Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Kembali ke rumah Elgara


__ADS_3

Pada pagi hari senin ini yang cerah, All masih setia dengan selimut disekujur tubuhnya ia enggan beranjak dari tempat tidur. Hari ini ia memang ada les namun itu terjadwal pada siang hari.


"huftt harusnya liburan ini gue healing" keluhnya


"emm" ia menggeliat dari tempat tidur untuk bangun.


Hari ini ia sebernarnya malas pergi dari rumah namun ia harus ke apotek untuk menanyakan obat apa yang sekarang wda ditangannya.


Pada pagi ini juga si Tasya sedang merengek kepada sang mamah untuk diperjodohkan secepatnya dengan Elgara.


"mamah gimana si bukannya waktu itu udah kerumah Kak Ell"kesalnya


"mamah udah ke sana sayang tnte Rindi bilang nunggu Elgara yang jawab" Tantru menjelaskan.


"tapi mah itu udah lama banget msa si kak Ell mikir selama ini"gerutunya.


"mahh sekarang ke rumah tante Rindi lagi yukk, Tasya ikuttt".


Dan apa boleh buat Tantri mengiyakan perkataan anak kesayangannya.Hari ini juga mereka datang ke rumah Elgara dan Rindi. Tanti juga membawakan buah tangan untuk calon besannya. Ia berharap mereka tidak menerima penolakan dari Elgara.


Tok tok tok....


Rumah Ell diketok oleh tantri jantung Tasya sudah tidak karuan ia berfikir bahwa pasti ia tidak akan ditolak oleh kak Ell secara dia juga lebih cantik dibandingkan kakanya.


"gue bakal rebut orng kesayanganlu satu persatu" batin Tasya.


Pintu dibukak oleh Ell.


"cari mamah tante?" tnya Ell


"iyaa tolong di panggilin"


Ell membawa Tantri dan Tasya masuk dan mempersilahkan untuk duduk.


"siapa Ell?" tnya Rindi yang sedang asik memoles wajahnya dengan riasan dikamar


"dicariin sama Tnte Tantri mah" ucp Ell


"owh yudh sebentar lagi mamah turun"


Setelah mengucapkan pada mamahnya Ell pergi kedapur karena ia tadi sedang memasak. Rindi tau jika masakan yang dibuat kan oleh anaknya itu selalu enak dilidahnya. Sekarang sudah musim liburan jadi Rindi ingin anaknya selalu memasakkan untuknya. Tapi tidak jika membuat kue.

__ADS_1


"gimana Rinn udah ada kabar sma Ell?" tnya Tanti


"maaf ni sebelumnya, aku belum ngomong sma anakku"


"aku nggak mau dia nerima perjodohan ini karena terpaksa"


"jadi silahkan kalian tanya sendiri sama anaknya" ucap Rindi.


"kalo gitu biar aku yang ngomong sama Elgara" sela Tantri.


"Elll" pnggil Rindi, Ell yang mendengar namanya disebut lngsng memberhentikan aktifitasnya dan menemui seseorng yang memanggil namanya


"gimana mah"tanyanya.


"sini dulu tnte Tantri mau ngomong sama kamu"


Ell memposisikan dirinya di dekat mamahnya, ia siap mendengar apa yang akan dikatakan oleh Tantri itu.


"Ell jadi gini, tujuan tante kesini mau ngejodohin kamu sma anak tnte" terang Tantri


Ell terkejut kanapa tiba-tiba Tasya mengiginkan berjodohan denganya. Sementara mereka berdua saja tidak terlalu dekat.


"maaf sebelumnya tnte Ell sama Tasya nggak terlalu dekat" jujur Ell.


"iya kan Taysa" ia berbicara sambil melihat anaknya


"iya, kak Ell juga bisa bantu Tasya buat belajar" jawab nya antusias karena tidak melihat penolakan di wajah Elgara.


