
Sudah satu bulan lebih mereka bertiga masih seperti itu, sekarang pun Si Rara menginginkan pindah kekelas sebelah karena ada nya All dan Kayla.
"gua nggk habis pikir deh sama kelakuan tuh anak" kesal Kayla
"bisa-bisanya dia mau pindah kekelas sebelah"
"gue juga nggak tau Kay jalan pikirannya si Rara" sesal All
"huftt" mereka menghembuskan nafas kasar bersama
Selang beberapa menit kemudian Elgara datang menghampiri mereka berdua.
"All muka lo kenapa?"tanya nya
"All cuma lagi bingung aja sama kelakuan Rara kali ini"jawab All
"gue denger-denger si Rara pindah jelas"sambung Kevin yang datang entah dari mana.
Kevin menghampiri kekasihnya yang sudah jadian baru 2 bulan yang lalu.
"emng kalian bertiga ada masalah apa?" tanya Kevin
"gue juga nggak tau Vin masa cuma gara-gara cowo" kesal Kayla
"wahh gimana tuh ceritanya"
"nggak usah tau" cetus Kayla
"kalian berdua pacaran nggak ada unsur romantisnya" ejek All
"makanya All lu kasih tau sama sahabat satu-satunya lo cara membahagiakan kekasih nya" canda Kevin
"idih" jawaban Kayla
"Kay nggak baik loh kya gitu, sesekali kamu ngertiin perasaan kak Kevin" jelas All
"emng lo bisa ngertiin perasaan disekitar lo" ucap Elgara yang dari tadi terdiam
"maksud kak Ell"
Ell, Kevin, dan Kayla mengedikkan bahunya bersama seraya tersenyum. Kayla tahu jika sahabatnya yang satu ini jika mngenai perasaan terhadap lawan jenis tidak terlalu peka. Kayla gemes kepada All karena selalu menganggap Ell adalah kakanya sementara Ell mau lebih dari itu.
"kok pd ketawa" bingung All
"nggak All" jawaban Kayla sembari memberhentikan tawa kecilnya
Rina melihat semuanya, ia baru mengetahui bahwa Kevin sang cowo idamannya dari satu tahun lalu telah direbut seseorang yang hanya baru kenal pdnya bahkan baru kenal dari setengah tahun. Ia tidak trima pokoknya ia akan berusaha memisahkan mereka berdua apapun caranya.
"enak aja lo bisa pacaran sama Kevin" kesal Rina ia mengepalkan tangannya sekuat mungkin.
"kita pisahin aja mereka berdua" peka Vallen karena melihat sahabatnya sedang dilanda api cemburu.
"kita lakuin sebisa kita oke" saran Vallen untuk memberi semangat pada Rina
Hari berikutnya Rara benar-benar sudah pindah ke kelas sebelah ia sekarang satu circle dengan Vallen dan Rina. Ia menganggap bahwa mereka berdua lah yang bisa mengerti akan dirinya tidak seperti kedua sahabatnya yang dulu.
Semenjak tidak bersama All dan Kayla waktu Rara sekarang lebih banyak sendiri, namun entah ap yang ada dipikiranya ia tidak menyesal sama sekali.
Salah satu gadis cantik di SMK GARUDA sekarang sedang duduk bangku taman yang sepi yang hanya ada perpohonan besar-besar dibelakang sekolahnya. Konon kata murid² itu salah satu tempat angker disana namun tidak dengan satu gadis ini.
"lo ada masalah apa?" tanya seorang pemuda seorang wakil ketos yang sedang melitas dan matanya menemukan seorang gadis sedang sendiri. Dan ia tau itu siapa.
"kak Kevin" ucap sang gadis
"Raa gue tau lo ada masalah sama sahabat lu, mending diomong lagi baik-baik" saran Kevin
"Rara nggak mau, udah terlanjur sakit hati"ungkapnya
FALSHBACK
Hari itu setelah dua hari putusnya Rara dan Roii, ia mejadi seorang pendiam. Hari itu masih liburan jadi kedua sahabatnya tidak mengerti akan kondisinya. Yang juga mereka jarang bertemu. Saat sedang liburan hanya ada dua kali pertemuan. Pertama Rara bersama dengan Kayla dan kedua mereka bertiga bertemu dan jalan-jalan bertiga namun disitu juga Rara masih terlihat muka-muka tidak semangat.
