
Disisi lain Tantri benar-benar sudah geram berkali-kali ia menelfon utusannya untuk membunuh All tetapi tidak juga diangkat. Hari juga sudah mulai gelap, Ratna sedari tadi juga mencari sorang pendonor namun na'as tidak ada yang mau. Sungguh sangat susah sekalinya ada yang mau namun jantungnya juga tidak sehat dan mereka juga butuh kecocokan.
"kalian kembali ke kediaman Hendra, masuk keruang kerjanya dan carikan saya obat yang selama ini ia konsumsi bawa semuanya jangan sampai ada yang terlewat" perintah dari Ratna tadi sore kepada bawahannya
Ratna sangat ingin tahu obat apa saja yang di konsumsi anaknya itu. Ia juga ingin tahu kenaoa anaknya bisa sampai salah mengonsumsi obat.
Tantri tahu ibu mertuanya akan memeriksa obat-obatan yang di konsumsi oleh suaminya, sebisa mungkin ia menyembunyikan sesuatu ia juga terlihat menghalangi bawah ibunya agar Tantri mempunyai waktu untuk melakukan sesuatu.
"nyonya tolong minggir sedikit, kami akan masuk" ucap salah bawahan Ratna
"biar saya saja yang mengambilkan obat tersebut"
"saya tahu dimana tempatnya" ucap Tantri sebisa mungkin dia menyakinkan para suruhan ibu mertuanya.
"ini tugas dari nyonya besar biar kami saja yang mengambil dan nyonya hanya perlu memberitahu dimana letaknya"
Agak lama mereka berdebat dan akhirnya Tantri kalah, para bawahan itu dibiarkan masuk oleh Tantri dan secara terpaksa dia memberi tahu dimana letak tempat obat tersebut.
Benar apa yang dikatakan oleh dokter ada 5 macam obat yang dikonsumsi oleh Hendra. Setelah mendapat benda tersebut bawahan Ratna segera pergi dari kediaman Hendra dan segera ke rumah sakit untuk menyerahkan kepada Ratna.
"sial, apa pun caranya aku harus menukar obat itu!!" batin Tantri.
Kini dia dalam masalah besar, dia benar-benar panik. Dirinya mondar-mandir sambil mengigit kukunya dan memikirkan bagaimana dia mencegah ibu mertuanya memeriksa semua obat itu. Atau menukar dengan yang lain.
__ADS_1
Dan tanpa pikir panjang Tantri segera menyusul para bawahan itu ke rumah sakit. Setibanya disana Ratna masih memegang obat itu sama sekali belum di periksa. Karena dokter yang dia percaya sedang melakukan operasi. Ini kesempatan Tantri untuk mengambil obat tersebut.
Obat yang selama ini membuat Hendra selalu kecanduan untuk mengonsumsi obat-obatan lebih banyak. Dan membuatnya sampai-sampai overdosis, dan ini juga memengaruhi jantungnya yang lemah itu.
"buu, apa kau lelah?"
"kau bisa istirahat sebentar jika dokter sudah selesai aku kan membangunkan mu" ucap Tantri
"tidak aku akan menunggunya" sela Ratna
"buu kau juga harus menjaga kesehatan, jika kau sampai kenapa-kenapa aku akan sedih cukup mas Hendra saja yang sakit" terang Tantri
"aku tidak selemah itu" elak Ratna
"buu fisik mu memang terlihat masih sehat tapi mungkin ragamu butuh istirahat biarkan istirahat sebentar aku akan membantu mu menjagakan mas Hendra"
"biarkan aku disini, aku tidak lelah jika aku lelah aku bisa istirahat sendiri" cetus Ratna.
"sial nenek satu ini sangat keras kepala" batin Tantri.
"aku harus menggunakan cara apa lagi agar nenk ini mau melepas obat yang ada di tangannya" batinnya.
Tantri hanya bisa melihat Ratna terus memegang erat kantong plastik yang berisikan obat mas Hendra tersebut.
__ADS_1
"Taysa bantu mamah" kini dia harus mengorbankan anaknya untuk bisa mengambil obat itu.
Secara neneknya itu sangat sayang kepada Tasya, dia pasti mau istirahat dan melepas kantong plastik itu jika Taysa yang meminta.
"nekk, kau terlihat sangat lelah biarkan tubuhmu beristirahat" ucap Taysa sembari mendekati neneknya dan duduk disampingnya.
"Taysa nenek tidak lelah kau saja yang istirahat"
"nenek tahu mental mu pasti hancur, nenek akan membalaskan apa yang terjadi padamu waktu itu" ucap Ratna.
Mendengar itu kini Tantri mempunyai ide yang cemerlang.
"Taysa mamah juga sudah menawari nenek mu untuk beristirahat, jika dia tidak mau biarkan mungkin dia lebih mengkhawatirkan mas Hendra dari pada kesehatannya sendiri" terang Tantri.
"kau pulang lah dan beristirahat biarkan mamah dan nenek disini menunggu ayahmu"
"kami juga sedang menunggu pendonor bagi ayahmu"
Setelah Tasya pulang kerumah, jujur ia sangat capek ia juga masih kecewa dengan kejadian waktu itu. Sama seperti Alisha namanya juga menjadi trending topik diberita. Bukan hanya All Tasya juga mendapatkan kecaman dari pulbik. Ada sebagian orang mengira Tasya lah yang keterlaluan terhadap kakanya sendiri. Juga dia sendiri yang memulai masalah, mungkin Alisha datang dengan maksud baik. Tasyanya saja yang terlalu takut calon suaminya akan berpaling darinya.
Pernikahan itu juga terjadi bukan karena cinta namun karena sebuah kesepakatan, jadi wajar saja jika Tasya takut jika Elgara akan tiba-tiba membuat keputusan yaitu membatalkan pernikahan karena Alisha sudah ada. Ia tidaj mau kehilangan seseorang yang dia cintai setelah ayahnya. Dia tidak ingin kalah dari Alisha.
"apakah sudah ada pendonor" tanya Ratna dengan suata yang lesu
__ADS_1
"belum bu, sangat sulit untuk mencarinya" ucap Tantri dengan wajah tidak gembira namun hatinya sebaliknya.
"tck dasar anak buah tidak berguna, aku sendiri yang akan mencarikan sebuah pendonor" kini Ratna sudah tidak bisa sabar dia sendiri yang akan turun tangan.