Rina dengan ucapannya yang tadi.
"singgaat banget yah waktunya gue kira baru kemaren lo dipenjara" ucap Vallen
All hanya menanggapi dengan senyuman.
Setelah memesan All kembali kedapur untuk melaporkan apa saja pesanan dari ke 4 gadis tadi.
Ada sekitar 30 menit menunggu akhirnya pesanan jadi dan yang bertanggung jawa untuk mengantar adalah All lagi.
Byurrr... Rina menyiram jus yang sedang diminumnya ke baju All.
"lo kalo ngga bakat buat minuman mending jadi tukang sampah aja dehh" cibir Rina.
"maafin All kalo jusnya kurang enak"
"kalo ngga bakat ngga ush sok deh" kini Kayla mulai berbicara.
"kak Rina ngga apa-apa?" tanya Rara
"ngga apa-apa, apa nya dia harus gnti rugi gue udah bayar"
"tapi ini pertama kalinya All kerja jadi belum dapet gaji" jujur All
__ADS_1
"gue ngga mau tau" ucap Rina
"lo mau gue aduin ke bos lo" kata Vallen
Sementara Rara hnya terdiam ia tidak tahu harus apa. Ia menikmati drama yang sedang terjadi didepannya. Selang beberapa menit akhirnya bos dari All datang menyababkan All di hina didepan pelanggan yang lain. Bosnya juga memarahi dengan suara yang lantang jadi semua orang mendengarnya dengan jelas.
"harus nya kamu bersyukur ditrima kerja disini, tidak ada yang mau menerima mu karena kau seorang napi" ucap bos All lantang.
"hari pertama saja sudah membawa masalah bagaimana dengan hari-hari berikutnya"
Dan lagi-lagi All harus terima dengan semua apa yang dikatakan, dia sendiri tidak berani membantah atau dia akan dipecat sekarang juga.
Dia berharap publik tidak menyadari bahwa dia ini Alisha putri dari Hendra Wijaya jika mereka menyadari maka tamatlah riwayatnya reputasi papahnya akah ternodai lagi dengan tingakahnya kali ini.
Malam ini ia beruntung karena semua orang hanya mendengarkan tanpa memvidio apa yang sedang terjadi dan mereka juga lebih memilih bergosip.
"dasar tidak tahu maluu" ucap salah seorang pelanggan
"bagaimana sang pemilik toko mau mempekerjakan seseorang seperti dia" jawab temannya
All melihat dengan pucuk matanya bahwa semua orang sedang membicarakan tentang nya, bahkan ada yang mengatakan dengan suara keras seolah-olah tidak memperdulikan apa yang di rasakan oleh All saat ini.
All hanya menunduk ke bawah, ia mati-matian berusaha menahan air mata gar tidak jatuh. Baru kali ini ia merasakan dipermalukan didepan publik.
"dia memang pembawa masalah dan siall" tutur Rina
"orang yang berada di dekatnya tidak pernah tenang" ucap Vallen
"lebih baik jika dia tidak ada" Kayla ikut anggaat suara.
Dengan jelas All bisa mendengar setiap kata-kata yang keluar dari mulut mereka berempat.
"semua yang dikatakan benar harusnya emng gue ngga ada!!" batin All
"apa pun yang gue lakuin selalu salah"
All dibawa ke ruang pemilik toko ini. Tadi dia baru dimarahi oleh bos yang memerintah didapur dan kini ia harus mendapatkan ciriban dari snag pemilik toko langsung.
"gaji mu akan ku potong selama 2 bulan" tegasnya
__ADS_1
"dan jika sekali lagi saya mendengar ada maslah dihari itu juga kau harus meninggalkan tempat ini"
All hanya bisa mengambuskan nafasnya kasar ia tidak menentang apa yang mereka semua katakan, ia sendiri munafik ia takut jika harus melawan. Ia takut akan lebih banyak mengundang masalah maka jalam terbaik adalah diam tanpa perlawanan saat ini.
Padahal hari ini dia sudah niat sekali akan berkerja dia tidak tahu akan menjadi seperti ini. Ia juga sudah keluar dari rumah secara diam-diam dia sengaja memilih jam kerja malam karena pagi sampai sore ia harus belajar.
Tapi apa yang dia alami membuat All sekarang agak menyerah dengan takdirnya sendiri.
"selalu gue dan guee!!" All menangis di taman dekat rumahnya
"merekaa semua ngga tau apa-apa tentang guee, tapi kenapa merekaa.... hikss hiks" All sudah tidak bisa menahan untuk berteriak dan manangis. Karena malam jadi tempat gak sepi dan teriakkannya tidak akan menganggu.
"kalian ngga tau rasanya jdi gue"
"kalian ngga pernah ngerasain apa yang gue rasain"
"kalian cuma bisa liat apa yang pengin klian lihat"
"kalian semua ngga tahu betapa kusut nya benang tkdr gue hikss... hikss.."
"lebih mudah menghakimi gue daripada percaya sama gue"
Teriakan demi teriakan All keluarkan sampai dia sendiri merasa lelah rengan tangisannya dan memutuskan untuk pulang. Untung dia berpamitan dengan bibi jadi pas dia pulang maka bibi lah yang membukakan pintu untuk All.
All berendam air di bakhtub dengan kamar mndi kecilnya ia merasakan nyaman. Air matanya masih deras dipimpinnya. Dia tidak habis pikir dengan takdir yang ia jalani setiap hari kenapa dia sendiri ngga bisa mengubahnya.
"buat apa gue lahirr kesinii"
"yang gue dapet cuma penderitaann"
"dari saking banyaknya orang kenapa harus All?"
"apa Tuhan marah sama gue?"
Berendam munggain akan merilekskan pikiran namun kini All teringat dengan bundanya.
"gimana kalo kini kita tuker posisi bun?"
"All yang disana bunda disinii, jadi All bahagia nya disana kalau bunda bahagianya disinii bunn"
__ADS_1
"All ngga kuatt" rintih All
Dan tak lama kemudian ia tertidur didalam bakhtub dengan air mata yang masih mengalir. Dan dengan pikiran yang kacau. Jika saja All smaa seperti papahnya yang memiliki ganguan kepribadian maka sudah lama ia mengakhiri hidupnya sendiri.