Saat hari ke tiga putus Rara di ajak oleh Vallen dan Rina untuk hilling namun sayang Rara tidak mau, menjadikan kedua orang itu datang kerumah Rara tanpa sepengetahuan Rara.
Vallen dan Rina mendapati rumah Rara yang tidak terkunci, mereka melihat seorang gadis sedang terduduk lemas di lantai. Rumahnya begitu berantakan pecahan kaca dimana-mana sofa dan meja semuanya sudah tidak ditempatnya, bahkan ada 2 kaca jendela yang pecah.
"Lenn emngnya Rara tinggal sama siapa?" tanya Rina
__ADS_1
"setau gue sendiri"
"nyokap nya diluar negri buat mbiyayai kehidupan mereka berdua" jawab Vallen
Mereka memutuskan untuk masuk segera mereka berlari sekencangnya karena kaget dengan apa yang akan dilakukan sng gadis. Vallen sudah melihat bahwa Rara akan melayangkan pisau yang ada ditangannya. Rara sudah siap untuk menerkam dirinya sendiri.
Dengan segera Vallen menepis pisau itu dan membawa Rara kedalam pelukannya.
"Raa lo kenapa Raa" tanya Vallen, ia tidak menjawab hanya terdiam lemas.
Vallen dan Rina bisa menebak jika Rara tidak makan dalam jangka panjang. Ia melihat tubuh gadis itu sudah sedikit kurus, dengan penampilan yang sudah tidak layak. Rumah juga seperti rumah tidak berpenghuni.
Rina dengan seksama melihat sekujur tubuh Rara dari atas sampai bawah dan mendapati banyak sekali luka sayatan.
"Lenn kita bawa dia kerumah sakit"saran Rina.
Vallen langsung saja membawa tubuh mungil itu dalam gendongannya. Rara pun terpingsan karena sudah meraskan lemas sekali di sekujur tubuh.
Vallen dan Rina sigap membawa tidak telat sekalipun karena bisa menyebabkan gadis yang sedang dibawa akan kehilangan nyawanya.
Sudah ada satu jam Rara tidak siuman, dan dokter menyatakan ia koma. Vallen dan Rina bingung bangaimna cara menjelaskanya pada sang mamah Rara. Akhirnya mereka memilih menonaktifkan handphone Rara karena tidak terlalu dekat dengan mamahnya.
Selama sehari penuh Vallen dan Rina sigap menjaga Rara tanpa lelah. Entah apa yang membuat mereka mau melakukannya. Sudah 2 hari berlalu genap 5 hari setelah putusnya Rara.
Dan sekarang hari ke 3 Rara koma belum juga sadar Vallen khawatir dengan muka Rara yang semakin pucat.
"gimana kalau Rara kenapa-napa" ucap Vallen
"nggak bakal kalau firasat gue" Rina menenangkan Vallen
"huftt" Vallen dan Rina bersamaan menghembuskan nafas.
Hari ini mereka memutuskn untuk menginap dirumah sakit. Rina tidur disofa sementara Vallen tidur diranjang sebelah Rara.
"kaka Vallen" panggil seorang gadis yang sadar dari komanya.
Vallen mendapati seseorang memanggilnya dan ia segera terbangun. Matanya melihat seorang gadis yang selama ini ia tunggu untuk segera bangun.
"Raa lu udah sadar" tanya Vallen
"Rinn cepetan panggilin dokter" Vallen mengencangkan suaranya agar sang empuh yang dipanggil mendengar karena sedang tertidur.
Pada pagi hari dengan telaten Rina menyuapi adik kelasnya itu.
"Kak Rina aku mau nanti sore, aku pulang" pinta Rara
"Raa lu jangan ngada-ngada, baru aja sadar" cegat Vallen
"tapi Kak, Rara nggak nyaman disini" ungkapnya
"gimana nihh" ucap Rina bingung
"pliss kak"
"gue tanya dokter dulu" jwb Vallen, ia segera meninggalkan ruangan dan menemui dokter yang semalam merawat Rara.
