
Bahkan Kayla yang ada di dalam ikut terjungkit kaget mendengar pekikan dari pria itu.
Segera setelah mendengar nama All, Rindi dan Bobi bergegas masuk untuk memastikan.
Ini kali pertama dari semenjak Ell kecil, Rindi baru melihat putranya kembali menangis. Ell terlihat sedang memegang begitu erat tangan Alisha yang sudah dingin itu.
"All gimana sama guee kalo lo ninggalin gue" gerutu Ell.
Bobi berlari kearah bansal milik All untuk memastikan apakah itu benar-benar Alisha atau bukan. Alangkah terkejutnya ia melihat sosok gadis cantik yang terbaring sudah tidak bernyawa itu adalah All.
Sama seperti Bobi, Rindi juga sangat terkejut melihat anak dari sahabatnya sudah mendahului dia untuk berpulang.
"mamm, bilang sama Ell kalo Ell lagi mimpi" Rindi memeluk erat putranya itu. Mereka berdua basah dengan deraian air mata.
"gue balik sendiri?" gerutu Bobi
"jadi, gue ngga akan sama lo lagi Alis"
__ADS_1
"Alis nanti gimana cara gue jelasin sama guru Li kalau lo" Bobi memberhentikan ucapannya.
Sama seperti mereka Kayla juga masih sangat terpukul atas kejadian ini. Bahkan dia sudah tidak bisa mengeluarkan air mata saking capeknya menangis.
Pukul 8 nanti jenazah All dan Rara akam dimakam kan bersama. Namun masih ada sebagian yang tidak terima termasuk Elgara.
"aghhhh, sial" Ell menghantam tembok rumah sakit.
"mamah mohon berhenti, ngga ada yang bisa ngembaliin nyawa All lagi"
"ikhlaskan dia Ell" ucap Rindi
"Alvinaa, anakmu dia sangat baik" batin Rindi
"dia bahkan tidak pernah membenci ayahnya sendiri" sambungnya.
****
__ADS_1
"apa kau sudah tahu siapa wanita itu?" tanya Ratna
"dugaan nyonya benar, dia adalah nyonya Tantri" terang bawahan Ratna
"apa langkah kita selanjutnya" tanya bawahan itu
"jangan dulu, kita akan urus masalah ini setelah selesai dari pemakaman Alisha"
"aku akan membuat perhitungan kepadanya" ucap Ratna dengan dada yang menggebu-gebu.
Bisa-bisanya Tantri yang sudab diaanggap sebagai anak sendiri oleh Ratna bisa mempunyai niat untuk membunuh Hendra. Bukankah kekayaan yang diberikan Ratna kepada Taysa sudah lebih dari cukup. Sebenarnya seberapa serakahnya dia, Ratna juga sudah menjamin bahwa yang akan menjadi penerus perusahaan adalah Taysa bukan Alisha ia juga memenuhi segela kebutuhan Taysa dan Aksara itu tetapi kenapa dia begitu keterlaluan.
Disisilain anak yang tidak pernah tercukupi kebutuhannya dan hanya di anggap sebagai pembawa masalah malah dia yang membawa keberuntungan di detik-detik terakhir nyawa Hendra.
Kini Ratna sedang berusaha untuk tidak marah sama sekali kepada Tantri itu. Ia akan melihat sampai kapan dia mau berbohong. Dulu rencana memisahkan Hendra dari Alvina hanya sebatas memisahkan saja tetapi kenapa waktu itu diluar prediksi. Alvina kekurangan banyak darah yang mengakibatkan dia meninggal dunia, seharusnya dulu Alvina bisa melahirkan dengan normal Ratna hanya ingin memisahkan saja tanpa membunuh dan setelah kelahiran seharusnya Alisha ikut dengan ibunya dan Ratna yang akan memenuhi kebutuhan hidupnya.
Asal dulu jika Alvina masih hidup Ratna dan Tantri bisa membuktikan bahwa All sama sekali bukan darah daging dari Hendra. Tapi karena Alvina meninggal saat itu juga, jadi Hendra memegang semua hak asuh milik All.
__ADS_1
Padahal waktu itu Ratna sudah memberi saran jika Alisha dirawat saja olehnya. Namun dengan bersi keras Hendra menolaknya ia takut All akan disiksa oleh ibunya namun Hendra sendiri tidak sadar bahwa selama All hidup dia sendiri yang sudah menyiksa anaknya itu.