
Dan akhirnya Alisha memutuskan untuk pulang kerumah. Ia takut jika dia sudah membuat kacauan dan tidak kembali maka ia akan mendapatkan hukuman lebih dari sang ayah maupun neneknya itu.
Dari keluarga ayah tidak ada yang menyukai All satu pun. Mereka hanya memperhatikan Tasya sedari kecil. Dan sekarang kedatangan cucu baru dan dinanti-nanti oleh keluarga besar, yaitu cucu laki-laki yang kedepannya akan menggantikan posisi Hendra. Aksara dia adalah seorang yang di ingin kan semua keluarga, tidak seperti dirinya bahkan sedari kecil tidak dianggap ada.
Pulang kerumah All mendapati semua barang sudah berserakan dimana-mana, ia tau siapa pelakunya. Tadinya All ingin masuk dengan diam-diam namun keberadaannya ketauan oleh sang nenek.
"akhirnya kamu pulang" ucap sang nenek dengan raut muka tidak suka.
"lihatlah karena hal bodoh yang kamu lakukan cucuku, dia yang menerima akibatnya" hardik sang nenek.
"dasar anak tidak tahu malu!!" ucap Tantri
"semua masalah datang hanya jika kau datang!!"
All tidak bisa menjawabi ia takut dirinya akan dikurung diruangan dimana disana sangat gelap bahkan tidak ada penerangan satu pun. Ruangan itu khusus buatan nenek Ratna, itu dibuat hanya untuk menyiksa Alisha.
Dulu saat nenek sedang tinggal bersama dengan keluarga kecilnya, nenek selalu emosi dengan apa yang di lakukan All. Seperti bermain seharian dengan Ell dan tidak mengajak Tasya sama sekali yang akhirnya membuat Tasya menangis, dia juga tidak boleh makan lebih dari 1 kali sehari. Dirinya juga sangat dikekang oleh sang ayah agar menjadi juara kelas.
Karena All dianggap sangat nakal saat kecil, mama Ratna membuat ruangan khusus All dirumah itu. Setiap All ketahuan mencuri makan diam-diam didapur, ataupun bibi ketahuan memberi makan diam-diam All, maka All yang akan dihukum dimasukkan keruangan itu selama waktu yang ditentukan. Dan tidak akan mendapatkan makanan sama sekali.
Maka dari itu saat All sedang dipenjara ia sendiri merasa kasihan kepada dirinya dulu yang selalu ditindas oleh keluarga sendiri. Dipenjara ia benar merasakan kesepian, namun penjara ini belum seberapa dibandingkan dengan kurungan neneknya waktu itu. Jika dipenjarakan All boleh makan dengan porsinya maka diruangan itu All tidak mendapatkan makan sama sekali. Dipenjara juga masih ada penerangan sementara diruangan itu tidak ada sama sekali. Membuat All jika keluar merasa buta akan cahaya karena terlalu sering melihat gelap.
"ngk lebih baik gue diem, gue takut gelap" batin All
Penderitaan All berakhir saat sang nenek pergi keluar negeri, namun tidak dengan siksaan ayahnya yang mengharuskan dia mendapatkan banyak luka disekujur tubuh.
"serahkan Elgara kepada Taysa" ucap Tantri
"sudah kubilang beberapa kali bahwa hanya Tasya yang pantas untuk Elgara bukan kamuu!!" bentak Tantri.
__ADS_1
"mahh kak Ell cuma mau sama All" kini All mulai berbicara
Ratna berdecak mendengar kata-kata yang keluar dari mulut All.
"sekarang dia sedang dibutakan oleh mu" hardik Ratna
"jangan bersaing denganku atau kau akan menerima akibatnya"
Hendra melihat 3 perempuan sedang berseteru dilantai bawah. Ia melihatnya dari atas, namun tidk berniat ikut campur.