Selang beberapa menit Vallen sudah balik lagi ke ruangan milik Rara.
"lo boleh pulang tapi lo janji dirumah nggak akan coba-coba bunuh diri lagi" ucap Vallen
"Rara janji kok" ia tersenyum ke arah Vallen dan Rina
Vallen segera memeluk Rara dan diikuti oleh Rina.
"makasih kak udah mau ngerawat Rara"
Sore ini Rara benar-benar pulang dari rumah sakit. Ia mngtakan kepada kedua orang yang menjaganya untuk pulang sjaa karena mungkin ia bisa menjaga dirinya sendiri. Rina dan Vallen tidak menolak karena mereka juga sudah lelah.
Malam hari ini Rara kembali sendiri, sekarang ia berada di balkon kamarnya. Tanpa sadar ia meneteskan air matanya, ia sekarang butuh teman cerita dan memutuskan untuk menelfon kedua sahabatnya. Sudah ada 10 panggilan namun All tidak kunjung mengangkat panggilan tersebut dan begitu pun dengan Kayla ia tidak menerima panggilan dari Rara.
Rara kesal padahal nomor yang dia panggil semua berdering namun tidak ada yang mengangkat sampai akhirnya mama Rara telfon. Rara mengatakan bahwa dia baik-baik saja. Namun naluri ibu mengatakan bahwa anaknya sedang dalam kondisi yang tidak baik.
"nakk kalau kamu lagi ada masalah cerita aja, kalau nggak bisa sama mama bisa sama orang terdekat"
"biar pikiran mu itu nggak terlalu terbebani" saran mamah Rara
"makasih mah Rata tutup telfon nya dulu bay" Rara menutup tlf sepihak.
__ADS_1
Ia mendapat kan notiv ig dari kak Kevin dan juga Roii. Dari Roii ia melihat bahwa mantannya itu sedang ada dipasar malam bersama kekasih barunya dan dari Kevin ia melihat juga bahwa sekarang Kayla sedang asik menonton bioskop berdua. Sementara All ia tidak tau apa yang terjadi pada nya.
"kenapa dunia nggak adil buat gue!!" Rara berteriak, dari postingan Roii ia bisa melihat senyumnya yang tulus untuk Leaa
Lagi-lagi Rara menggila ia menangis sekencangnya. Dan ia sudah lelah ini percobaan bunuh dirinya yang kedua. Bisa dipastikam sekarang Rara sudah brdiri di atas tiang balkonya dan bersiap untuk terjun bebas. Beruntung sekali yang kedua kali ini juga dilihat Vallen dan Rina.
Sekarang Rina sudah memegang erat pinggang Rara. Dan Vallen seraya membujuk Rara untuk tidak ngotot akan terjun dari balkon kamarnya.
"Raa lo apa-apaan sii lo udah janji sma gue gk bakalan ngelakuin ini lagii" teriak Vallen
"Raa kalo bisa kita berdua bisa bantu lo buat dapetin Roii kembali, tapi nggak dngn kaya gini caranya" sambung Rina ia tidak ingin kalah olh Vallen
"Raa lo dengerin kita berdua dulu, lo nggak mikir gimana perasaan nyokap lu kalo tau lo kaya gini" terang Vallen
Rara seolah paham dengan apa yang dikatakan olh kedua teman barunya ia terdiam dan pasrah tubuhnya ditarik kembali oleh Rina.
Tadinya Rina dan Vallen hanya ingin mengatar makanan siapa tahu Rara tidak bisa bangun dari kasur untuk masak sendiri. Dengan inisiatif dari Rina, Vallen pun setuju.
Mereka mendapati rumah Rara yang lagi-lagi tidak dikunci mereka bergegas ke atas kamar Rara untuk memastikan sang empuh baik-baik saja ternyata ini lebih mengerikan Rara bahkan ingin loncat dari balkon kamar nya sendiri.
"Raa apa yang buat lo kaya gini lagii!!" tanya Vallen
Rara terdiam sejenak lalu mulai menceritakan apa yang terjadi dari ia butuh teman cerita namun tidak ada satupun dari sahabatnya yang mengangkat telfon darinya.
