
FLASHBACK
Diparkiran Universitas Kayla dan Rara, mereka berdua pulang malam hari ini. Parkiran juga sudah sepi hanya tinggal beberapa mobil saja. Lalu dengan tiba-tiba ada sebuah lampu yang menyorot kearah Kayla.
"KAYLAA GUE MOHON LO JADI CEWE GUE!!" teriak seseorang yang muncul dari depan Kayla dan Rara dengan menggunakan sebuah toa sebagai alat untuk bicara.
"bisa ngga, ngga usah teriak-teriak gue ngga budeg" cetus Kayla dengan suara lantangnya.
Segera setelahnya pria itu membuang toa yang ada di genggaman tangan. Ia tidak mau ditolak terlalu cepat oleh Kayla.
Dengan langkah pelan pria itu mendekati Kayla, dan juga ia membawa satu buket mawar merah yang terlihat sangat cantik. Dia sudah mengejar Kayla dari pertama kali mereka bertemu. Sang pria merasakan tanda cinta jika berada didekat Kayla. Ia rasa dia benar-benar sudah terpikat dengan Kayla.
"ekhemm, cie yang di tembak" ejek Rara, lalu dia memundurkan langkahnya beberapa langkah untuk membiarkan mereka berdua lebih leluasa. Juga agar tidak malu.
Dengan wajah kesalnya Kayla ingin segera mengakhiri drama ini. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan pria satu ini, sudah beberapa kali ditolak olehnya masih saja bersikeras untuk mengejar Kayla. Mungkin kurang lebih 2 tahun dia sudah mengejar Kayla selama ini.
Pria itu mengambil posisi didepan Kayla dengan menekuk kakinya dan menyerahkan satu buket bunga.
"gue mohon sama lo beri gue kesempatan buat jadi cowo lo" terangnya
"lo udah tau jawabanya, gue belum mau ngejalani hubungan baru" ucap Kayla.
"gue tahu Kay, tapi gue bener-bener tulus sama lo"
"gue sayang sama lo!!"
"tapi gue ngga, berapa kali gue bilang ngejauh dari gue" cetus Kayla
"gue bakalan ngejauhin lo kalau lo udah bener-bener nikah sama orang yang lo cintai didepan gue" elak si pria
"Zean, gue bilang jauhin gue!!" tegas Kayla.
Segera ia menepis bunga yang akan diberikan Zean kepada Kayla. Lalu akan pergi melangkah meninggalkannya. Namun Zean tidak akan membiarkan wanita pujaan hatinya pergi begitu saja. Ia akan benar-benar berusaha untuk meluluhkan hatinya.
"gue mohon" Zean menarik tangan Kayla dan membawanya kedalam dekapannya. Dan dengan keras Kayla mendorong Zean.
"maaf lo berhak bahagia sama cewe yang lain"
"bukan berarti harus gue"
"ngga, gue maunya lo"
"lo harus jadi milik gue, apa pun itu alasannya"
__ADS_1
"gue bisa ngelawan satu dunia demi lo, apa pun gue lakuin demi lo" ucap Zean serius.
Kayla tersenyum dengan penuturan Zean itu, benar-benar mirip dengan omong kosong milik Kevin.
"termasuk ngga ninggalin gue suatu saat nanti?" sela Kayla
"gue ngga bakal ninggalin lo" Zean menatap manik Kayla yang benar-benar tidak bisa membuka hatinya lagi untuk orang lain.
"bullshit" batin Kayla
"gue ngga yakin pasti suatu saat lo juga bakalan ninggalin gue" ucapnya.
"gue bukan dia!!" tegas Zean
Kayla tercengang dengan apa yang dikatakan Zean. Walaupun ia tahu perpisahannya dengan Kevin bukan salah Kevin sendiri, ini adalah takdir.
