
"saya sarankan agar bapak tidak mengonsumsi obat lebih dari apa yang disarankan oleh kami" tegas dokter sementara pasien hanya terdiam.
"kami peringatkan jika anda masih ingin hidup, maka dengarkanlah apa yang kami katakan"
"umur anda semakin pendek jika anda tidak bisa menghentikan kebiasaan buruk ini"
Setelah mendengar penjelasn kini ia mengerti umurnya tidak akan lama lagi. Maka ia harus segera memutuskan siapa yang akan menggantikan dia mengurus perusahaan nya.
"silahkan bapak tanda tangan" ucap asistennya
Hendra menandatangani surat itu. Yang berisikan jika dia sudah tidak ada didunia ini maka hak sepenuhnya perusahaan adalah milik All. Ia mempunyai ganguan kepribadian tidak ada yang dia percaya saat ini. Namun ia tahu All akan melanjutkan perjuangannya untuk terus merawat perusahaannya itu.
Bahkan Hendra tidak mempercayai Tantri dan Tasya sama sekali. Ia juga membuat surat bahwa jika kepemimpinan All sudah selesai maka akan digantikan oleh Aksara anak bungsunya itu.
Hendra berharap bahwa sifat dari Tantri tidak menurun kepada Aksara ia berharap bahwa sifat All lah yang akan turun kepadanya. Perusahaan ini adalah jerih payahnya sendiri, disaat orang tuanya tidak membiayai nya untuk membangun perusahaan jadi dia harus berusaha untuk mengajar cita-citanya dengan usahanya sendiri dan itu tidak mudah.
Selain itu orang yang selalu mendukung Hendra dari belakang adalah Alvina ia menemani Hendra dari 0 hingga kesuksesannya sekarang ini. Ia berharap bahwa sifat Alvina yang pantang menyerah itu mengalir pada tubuh Alisha.
Maka dari itu ia mempersiapkan semua dari sekarang ia mengharuskan All mempelajari semuanya dari sekarang sebelum ia sendiri pergi ke dunia lain. Setidaknya ia sudah membuat persiapan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Hari ini papah Ell sedang berada dirumah ia ingin mengatakan sesuatu kepada istrinya itu.
"mahhh" panggil Rival ayah dari Ell, Rindi mendekat kepada sang suami.
"perusahaan aku saat ini sedang tidak baik-baik saja" ucap Rival
"kalau begitu cari lah bantuan buknnya teman mu banyak?" saran Rindi.
Dan sekarang Rival tau ia harus meminta tolong kepada siapa, perusahaan yang sekarang sedang naik daun.
Lalu Rindi menenangkan suaminya itu yang sedang tidak baik-baik saja. Rival kecewa berat ia tertipu oleh orang asing, jadi sekarang perusahaan sedang di ambang kebangkrutan. Rindi hanya bisa menyemangati karena ia sendiri tidak tahu soal masalah seperti itu.
All kini teringat dengan ucapan papahnya waktu itu.
"apa gue cari kerja aja yaa?" pikir All
"emng apa maksud nya bals budi" batin All
"saya memberimu kesempatan untuk belajar sekali lagi namun tidak gratis" tegas Hendra
"maksud papah?"
"saya hanya berharap suatu saat nanti kau akan membalas apa yang sudah saya lakukan kepada mu" ucap Hendra lalu dia pergi begitu saja tanpa menjelaskan apa yang dimaksud dengan membalas perbuatan papahny itu.
Yang sampai sekarang masih menjadi pertanyaan bagi All, apakah dia harus membayar semua biaya yang dikeluarkan oleh ayahnya untuk menyewa guru pribadi untuknya. Hanya itu yang bisa ia pikirkan.
"okee kalo gitu All ngk bakalan ngecewain papah" senyum terambang pada wajah All kini ia merasa berguna bagi papahnya.
__ADS_1
"kira-kira gue cocok kerja apa yaa?" batin All
Sementara yang dimaksud oleh Hendra adalah agar suatu saat nanti All akan siap dengan keputusan yang Hendra buat yaitu menjadi penerus jika dirinya sudah tidak ada. Hanya saja Hendra tidak ingin mengatakan secara langsung, yang ia mau adalah agar All memahami apa yang dia katakan.
****
Hari ini adalah malam minggu, malam dimana para muda-mudi akan keluar untuk sekedar nongkrong atau berjalan-jalan bersama gebetan. Hal itu juga dilakukan oleh Rara dan Roii, setelah waktu itu sudah mengakhiri hubungan dengan Lea akhirnya ia pun kembali lagi dengan Rara. Hubungannya juga baik-baik saja selama tiga tahun terakhir. Itu menjadi pelajaran mereka berdua ternyata membangun sebuah hubungan tidak lah semudah mengakhiri hubungan.
"berapa bulan lagi kamu lulus?" tanya Roi, mereka berdua sekrang sedang nongkrong dipinggir jalan bersama pemuda-pemudi yang lain.
Karena hal ini lah yang disukai oleh Rara maka Rooi menurut dengan apa yang inginkan oleh Rara.
"ngk lama sekitar 2 bulan" jawab Rara
"gue cuma mau kita tunangan setelah kamu lulus" ucap Roii.