"sekarang gue menang, gue yang bakal dapetin kak Ell"batin Tasya


"tapi Ell udh punya seseorng dihati Ell" ucpnya, ia berdiri dari tmpt duduknya dan pmit undur diri


Bagai disambar petir di siang hari Tasya kaget bukan main. Ekspresi wajah Ell gara dengan yang dikatakan beda jauh. Ell tadi berekspresi tidak menolak kenapa yang dikatakan ia menolak Tasya. Ell berusha sesopan mungkin untuk menolak perjodohan ini. Namun yang namanya penolak. pasti terasa sakit.


Setelah mendapatkan jawabn yang tidak menyenangkan Tantri pamit undur diri.


"kenapa bisa cewe yang secantik gue malah jadi upik abu didepan kak Ell" geramnya sepanjang perjalanan


"apa istimewanya Alisha sampai² kak Ell tergila-gila sama dia" bencinya bertambah pd sang kaka


Setelah sampai dirumah Tasya langsung saja berlari keatas kamarnya dan menutup pinti sekerasnya. Ia mengnci pintunya dari dalam dan menangis sekeras-kerasnya. Tantri khawatir anaknya akan melakukan yang tidak-tidak, ia menyusul anaknya ke lantai atas.

__ADS_1


Tantri terus menggedor-gedor pintu kamar Tasya.


Prangg


Suara benda-benda pencah didalam kamar Tasya. Kekhawatiran nya menjadi-jadi sekarang Tantri tidak mau sampai-sampai anaknya melakukan yang tidak-tidak hanya karena di tolak.


"nakk mama mohon kamu jangan ngelakuin hal yang enggak-enggak "


"mamah bisa nyariin cowo yang lebih dari pada Elgara" bujuk Tantri


"nggak mauu"


"mama pergi dari sini" bentak Tasya


"Tasya cuma mauu kak Elll bukan yang lain" tangis nya makin menjadi.


Suara benda-benda pecah makin bnyak membuat nyaring seisi ruangan. Tantri sudah berusha membujuk dengan kata-kata yang ada di benaknya. Ia ingin mendobrag pintu kamar anaknya namun tidak kuat.


Sudah lama ia berteriak memohon kpd Tasya agar membukakan pintu kamarnya itu. Tantri lelah akhirnya ia memutuskn untuk menelfon suaminya agar pulang untuk membantunya membujuk Tasya. Kini Tantru sudah menangis didepan kamar Tasya.


"nakk mamah mohon bukak pintunya, mamah nggk mau smpai kamu kenapa-kenapa" bujuk Tantri lagi.


Jujur ia tidak pernah melihat Tasya smpai seperti ini karena ini baru terjadi pertama kalinya. tantri bingung kalimat apa lgi yang akan digunakan untuknya membujuk sang anak.


Sampi akhirnya Hendra pulang kerumah dan bergegas naik keatas.


"mass" rengek Tantri


"Tasya bukak pintunya"pinta Hendra


"pahh aku nggak mau kalian semua pergii" usir Tasya


"aku nggak mau yang lain aku mau kak Ell pahh"


"buka dulu papah mau ngomong sma kamu"


Hendra juga mengeluarkan kata-kata sedikit demi sedikit untuk membujuk Tasya. Dan akhirnya ia bersedia membukakan pintu kamanya. Hendra membawa anaknya itu dalan pelukannya. Ia bisa melihat luka sayatan di tubuh sang anak. Tantri yang melihat anaknya begitu banyak luka hanya bisa menambah derai air matanya. Ia bersyukur bahwa Tasya masih amu membukakan pintu.


"pahhh" rengek Taysa


Hendra menghembuskan nafas kasar, apa yang dilakukan anaknya ini. Bagaimana bisa melakukan hal gila seperti ini. Jika ibunya tahu cucu kesayangannya kenapa-kenapa maka yang bersalah otomatis adalah Alisha.

__ADS_1


Hendra mengeratkan pelukanya, ketika memeluk Tasya kini ia teringat pada Alisha. Anaknya yang satu lagi yang terlahir dari sosok perempuan cinta pertamanya. Ia sadar bahwa ia tidak pernah memeluk Alisha sedari kecil bahkan Hendra pun tidak ingin pernah mengetahui bagaimana kondisi All.


__ADS_2