
Hari ini All benar-benar cape karena banyak dari kemarin pelanggan sungguh banyak membuatnya kewalahan. Namun dengan itu ia perlahan melupakan masalahnya sedikit demi sedikit.
"ayo ku antar pulang" tawar Bobi
"aku tidak ingin merepotkan mu"
"ayoo lahh kau sudah bekerja keras sedari tadi" ucap Bobi ia bersikeras ingin mengantar All pupang karena ini sudah benar-benar larut malam.
"aku bisa sendiri, jangan perlakuan aku seperti anak kecil" keluh All.
Ia mulai berjalan menjauhi restoran tempat ia berkerja, ia benar akan pergi pupang sendiri bermodal nekat. Lagi pula disini masih agak ramai.
Bobi hanya diam saja melihat kepergian All, namun hatinya sedikit merasa resah. Alhasil ia mengikuti All secara diam-diam agar dia bisa memastikan All benar-benar sampai rumah.
Ditengah jangan All berjalan agak sempoyongan kakinya merasa lamas. Tiba-tiba saja ada mobil melaju kencang kearahnya. Beruntung saat itu ada Bobi sigap menangkap tubuh mungil mioik All dan membawanya ketepi.
Jika lambat sedetik pun All benar-benar akan tewas ditempat mobilnya secepat kilat, dari jauh Bobi sudah menduga jika mobil akan belok ke arah Alisha. Alhasil filingnya tepat dan segera berlari.
"heii, Alishaa" teriak Bobi karena All pingsan. Mukanya juga terlihat sangat pucat.
Ia segera berlari kerumah milik All. Ia juga mencari dimana All meletakkan kunci rumahnya itu. Tas kecil All dibuka oleh Bobi dengan cermat melihat satu persatu barang yang ada didalam.
"maaf Alis" gumam Bobi.
Segera setelah menemukan ia melarikan Alisha kekamar ia juga melihat dimana All menyimpan kotak peralatan obatnya. Dengan telaten Bobi mengompres All karena suhu badannya naik, ia juga membuatkan bubur untuk All mungkin saja All hanya makan tadi siang.
"siapa yang membawa ku pulang?" batin All. Ia beranjak dari tempat tidur dan keluar kamar, ia melihat ada sosok orang yang berada di dapurnya sedang asik memasak sambil berjoget.
"Bob" panggil All.
"ehh-" Bobi canggung melihat situasi ini, ia kira All tidak akan sadar secepat ini.
"apa kau yang membawa ku pulang?" tanya Alisha
__ADS_1
"bukan aku hanya numpang ingin makan dirumah mu" cetus Bobi.
"aku serius!!"
"tentu saja iyaa, menurut mu siapa lagi seseorang yang baik hati akan mau membawa seorang gadis cantik pulang kerumahnya dengan selamat dan tidak melakukan apapun" terang panjang lebar.
"iya, kau membuat ku bertambah pusing dengan ucapan mu" ucap Alisha dan dia duduk dimeja makan menunggu Bobi selesai masak.
Mereka menikmati bubur itu malam ini bersama.
"Alis menurut mu apakah mobil tadi berusaha mencelakai mu?" ucap Bobi.
All terdiam tidak mungkin Tantri secepat ini menemukan dirinya. Ia tahu tidak mungkin Tantri akan melepaskannya begitu saja.
"aku tidak tahu, sepertinya yang mengendarai adalah orang yang mabuk" terang Alisha.
"aku tidak percayaa" cetus Bobi
"kalau begitu urus saja urusanmu sendiri" cetus Alisha dan memutar bola mata malasnya.
"gue ngenip di rumah lo yaa" rengek Bobi
"tidur aja disofa" setelah All menutup pintu rapat-rapat ia berharap Bobi bisa tidur dengan nyenyak.
Sudah satu minggu ini All mengalami kejadian aneh disekitar lingkungan rumahnya. Benar apa yang dikatakan Bobi waktu itu ada yang mencoba untuk mencelakai dirinya. Bermula dari mobil yang sengaja akan menabraknya, hingga kini ia terus-menerus mendapatkan kesialan. Ia juga kemarin hampir saja di pecat karena makanan yang dibuat terdapat racun didalamnya. Untung ada kamera pengawas jadi ketahuan siapa sosok yang sengaja menaruh racun itu.
Saat ia pulang kerumah beberapa hari ini juga mendapatkan teror yang mengerikan entah dari mana. Kadang ia juga menemukan benda tajam didepan rumahnya. Pernah juga beberapa waktu lalu kaca jendela rumahnya pecah. Semakin hari All semakin khawatir.
"Bobb" panggil Alisha yang sedang gelisah hatinya ingin mencurahkan isi hati.
Dengan gayanya Bobi mendekati All secara perlahan.
"gimanaa" ucapnya dibuat-buat, All sedikit menyungging senyum dibibirnya melihat perlakuan teman cowo yang seperti cewe itu.
__ADS_1
"kayanya omongan lo waktu itu bener"
"omongan yang manaa"
"orang tiap hari gue ngomong" ucap Bobi
"yang waktu lo ngomong ada yang sengaja buat nyelakain gue" terang All.
"wahttt? jadi benerr" pekikk Bobi
"pelann woyyy, kuping gue budeg" kesal All.
"iyaa dehh"
"jadi gimana ceritanya"
All mulai menceritakan dengan perlahan Bobi mengambil secarik kopi untuk dinikmati sembari mendengarkan. Perlahan Bobi mulai tahu aa yang dialami All, ia mengangguk setiap All bercerita dan berkata 'oh gitu' hanya itu yang keluar.
Ada sekitar beberapa menit lalu All mengakhiri cerita dan meminta saran.
"gimana kalau gue tinggal beberapa hari bareng lo, terus kita selidi sama-sama siapa orang suruhan nyokap lo" saran Bobi.
"gila ya loo, kita cowo cewe" All memegang dahinya.
"All walaupun gue cowo, selera gue bukan lo kalii" terang Bobi
"lagian gue mau bantuu sayyy, bukan mau macem-macem" ia berbicara dengan memanjangkan setiap kata.
"gue pikir dulu ahh, lagian agak serem kalo serumah sama lo" All berkedik ngeri dan segera meninggalkan Bobi.
Sementara Bobi melihat sekujur tubuh dari atas sampai bawah.
"apaan yang serem orang gue ganteng, bodi juga bagus rabun kali All" gumam Bobi
__ADS_1
Sesuai perjanjian All mengijinkan Bobi untuk tinggal, namun ia diberi kesempatan hanya satu minggu untuk menyelidiki jika tidak bisa maka All sendiri yang akan meminta bantuan orang lain.