
Bibi setengah terkejut mendengar apa yang dikatakan bartender itu. Segera setelahnya ia bergegas menyusul Alisha. Mungkin all akan minum lagi sampai puas dan pingsan.
"All" Bobi merebut gelar yang entah ke berapa. Sesampainya disana Bobi langsung tahu wanita di pojok adalah All.
"lepasin" All menepis tangan Bobi sehat mungkin, ia ingin meminum itu lagi.
"stop gue bilang!!" nada Bobi tinggi, kali pertama ia membentak All. Membuat All kaget menundukkan kepala seraya meneteskan air mata.
"oke-oke gue minta maaf"
"All lo nggk seharusnya begini" Bobi berusaha untuk menenangkannya.
"kenapa gue harus kehilangan semuanya??"
"apa salah gue??" All mulai merengek
"All ini takdir, Tuhan mungkin sekarang lagi buat lo jauh sejatuh-jatuhnya"
"jadi lo harus ngelawan, lo harus bangkit dari sini"
"Bobi asal ko tau gue bahkan udah berusaha buat bangkit berkali-kali"
"tapi kenapa selalu kaya gini!!"
"ngk All lo harus coba lagi" Bobi memeluk All agar sedikit lebih tenang
"takdir gue nggk pernah bener"
__ADS_1
"selalu gue yang jadi mainan"
"hiks... hiks...."
Bobi terdiam dengan penuturan Alisha, entah apa yang sudah Alisha alami sebelum ia datang kesini.
"kenapa kak Ell ninggalin All?" dia mulai melantur
"Elgara?" batin Bobi
"Bobi dia-" All menjeda ucapannya untuk mengelap ingus
"dia mau ninggalin gue dan jadi milik orang lain"
"Alis gue tau cuma dia yang lo cinta"
"tapi apa salahnya buat menerima orang baru"
"rumah gue berantakan, gue cape ngenjelasin sama orang baru tentang gue" All menolak keras
"All lo jangan egois, lo harusnya kasih mereka kesempatan"
"gue ngga mau!!"
"ngga usah kaya gini, semua orang sama termasuk kak Ell"
"kali pertama dia kenal sama lo pasti juga ngk mungkin langsung kenal dekat sama lo kan??"
__ADS_1
"ngga usah paksa gue buat jatuh cinta lagi"
"semua butuh proses" Bobi memang kedua pundak All untuk meyakinkannya.
"tapi yang cuma gue mau kak Ell" batin All.
Malam ini sungguh lelah baginya, butuh satu jam bagi Bobi untuk membujuk Alisha agar ikut pulang bersamanya. Ia benar-benar keras kepala berdebat dengan All menguras banyak energi. Selalu saja ada jawabannya.
Dan pada malam ini All juga mengatakan akan hadir di pernikahan Elgara nanti untuk menjadi kado terakhir baginya. Semoga saja ia tidak ingat dan mengganti keinginannya. Jika ia kembali otomatis Tantri akan tahu bahwa Alisha masih hidup sampai saat ini. Bobi tidak mau ia celaka.
Semenjak kejadian itu membuat All sedikit mengurung dirinya, ia menjadi lebih pendiam dari sebelumnya. Bahkan tidak sesemangat hari-hari yang lalu. Mukanya pun selalu cemberut dan tidak ada senyum. Dia seperti bunga yang layu.
Tersisa 2 hari lagi pernikahan Elgara dan Tasya. Kini Tasya sedang berbunga-bunga, memikirkan bagaimana nantinya Elgara benar-benar akan menjadi suaminya dan mereka mempunyai anak-anak yang lucu.
Gaun pun sudah di pesan lama, acara ini dilaksanakan di gedung mewah. Biayanya pun tidak sedikit itu semua atas usul dari sang nenek.
"gue ngga mau gaun ini sampai rusak!!" bentak Tasya kepada pelayan.
"siap nona"
"tinggal 2 hari" batin Taysa
"gue harap semuanya berjalan lancar"
Mulai dari dekorasi, gaun, menu, dan juga termasuk sovenir pernikahan. Semua adalah atas perintah dari Taysa. Acara akan dimulai besok dan akan diadakan selama 5 hari berturut-turut. Akad nikah dilaksanakan malam hari, hari pertama malam kedua.
Besok acara dimulai, mulai dari hari pertama sampai hari terakhir Tasya sudah menyiapkan gaun yang berbeda-beda. Malam ini ia sungguh gugup sekali bahkan sampai tidak bisa tidur.
__ADS_1
"selamat tinggal kakakku sayang" ucapan terakhir sebelum Tasya memejamkan mata.
"dia milik ku bukan milikmu!!" tegas Tasya di dalam pikirannya.