"Raa lo bisa kok tlf kita berdua kapan pun lo mau"
"kita siap dengerin keluhan loo" kata Rinaa
Sementara ada hal licik yang terlintas di otak Rina dan Vallen. Mereka berdua bertatapan dan seakan-akan satu pemikiran.
"Raa lo nggak usah mikirin sahabt lo itu udah ada kita"
"mereka udah bahagia sama cowonya masing-masing" terang Vallen
"gue juga tadi liat All lagi jalan smaa Ell"
"mana mungkin dia sempet jawab tlf lu" bohong Rina, ia mngedipkan sebelah mata kepda Vallen. Seakan-akan Vallen tau ia melanjutkan kebohongan Rina
Padahal yang terjadi mereka tidak melihat All sama sekali. All juga sekrang sedang belajar dirumah. Ia tidak menyalakan notifikasi dihp nya karena takut mengganggu tapi ia tidak mematikan data selulernya. Sama seperti Kayla ia tidak ingin digangu saat sedang nonton bioskop jadi ia mematikan notifikasi dihp.
"Raa orang tu adakalanya berubah, sekarang sahabat lo lagi seneng-senengnya sama cowo mereka kalo merka butuh lu lagi pasti mereka kembali" ucap Vallen
"tapi setidaknya mereka angkat telfon Rara dong" kesal nya
"kan Vallen dah bilang mereka lagi asik sama cowonya mana munkin mikirin kamu" Rina tambah mengompori Rara
"ck awas aja mereka kalau datang pas butuh doang" gerutu Rara
Malam ini Vallen dan Rina tidak pulng kerumah mereka memutuskn untuk menginap saja karena sudah terlalu malam. Sementara Rara senang malam ini ia akan bercerita semua masalahnya kpd Rina dan Vallen.
Semenjak hari itu hubungan mereka tambah dekat. Rara juga sering berkomunikasi dengan keduanya saat sedang liburan. Jadi ia tidak terlalu merasakan kesepian. Dan Rara juga sering sekali dikompor-kompori oleh Vallen dan Rina bhwa sahabatnya sudah tidak perduli kepadanya. Sedikit demi sedikit otak Rara yang tadinya berfikir positif ttng sahabatnya kini menjadi benci kepd sahabatnya sendiri. Namun kebenciannya tidak begitu dalam.
AT THE MOMENTS
"Raa kenapa si lo berubah" tanya Kevin
"Kak bukan gue yang berubah tapi mereka"
"kenapa mereka bukannya mereka juga selalu ada ya disamping kamu" kira si Kevin
Rara hnya tersenyum mendengar yang dikatakan Kevin, ia tidak mau cerita dengan apa yang pernah dialami nya. Cukup Rara, Vallen, dan Rina yang tahu.
"Raa mereka masih mikirin kamu lo" ucap Kevin tnpa melihat Rara
"mereka sayang sama lo Raa"
Mendengar kata sayang Rara meneteskan air mata kenapa dihari itu mereka tidak memikirkan apa yang sedang terjadi pada dirinya. Bahkan setelah kejadian itu tidak ada dari salah satu sahabatnya yang menyadari apa yang sudah terjadi kepadanya.
Kevin melihat Rara mengeluarkan air mata segera memberikan sapu tangan kepadanya.
"gue tau lo juga masih sayang sma mereka"
"gue pamit dulu"
"jaga diri lu baik-baik, suatu saat kalo lo cape istirahat jangan ngelakuin yang enggak-enggak"
Setelah mengatakanya Kevin pergi meninggalkan Rara. Sekarang Rara kembali sendiri, ia merenungi apa yang dikatakan Kevin tadi. Kenapa Kevin sampai tahu bahwa ia akan melakukan yang tidak-tidak kalau sudah cape sama dunia.
__ADS_1
Padahal Kevin hanya menebaknya saja ia tidak tahu apa yang sudah terjadi kepada sang empuh.
Rara ternyum dengan ungkapan Kevin tadi, ia merasa masih ada cinta setelah Roii.