"bukannya All sidah bilang, All akan menjaga milik All termasuk kak Ell" tegas All
Hingga satu tamparan mengenai pipi All yang mulus, itu ia dapatkan dari sang nenek. Sedari tadi Ratna sudah geram kepada All, dari tadi juga tangisan Tasya tiada henti-hentinya. Karena beberapa menit setelah mereka pulang dari acara, berita Tasya langsung menyebar. Membuat Tasya tidak punya muka jika keluar rumah karena isi beritanya yaitu 'sang adik ingin menikahi kekasih dari kakanya sendiri' kurang lebih begitu.
"apa-apaan berita ituuu" Tasya membanting guci yang berada disebelahnya.
"sayangg" teriak Tantri di depan kamar Tasya
"buu, aku takut jika Tasya akan melakukan hal gila" rengek Tantri
"tanang"
"kamu dobrak pintu ini" pinta Ratna kepada Alisha sambil menunjuknya.
All terdiam dia bingung, All seorang perempuan bagaiman bisa dia seorang diri mendobrak pintu yang terbuat dari kayu berkualitas.
Tapi setelah bentakan beberapa kali dari sang nenek akhirnya dia melakukan yang dipinta. 3 kali ia mencoba dan 3 kali juga ia gagal. Ia terus berusaha hinga kali ke5 gagal juga. All mulai merasakan sakit dibagian lengannya. Hendra melihat perbuatan putrinya itu namun tetap diam, ia tahu All tidak akan menyerah dengan apa yang sedang ia hadapi.
Sampai akhirnya All sudah tidak kuat untuk berdiri, kakinya gemetar begitupun dengan lengannya.
__ADS_1
"ckk! dasar lemah" hardik Tantri
bruggg suara pintu terbuka. Hendra menendang pintu itu hanya dengan satu kali tendangan.
Ratna dan Tantri segera berlari untuk melihat keadaan Tasya. Alangkah terkejutnya mereka berdua mendapati tangan Tasya yang penuh akan darah, dirinya menggores tangan sendiri dengan pecahan guci tadi.
Tantri menangis pilu melihat anak kesayangan itu harus menghadapi ini semua. Dan rasa bencinya terhadap All semakin bertambah.
"kauu lihat perbuatan anak mu itu mass!!" teriak Tantri
"sedari kecil ia hanya bisa mengganggu anak ku"
"diaa-" tunjuk Tantri kepada All yang hanya berdiri terdiam diambang pintu
"seharusnya kau membuang dia saat ibunya melahirkannya"
All tidak kuat menangis, ia tahu kata-kata dari sang ibu tirinya telah menggores luka di hatinya. Namun All tidak mengeluarkan satu tetes air mata. Begitupun Hendra dia hanya diam.
"kau adalah anak yang tidak diinginkan" hardik Rindi.
"bawa dia" pinta Rindi kepada para pengawalnya.
All dengan tatapan kosongnya menatap sang ayah. Dirinya seolah meminta pertolongan namun tidak bisa mengatakan. Ia hanya pasrah dibawa oleh kedua orang kekar itu.
Sama halnya All, Hendra menatap kepergian All hanya dengan tatapan kosong. Walaupun dirinya menantikan All berteriak meminta pertolongan kepadanya. Lalu Hendra pergi keruang kerjanya. Dimana dia akan merasa tenang.
Didalam ruangan itu Hendra mengutuk dirinya sendiri kerena tidak bisa menjadi ayah yang baik. Tidak ada seorang pun yang tahu bahwa sekarang Hendra sedang menggis pilu, ia teringat akam Alvina istri kecilnya itu. Walupun dulu dirinya pernah mengoreks informasi tentang apa yang terjadi kenapa Alvina melakukan perselingkuhan, namun tidak akan bukti yang valid. Ia kesusahan untuk mencari alsan sebenarnya. Mengakibatkan dirinya menyerahkan dan melampiaskannya kepada sang anak pertama.
Hendra mulai meminum obat untuk mencegahnya melakukan hal yang gila. Seperti biasa dia akan meminum obat lebih dari yang disarankan oleh sang dokter. Karena menurut nya jika ia meminum banyak pikirannya akan terasa lebih baik sesaat.
__ADS_1