Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Penyesalan Elgara


__ADS_3

Kini All sedang merenung dipojok selnya. Entah apa yang di pikirkan. Pikirannya memikirkan semua yang terjadi kepadanya sedari ia kecil.


"gue kaya boneka, gampang banget dipermainkan sama takdir" batin All.


Sementara sekarang Vallen dan yang lain sedang menikmati makan disebuah restoran, Rara juga ikut ia bosan dirumah sakit namun setelah ini ia harus kembali lagi.


Namun sepanjang mereka mengobrol hanya Kayla yang terdiam.


"lo masih mikirin All?" tanya Rara


"maaf ya karena gue dia jadi-" ucapannya terjeda Kayla


"ngk itu udah pantes kok" sela Kayla


"jadi lo mikirn apa?" tanya Vallen


"gue ngk habis pikir aja, ternyata waktu itu All benar-benar mau nyelakai Rara" terang Kayla


"gue bilang juga apa dia itu munafik, akhirnya ngaku juga kan" lanjut Rina


"emang yaa semua masalah itu berawal dari dia" ucap Vallen.

__ADS_1


"udah-udah jangan di bahas makanannya jadi di anggurin" ucap Rara.


Padahal yang sebenarnya terjadi jauh dari ekspetasi mereka. All juga bukan benar-benar mengaku, dia berbohong. Karena ia melihat sorot mata teman-temannya seolah-olah berharap ia masuk kepenjara. Dan yaa jika dia tidak mengaku bersalah, maka setelah ini Kayla lah yang dipenjara karena bersaksi palsu begitu juga dengan anak kecil yang Vallen bawa. Sebegitu sayang All kepada teman-temannya namun rasa itu tidak dibalas.


Hari ini Elagara mendapatkan surat dari pak kepala sekolah, ia tahu apa isi didalamnnya namun ia memilih untuk tidak membuka biarkan ibunya sendiri yang membuka. Bukan satu surat ia mendapatkan dua, yang satu ia akan menyerahkan kepada keluarga All.


tingg tongg... bunyi bell rumah Alisha


"kak Ell, ada apa?" tanya Tasya yang kebetulan membukakan pintu.


Ell langsung saja memberikan surat yang tadi dititip kan oleh bapak kepala sekolah.


"apa ini kak?" tanya Tasya lagi


"buat?"


"ortu lo"


Setelahnya Elgara langsung pamit pergi dia tidak betah berlama-lama dirumah itu. Serasa seperti neraka jika tidak ada Alisha.


Pulang dari makan di restoran Vallen mengantar anak kecil tadi pulang kerumahnya. Dan memberikan dia upah seperti apa yang ia janjika sebelumnya

__ADS_1


"sayang dapt uang dari mana?" tanya seorang wanita paruh baya kepada anak putri sulungnya.


"buu aku dapet uang dari kakak cantik"


"emang kamu ngapain?" tanya ibunya lagi dengan lembut.


Sementara Vallen berada diluar rumah anak kecil itu.


"dia cuma mau bantu saya bu" Vallen membuka pintu itu perlahan.


Kedua orang tadi melihat ke arah Vallen dan tersenyum. Vallen juga mulai menceritakan apa yang sudah dilakukan sang anak. Namun Vallen tidak berkata kepada sang ibu bahwa sang anak ia ajari untuk berbohong.


Tantri membuka surat dari Elgara tadi.


"ck ternyta dia dikeluarkan" gerutu Tantri


"emang dasarnya nyebelih kan mahh" ucap Tasya


Elgara merasa menyesal dia gagal melindungi All kali ini. Gara-gara dia kurang detail buat mecahin kaus All, sekarang All jadi dipenjara. Elgara tahu All takut sendirian.


"ngak apa-apa kamu udah berusaha" Rindi berusha menenangkan anaknya yang terlihat sangat merasa bersalah.

__ADS_1


"tapi mamm-" Ell mengelak


Rindi membawanya ke dalam dekapan. Rindi juga merasa sedih All haris dipenjara tapi mau bagaimana lagi. Jika dengan uang mereka tidak mempunyai banyak uang untuk bisa membebaskan All. Hendra sendiri juga tidak mau mengeluarkan uang untuk anaknya. Satu-satunya jalan adalah mereka harus bersabar dan membiarkan All menjalani hukumannya walaupun bukan salahnya


__ADS_2