
All berjalan menuju ruang acara dengan Rara gugup dan malu. Ia rasa akan menemukan suatu hal yang mengejutkan malam ini. Jarinya tidak dapat berhenti berdebar kencang. Saat sudah sampai pandangannya tertuju kepada seorang pria yang selama ini ia rindukan. Sebenarnya matanya berkaca-kaca namun ia tahan mana mungkin ia ke menangis.
"kak Ell" batin Alisha.
Ia disuruh maju ke panggung dan menjelaskan kepada para tamu hal apa yang membuatnya bisa menjadi koki sehebat ini. Siapa orang berjasa yang telah membantunya menjadi seperti ini.
Disaat sedang menjelaskan matanya terus tertuju kepada Elgara, All mengira kak tidak akan menyadari bahwa itu adalah Alisha. Karena faktor pakaian, gaya rambut, dan gaya bicaranya berbeda dengan yang lalu. Elgara juga sama ia menatap Alisha terus-menerus, tapi dengan pandangan biasa saja itu membuat All mengira ia benar-benar tidak bisa di kenali.
Komunikasi mereka juga jarang sekali mungkin hanya sekitar satu bulan sekali bahkan dua bulan sekali. Mereka sibuk dengan dunianya masing-masing, tetapi walau begitu rasa dihati mereka tetap ada. Tidak pernah pudar entah apa yang membuat mereka berdua sebegitu yakin dengan takdir persatuan mereka suatu hari nanti.
Malam ini All termenung dibalkon ruang acara itu berlangsung, mereka semua sedang berdansa dan All sama sekali tidak berniat mengikutinya. Dengan tangan kanan yang memegang satu gelas anggur, ia sedang asik menatap pemandangan kota yang ramai malam ini.
"asing?" hanya itu yang ada dipikiran All saat ini.
"apa kak Ell bener-bener lupa sama All?" batinnya.
Dia seorang perempuan tentunya gengsi bangunnya untuk mendekati Elgara terlebih dahulu. Ia tidak ingin dianggap wanita murahan oleh orang lain.
"All" suara serak itu berada ditelinga All.
Karena tercengang All menumpahkan anggur itu ke kas lelaki yang ada dibelakangnya.
"maaf"ucap All sembari mengelap jas dengan tangannya. Namun tangan mungil All dihentikan oleh tangan kekar pemilik khas tersebut.
Karena lelaki tersebut lebih tinggi dari All dua mendongakkan kepalanya untuk sekedar melihat wajahnya.
"kak Ell?" ucap All lirih
Ell segera menjatuhkan kepalanya kepundak All. Ia terlihat lelah, All segera membawa Elgara keruangan pribadi milik Ell atas perintahnya.
__ADS_1
"kak Ell sakit?" tanya Alisha
"gue cuma cape" keluh Ell
Lalu All beranjak dari kursi ingin mengambil minum untuk Ell namun pergelangan tangannya dipengan oleh Ell.
"gue masih pengin ngeliat lo" , All menelan salivanya mendengar apa yang dikatakan oleh Elgara.
Ell membawa All kedalam pelukannya, sejujurnya All sangat merindukan pelukan ini sedari lama. Bagaimana hangatnya didalam pelukan kak Ell seperti pelukan ibu. Dan sentuhan yang kak Ell terasa sangat sangat lembut.
Namun tak disangka kak Ell malam ini akan mencium bibir All dengan sengaja. Itu hanya terjadi beberapa saat saja, membuat All bingung dengan apa yang dilakukan kak Ell tadi.
All memegang bibirnya yang tercium seraya tidak percaya dengan kejadian yang barusan. Karena first kiss nya diambil oleh kak Elgara.
"lebih baik first kiss gue buat All dari pada Tasya" pikir Elgara
"ekhmm" Ell berdehem melihat All yang sedari tadi bengong.
"gue nggk nyangka ternyata lo bisa jadi kini sehebat ini" puji Elgara
"ya karena All belajar!!" tegas All
"lo kenapa marah??"
"ngk All cuma ngga suka aja" seraya memalingkan wajah
"maaf, nggk lagi deh" Elgara memohon kepada All seraya memegang kedua telinganya.
"itu namanya ngga sopan!!" cetus All
__ADS_1
"kalo gitu balikin aja lagi biar kita impas!!"
Muka All langsung memerah dengan pernyataan Elgara tadi. Ia rasa ada banyak perubahan yang terjadi kepada kak Ell akhir-akhir ini. Sepertinya kak Ell juga tidak memiliki partner perempuan selain dirinya, itu sebabnya mungkin hormonnya naik. Saking lamanya tidak berinteraksi dengan para perempuan.
"jadi kak Ell kesini buat apa?" tanya All
"gue cuma ngerjain proyek dari papa"
"berhubung proyeknya disini gue jadi semangat kesini" terang Ell.
"kenapa bisa semangat?" tanya All
"lo" tunjuk Ell
"gue?" batin Alisha
"gue sebentar lagi bakal pulang"
"jadi gue mau minta waktu lo besok seharian"
"boleh??" tanya Elgara, Alisha tampak berfikir terlebih dahulu.
"boleh, All juga besok mau cerita banyak sama kak Ell" jawab All dengan senyum lebar di pipinya.
"kasih gue alamat lo, besok lo gue jemput"
Pertemuan malam ini membuat All puas, rindunya kini menurun sedikit. Dari penampilan dan fisik kak Ell tidak berubah sama sekali. Namun dari sikap sepertinya All bisa melihat kesepian yang mendalam di lubuk hati kak Ell.
Setelah kepergian All mungkin Elgara sedikit menutup interaksinya kedalam orang lain. Dia mungkin juga tidak ingin mengenal orang baru semenjak kematian Kevin dan kepergian All. Disana Ell lebih banyak berbicara kepada orang tuanya sendiri.
__ADS_1
Walaupun ada banyak orang yang mengaguminya Ell tidak pernah meresponsnya, mereka berbeda dengan All dan Kevin. Tidak ada yang bisa mengerti akan dirinya hanya tiga orang yang bisa membuat Elgara nyaman disampingnya. Selain ibu, All dan Kevin juga.
Elgara berharap setelah kematian dari Kevin, tidak akan ada yang meninggalkannya lagi. All cukup tinggal jauh tetapi jangan sampai menghilang selamanya dari nya.