Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Mulai Berteman


__ADS_3

Pagi ini seseorang datang pakaian rapi dia terlihat berilmu, All tidak tahu siapa lagi yang datang kerumahnya ini.


"baik" ucap seseorang itu dari kejauhan, All hanya bisa mengamati mimik gerak bibirnya.


Segera setelahnya orang itu dipersilahkan masuk dan menunggu diruang tamu. Dan bibi mulai memanggil All dari bawah.


"kenapa bii"


"ada yang ingin bertemu dengan nonn"


All turun dengan pakaian ala kadarnya. Celana yang kedodoran hingga baju oversize yang ia pakai.


"Alisha?" tanya orang itu. Dan All hanya membalas dengan mengangguk.


"mulai hari ini saya adalah guru prifatmu"


"panggil saja saya Elena" ia mulai memperkenalkan diri. Dilihat dari body nya ia tidak berbeda jauh dengan umur All. Mungkin ia barusia sekitar 21 tahuan, sementara All baru menginjak 19.


All terkejut bahkan dirinya tidak menyangka akan disewakan guru privat, entah ini ulah siapa tapi dia bersyukur. Keinginan untuk belajarnya bangkit kembali. Salah satu pelajaran yang disukai adalah sejarah.


"saya akan mengajar mu mulai besok, saya hanya ingin memperkenalkan diri dan bertemu dengan mu"


"kalai begitu maaf telah menggangu waktu mu saya mohon pamit" ucap Elena.


"dari cara bicara formal banget kayanya gue bakalan kaku sama dia" batin All.


Dikelas 12 ini Kayla dan Rara kembali sekelas. Mereka bahkan sering menghabiskan waktu bersama sama seperti waktu itu namun bedanya hanya kurang Alisha.


"hanya beberapa bulan kita akan segera lulus" ucap Kayla


"lo jadii mau kuliah?" tanya Rara


"jadi dong gue bakalan kejar masa depan gue, gue mau jadi pengacara" terang Kayla.


"okee, gue juga ngk akan kalah gue bakalan kerjar masa depan gue dan jadi dokter" ucap Rara.


Beberapa hari ini, mereka juga sedang dekat dengan satu adik kelas. Ia juga tak kalah cantiknya dengan Rara dan Kayla.

__ADS_1


"kakk goleh gabung?" ucapnya.


"Tasya duduk ajaa" jawab Rara.


Yaa teman mereka adalah adik dari All, namun mereka berdua tidak tahu bahwa Tasya adalah adik dari Alisha. Namun Tasya sudah tahu bahwa mereka berdua adalah teman dari kaka tirinya itu.


"aduhh" rintihh Rata sambil memegang perut sebelah kanan.


"lo kenapaa, ginjalnya sakit lagi?" tanya Kayla.


"ngk tahu akhir-akhir ini kumat dehh"


"kalo gitu gue temenin lo ke dokter pupang sekolah" ucap Kayla.


"emm kalau boleh tau emang ginjal kak Rara kenapa?" tanya Tasya polos, walaupun sebenarnya ia sudah tahu kejadiannya.


Beberapa detik pertama Kayla dan Rara hanya saling memandang dan akhirnya Rara memilih untuk angkat bicara.


"guee jatuh dari lantai 2"


"whtt?" pekik Taysa berpura-pura kaget.


"panjang Syaa ceritanya" ucap Kayla


"ceritain dong disingkat aja yaa" mohon Tasya entah apa isi pikirannya ini, dia malah menyulut api.


Kayla dan Rara saling memandang lagi, lalu tersenyum seraya berkata


"masa lalu"


Hanya kaya itu yang keluar dari mulut mereka. Sementara Tasya hanya mendengkus agak kesal.


"kakk tadii aku ada liat tulisan nihh ditoilett"


"kalo ngk salah ada kata Raraa, pembunuhan, sama satu lagi namaa Alisha kalo ngk salah"


"teruss" kepo Kayla

__ADS_1


"emang Alisha siapanya kak Rara?" tanya Taysa


"teman lama ku"


"whttt?" pekik Taysa lagi, seolah-olah tidak percaya


"emangnya kamu kenal All?" tanya Rara


"dia kaka tiriku, kami berdua tidak terlalu dekat" ucap Tasya sambil memelas.


Sontak Kayla dan Rara terkejut bagaimana mereka bisa bertemu lagi dengan orang yang masih ada hubungannya dengan All. Mereka diam, apa alasannya dari tadi ia bertanya-tanya tentang Rara sementara dirinya sendiri adalah adik Alisha.


Kayla dan Rara memang tahu All mempunyai adik namun mereka berdua tidak paham dengan wajahnya. Mereka berdua sungguh jauh berbeda sekali. Membuat Rara dan Kayla sampai tidak menyadari bahwa yang didepannya ini adalah adiknya All.


"kalau kau adiknya kau pasti tau apa yng menyebabkan kakamu itu sampai ditahan" ucao Kayla, sementara Taysa mengangguk.


"Taysa tau kokk, sebenarnya Tasya agak malu punya kaka kaya dia"


"ortu kami juga sudah capek dengan sikapnya"


"maksudnya?" tanya Rara heran.


"Alisha dia tidak pernah mau menuruti siapa pun dirumah, dia sungguh sangat keras kepala. Juga karenanya ortu kami pernah inggin berpisah" bohong Taysa, ia ingin memcuci otak kedua orng ini agar semakin membenci All


"Tasya ngk tahu dia cerita apa keorang luar, pokoknya semua yang dikatakan adalah bohong karena ia hanya ingin dikasihani"


"benarkah? tapii All bilang-" omongan Rara disela oleh Kayla


"biarin dia cerita"


"kakk kami satu keluarga sudah berusaha untuk mengerti akan dirinya, tapi karena kami saudara tiri ia menggap aku dan mama sama seperti saudara dan ibu tiri yang ada di film-film"


Begitu lah Taysa cerita, ia menjelekkan kakanya sendiri dengan perlahan. Sampai akhirnya Kayla dan Rara sedikit tertarik dengan ceritanya.


"benar kakk Rina" ucap Rara


"wadah yang terlalu sempurna bagi isi yang sangat buruk"

__ADS_1


Taysa tersenyum dalam hatinya. Ternyata gampang sekali membodohi dua orang dihadapannya ini. Hanya karena muka dan tampilan yang mendukung ia sudah mendapatkan sedikit rasa dipercaya oleh Kayla dan Rara.


Bahkan Kayla dan Rara seolah-olah hilang ingatan, ia lupa dengan apa yang pernah mereka liat waktu masih bersama. Jelas-jelas meraka melihat bagaimana cara keluarga All memperlakukannya dan bagaimana banyaknya luka yang terdapat dibadan All. Ingatan itu hilang dalam sekejap.


__ADS_2