"percaya sama gue"
"maaf Zean, gue belum bisa nerima orang baru"
"gue bakal nunggu lo!!" sela Zean
"perasaan gue masih sama buat Kevin"
"rumah gue hancur, hati gue udah ngga kuat buat mencintai orang setelah dia" Kayla menundukkan kepala dengan penuturannya sendiri.
"gue bisa memperbaiki apa pun yang rusak didalam hati lo, bakal gue isi dengan yang baru!!"
"tapi gue ngga bisa maksa perasaan gue sendiri Zeann"
"lo bisa nyerah dari sekarang" ucapan Kayla seperti kata akhir bagi Zean.
Zean melepaskan genggaman tangannya dari Kayla. Dia benar-benar bersikukuh untuk tidak mau menerima parang baru. Mungkin sulit bagi Kayla untuk bisa menerima takdirnya.
"Kayla sekarang lo ngomong sama gue, gue harus jadi apa biar layak jadi cowo lo"
"lo ngga harus jadi orang lain buat dicintai"
"tetep jadi Zean yang kaya gini, jangan berpikir buat berubah hanya karena gue" setelah mengatakan itu Kayla benar-benar berbalik dan melangkah meninggalkan Zean.
Dengan perasaan kecewa Zean memandang kala pergi dari hadapannya.
"gue ngga bisa terus-teruan memberi harapan palsu sama lo Zean"
__ADS_1
"gue masih terikat sama masa lalu gue"
"gue ngga mau lagi mengalami fase dimana gue harus kehilangan orang yang gue cintai" batin Kayla
Dan dengan itu Kayla benar-benar meninggalkan Zean diparkiran dan jalan bersama Rara. Dia tidak ingin membuat orang lain tersakiti hanya karena terus tertolak olehnya. Ini mungkin kalian yang terbaik bagi mereka berdua.
"bro, mau sekeras apa pun lo cinta sama dia kalau bukan lo yang dia mau itu percuma" teman Zean berusaha menyemangatinya.
"gue bodoh, bahkan di saat lo mencintai yang lain gue tetep cinta sama lo" gerutu Zean
Rara mengejar langkah Kayla yang tergesa-gesa, bukannya seneng ada confes malah cemberut. Seolah-olah Kayla sudah tidak memperdulikan seseorang setelah Kevin.
"lo kenapa si" cetus Rara
"apanya"
"lo aneh deh bukannya seneng malah marah kaya gini"
"gue ngga suka bikin orang sakit hati gara-gara gue, dia udah lama gue tolak tapi masih aja keras kepala" terang Kayla
"bagus dong berarti ada orang yang lebih tulus sama lo dari pada Kevin" Rara asal ceplos.
Kayla memberhentikan langkahnya mendengar penuturan Rara yang tak enak di dengar olehnya.
"jika ngga sama Kevin maka ngga sama siapapun" tegas Kayla yang membuat Rara berkedik ngerti karena ia menekan semua kata-katanya.
Membuat Rara sedikit takut, bagimana dengan masa depan Kayla jika dia tidak mau membuka hati untuk orang lain. Tidak mungkin kan dia akan jomblo untuk selamanya. Mungkin kapan-kapan Rara akan menghasut Kayla untuk mencoba jatuh cinta lagi.
"Kay, gue kasih tahu sama lo"
"setiap orang pasti bakal dateng dan pergi dari hidup lo" ucap Rara sambil merangkul pindak sahabat sedari kecilnya itu.
"termasuk gue, suatu hari nanti gue pasti bakal ninggalin lo entah karena keadaan ataupun maut"
"ngga akan gue biarin" cetus Kayla.
Yang membuat Rara tersenyum lebar melihat sifat keras kepala miliknya.
AT THE MOMENT
"wah parah lo Kay" ucap Rina
"udah lah belajar ikhlas" sambung Vallen
__ADS_1
Dengan ucapan itu Kayla hanya bisa menghembuskan nafasnya, ia belum benar-benar bisa melupakan Kevin. Dia masih menjadi satu-satunya dihati Kayla sampai kapan pun.