Karena dirinya juga merasa sudah mapan dengan kerjaannya gajinya cukup untuk membiayai mereka berdua. Ia juga siap lahir batin untuk terus mendampingi Rara.
"serius kak Roii mau jalani hubungan iita ke tahap selanjutnya?" tanya Rara
"gue yakin Raa" Roii menggenggam tangan Rara
Rara melihat manik mata Roii yang terlihat tulus ia tidak enak hati jika harus menolak.
"oke, tapi tunggu Rara lulus universitas dulu. Ngk apa-apa kan kak Roi nungu lagi?" tanya Rara ragu
"gue bakalan nunggu lo selama apa pun itu"
"mau sampai S berapa?" tanya Roii
"ngk tau nii kak, asal cukup aja biaya" jujur Rara
Lalu Roii mengajak Rara untuk ke mini market terdekat, karena Roii sedikit lapar ia ingin menyantap mie malam ini.
Rara masih didalam sementara Roii menunggu di luar dia sedang diparkiran, namun kenapa dunia begitu sangat sempit sekarang ia harus berpas-pasan dengan orang yang ingin ia lupakan selama 3 tahun ini.
"Lea" batin Roii
"gawat kenpa harus ketemu" gerutu Lea
"apa kabar?" tanya Roii, ingin tidak ingin memutuskan tali silaturahmi dengan Lea walaupun ia sendiri yang waktu itu melakukannya.
"baik" Lea hampir pergi namun dia menghentikan langkahnya karena pertanyaan dari Roii.
"kenpa semua sosmed ku di blok Lea?" tanya Roii
"gue cuma mau nenangin diri dari lo"
"gue ngk mau terus-terusan berada dalam bayangan lo" jujur Lea
__ADS_1
"dan gue masih berusaha buat ngelupain lo" batin Lea
Kini posisi Lea membelakangi tubuh Roii, dia bisa melihat Roii kesini bersama dengan Rara. Dia tidak ingin menganggu kebersamaan mereka berdua.
"gue tau gue egois, gue sendiri masih belum bisa ngelupain kamu Roi dan sampai sekarang gue masih bener-bener cinta sama lo" batin Lea. Ia sendiri tersenyum dengan kata-kata nya.
Rara melihat interaksi kedua orang itu, ia memilih menunggu sampai salah satu dari mereka pergi.
"kak Roii, Rara minta maaf karena waktu itu Rara bilang Rara masih membutuhkan kak Roi" batin Rara
"sementara Rara sendiri ngga mikir gimana perasaan kaka harus ngelepas orang yang menjadi obat kak Roii dari Rara"
"tapi andai waktu itu Rara ngga jujur bahwa Rara sendiri masih membutuhkan kak Roii, mungkin Rara ngk bisa sampai ke titik ini"
"karena disaat kak Roii ngga bersama Rara, Rara bahkn lebih lemah"
Interaksi antara Lea dan Roii hanya sebentar setelah itu Lea menghampiri temannya.
"udahh?" tanya Roii
"udahh yok ke rumah Rara"
Mereka berdua sengaja membeli mie dan makanan ringan karena ingin menonton film dirumah Rara malam ini, mereka akan menghabiskan drama lusa lalu yang tidak jadi mereka tonton.
"kenapa Lea?" tanya Naya
"e-ehh ngk" jawab Lea gugup
"ngk usah boong, lo kalo mau nangis, nangis aja ngk apa-apa"
"ngk ada yang ngelarang"
Seketika air mata Lea jatuh tanpa persetujuan darinya, seharusnya malam ini ia hilling tetapi malah ketemu mantan. Padahal dia sendiri mati-matian untuk berhenti mengepoi tentang kehidupan Roii. Dan walaupun mereka tinggal satu kota tetapi 2 tahun terakhir mereka berdua tidak pernah bertemu lagi setelah kelulusannya.
"ternyata, mau sehebat apa pun lo mencintainya jika masa lalunya datang kembali maka lo yang akan kalah" ucap Naya
"gue bener-bener iri sama Rara yang benar-benar ditreat sebaik mungkin sama Roii, sementara guee..." Lea mengusap air matanya
"sttt" Naya mengusap air mata Leaa
"Leaa, dengerin gue tapi kita itu dilahirkan untuk sendiri. Jadi buat apa kita masih mencari cinta"
"lo kuat lo sendiri udah cukup buat bersinar sendiri" Naya berusaha untuk mengibur Lea. Ia harap apa yang dikatakan akan berguna untk Lea.
Naya merasa iba karena baru pertama kali ia mendapati seorang wanita yang begitu tulus mencintai seorang lelaki yang bahkan cuma menjadikannya sebagai tempat pelampiasan bukan menjadikannya rumah tempat lelaki itu pulang.
"makasih selama ini lo udah mau nemenin guee" ucap Leaa
"santaii, besok kita masih harus cari kerja" ucap Nayaa
__ADS_1
"owh yaa, gue lupa kita masih nganggur" kini Lea mulai tersenyum kembali.
"Lea tulus, tapi tulus nya buat orang yang salah" batin Naya.