Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Overdosis


__ADS_3

"jadi apakah saya boleh tahu obat apa saja yang dikonsumsi oleh pak Hendra?" tanya pak dokter


"memang dia mengonsumsi seberapa banyak?" tanya Ratna balik


"saya tidak yakin mungkin pak Hendra mengonsumsi lebih dari 5 jenis obat dan salah satunya mungkin ada obat yang salah atau bukan obat yang dianjurkan oleh dokter ataupun suster" terang dokter.


"bagaimana dia sampai seceroboh itu!!" ucap Ratna dia mengerutkan dahinya. Bagaimana bisa anaknya membahayakan nyawanya sendiri.


Apakah karena sudah tidak ingin hidup lagi dan mau menyusul istri pertama. Setahunya Hendra tidak mungkin segila itu.


"nyonya, saya hanya bisa berpesan seharusnya anda lebih memperhatikan anak anda sendiri walaupun dia sudah besar dia juga masih butuh bimbingan orang tua"


"saya perkirakan dia mengalami kejadian yang membuat dia sangat terpukul dan membuatnya hingga seperti ini"


"saya pikir juga seperti itu, namun dia tidak mau membagikan penderitaan itu kepada orang lain"


"hikss... hiks..., dokter apakah dia menyiksa dirinya sendiri selama ini" tanya Ratna


"seharusnya tidak, karena jika benar seharusnya ada banyak bekas luka ditubuhnya tetapi tubuhnya bersih hanya saja dia tidak bisa mengendalikan untuk meminum obat diluar dosis" terang dokter


"jadi bagaimana dia bisa bertahan selama ini?" tanya Ratna lagi.

__ADS_1


"saya hanya bisa menebak bahwa dia menyakiti orang lain untuk melepaskan emosinya" tebak dokter dengan membenarkan kaca mata.


Lalu Ratna terdiam, siapa orang yang selama ini yang selalu menjadi barang untuk melampiaskan emosinya itu. Dia benar-benar terlihat bodoh karena tidak mengetahui apapun tentang anaknya sendiri, bahkan sekarang dia merasa gagal menjadi seorang ibu.


Selang beberapa menit Tantri datang dengan tergesa-gesa kedalam ruangan.


"apa yang terjadi kepada mas Hendra" pekiknya


Dokter dan Ratna memalingkan wajah melihat sosok Tantri yang tak karuan. Mereka bisa mengira bahwa ada yang terjadi kepada Tantri padahal dia habis menghancurkan barang-barang karena emosi.


"aku mau kau mencarikan pendonor untuk suamimu!!" perintah Ratna


"namun kalian hanya punya waktu sehari ini saja, dia benar-benar kritis" ucap sang dokter membuat Ratna kini syok bagaimana dia bisa mencari pendonor dalam waktu sesingkat ini. Apakah ada yang mau mengorbankan nyawanya demi anaknya.


"segera pergi kita hanya punya waktu 13 jam saja" cetus Ratna


Dengan tergesa-gesa juga kini Tantri pergi dari ruangan, dia ingin menjalankan tugas dari sang ibu mertua.


Dia terlihat sedang mencari ponsel di tasnya. Tantri segera menghubungi anak buahnya untuk menaikkan pendonor.


"sebagian dari kalian pura-puralah untuk segera mencari pendonor jantung untuk suamiku"

__ADS_1


"yang lain tugas kalian membunuh anak sialan itu" tegas Tantri di sebrang telfon


Mereka menjadi dua kelompok 3 untuk membunuh yang 4 mereka mencari pendonor sesuai dengan permintaan Tantri.


Sudah ada beberapa jam anak buah Tantri menunggu waktu yang pas untuk membunuh Alisha. Ada Bobi yang selalu disampingnya dan juga hotel yang ditempati sangat dijaga ketat.


Waktu sudah menunjukkan sore hari, Alisha masih berada didalam kamar tidak ingin keluar karena mungkin dia masih terpukul dengan kejadian waktu itu. Sesuai dengan dugaannya dia juga sedang menjadi trending topik dimana-mana, ia manusia biasa jadi dia juga merasakan yang namanya malu.


"Alisha apakah kau tidak lapar" teriak Bobi dia mulai khawatir karena sedari pagi All belum makan apapun dia mengurung dirinya seharian dikamar setelah pulang dari bar malam itu.


"tidakk kau jangan memaksaku!!" pekik Alisha


"tch, sangat susah membujuk anak beban satu ini" cetus Bobi


"heii ku pesan kan makanan kau makan lahh" pekik Bobi dari luar pintu.


Lalu dia pergi berjalan keluar untuk mulai mencari makanan diaplikasinya, namun tidak ada yang cocok jadi dia memutuskan keluar saja untuk mencari makan sendiri.


Beberapa menit setelah kepergian Bobi, All mendengar ada seseorang yang mengetuk pintu karena Bobi lama tidak membuka jadi dia sendiri yang keluar untuk membukanya.


Sebelum itu dia melihat dulu siapa yang datang, ternyata dia adalah kurir pengantar makanan.

__ADS_1


"ck kenapa dia tidak mengambil pesanannya sendiri" keluh All lalu segera membukanya.


__ADS_2