Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Bola Basket


__ADS_3

Pagi hari sebelum berangkat sekolah, ia sudah mengemasi semua bola yang akan disita All di bantu bbi untuk meletakkan semua bola ke ruangan Hendra. Saat sudah selesai tugasnya ia berpamitan dan berangkat. Hari ini ia pulang sekolah telat karena ia mengikuti les yang di berikan sang ayah.


"All gue sama Rara duluan yahh" pamit Kayla


"bayy All"ucap Rara sambil melambaikan tangan


Sekarang waktunya ia pergi berangkat les, tempat les nya tidak jauh dari sekolahnya ia hanya butuh jalan kaki sekitar 25 langkah.


"All lo mau kemana?"tanya Ell


"kak Ell, All mau prgi les buat siap-siap UTS"


"tempat les lo dimana"


"nggak jauh kok dari sekolah, yudh All duluan yaa"pamit All, Ell hanya memandangi kepergian All


Alisha sebenarnya letih ia tidak sanggup akan belajar lagi, namun ia tau konsekuensi jika tidak menurut pada sang ayah. Ia tidak mau smpi ayahnya mengusir dia keluar dari rumah. Karena yang dia milki saat ini hnya ayahnya saja.


Sepulang dari les Alisha terkejut, ia panik bukan main ia langsung berlari menuju api di depan rumahnya. Karena ia pulang larut ia sudah melihat ayah, ibu, dan adikknya sedang asik membakar semua bola basket milik Alisha termasuk bola kesayangannya. Ia nekad ingin menyelamatkan salah satu dari bolanya, Alisha melihat bola pemberiaan tetangganya Ell belum sepenuhnya terbakar. Tangannnya hampir masuk kekobaran api namun di cegah oleh sang bbi.


"kalii ini salah All dimna pahh, kemauan papah udah All turutin semuaaa"ucpnya sambil menngis tersedu sedu


"bukan kah ayah mu sudah bilang jika kau sudh tidak boleh memegang bola, lalu kenapa kau menyembunyikan slah satu dari mereka"kata sang Tantri


"udah nurut aja, lo mau jadi anak durhaka!!"kata Tasya

__ADS_1


"tapi All cuma mau nyimpen bola itu sendiri pahh, All nggak bermaksud buat main basket diem-diem di belakang papah"


"saya tidak suka di bantah!!" Hendra melantangkan suaranya


"jika kau masih ingin tinggal disini patuhilah semua anturannya"


"jika kau tidak mau, silahkan pergi"


"papah kenapa sii, aku ini anak papah pahhhh, aku bukan orang lain yang harus menerima perlakuan kaya gini"ucap All dengan suara serak


"jika kau bukan darah daging ku, maka sudah ku buang sejak kau lahir"hardik Hendra ia tidak melihat posisi putrinya ia melihat kobaran api yang melahap semua bola.


"pahh kenapa papah nggak pernah anggep aku itu adaa, pahh aku ini putri papah, aku bukn orang lain"


"loo ituu cuman beban buat papah, kalau bukan karena lo anak kandungnya udah di buang


"kalau aku cuma bisa jadi beban buat papah, kenapa papah nggak bunuh aku aja dari lahir haaa"ucap All dengan nada tinggi


plakkk satu tanparan di pipi mulus Alisha


"saya juga tidak menginginkan anak sepertimu lahir di dunia ini"ucap Hendra sambil menatap tajam putrinya.


FLASHBACK


"mas jika nanti anak kita lahir aku ingin kau menyayanginya dengan sepenuh hati"ucap sang wanita paruh baya.

__ADS_1


"aku akan menyayanginya jika kau ada bersama kita"ucap Hendra sambil mengelus perut yang sudah besar itu.


Hendra lebih menyayangi sng istri, ia cinta pertamanya parasnya begitu cantik, ia juga wanita yang benar-benar tulus mencintai Hendra. Alvina Anindiata nama seorang wanita yang memikat hati Hendra Dirgantara. Baginya Alvi itu seorng yang sempurna, ia mau menemaninya dari nol sampai ia sukses. Itu yang membuatnya benar-benar mencintai sosok Alvi.


Tantri juga merupakan rekan kantor Hendra dan juga Alvi mereka bertiga teman dekat. Tntri mengenal Hendra dikarenakan Alvi. Tantri tidak munafik, pertama kali mengenal Hendra ia dibuat kagum dengan parasnya yang ganteng bak artis papan atas.


Pada saat hari-hari mau malahirkan sang anak kondisi Alvi drop ia dibawa langsung oleh Hendra dari hotel ke rumah sakit. Setelah dua jam menunggu akhirnya bayipun keluar, ia seorang bayi perempuan yang begitu catik paras nya. Hendra tidak ingin mengendong putrinya, terlebih dulu ia ingin memeriksa tes dna apakah itu putrinya atau putri selingkuhan istrinya. Yah Alvi ketahuan sedang selingkuh di hotel. Pada malam itu Hendra memergoki Alvi sedang bersama seorang pria paruh baya tidur bersama tnpa menggunakan sehelai benang pun.


Saat Hendra sedang di perjalanan pulang ia mendapakan kabar bahwa salah satu karyawan dihotelnya melapor melihat sang bu Boss berjalan dengan laki-laki lain. Hendra sempat tidak percaya sampai pada akhirnya sang karyawan memperlihatkan sebuah video. Hendra sekarang diluapi emosi ia membanting stir dan melaju sangat cepat untuk sampai di hotel. Pikirannya kacau, sesampainya disana ia mendorbag pintu dan ia melihat istri kesayangannya sedang tertidur pulas di diranjang dengan laki² lain.


"Bugh" satu pukulan mendarat di wajah laki² itu. Ia menghajarnya dengan membabi buta.


Alvi yang tadinya tertidur pulas bangun terkejut mendengar keramain. Ia ditambah syok karena dirinya tidak memkai sehelai benang pakaian. Ia segera menutupi tubuh mungilnya dengan selimut. Ia mengampiri suaminya yang sedang dilanda emosi, ia sendiri tidak tau apa yang sedang terjadi.


"mas kamu kenapa?"ucap Alvi sambil memegang pundk sang suami. Kini posisi Hendra sedng di atas sang laki² selingkuhan Alvi, ia masih memukulnya dengan membabi buta.


"mbakk tolong cepat panggilkan polisi"teriak Alvi kepada slh satu karyawan. Ia berusaha menengkan suaminya itu. Ia berusaha memegang tangan suaminya untuk menghentikan nya. Alhasil dia terdorong kuat oleh suaminya sendiri dan memnyebabkan pendarahan. Hendra segera bangun dari tempatnya. Pikirannya kacau saat ini ia benar-benar bingung.


"basic *****"hardik Hendra kpd Alvi ia tidak tahu kenapa suaminya sampai semarah itu dan mengatainya. Beberapa saat kemudian ia pingsan karena kebanyaakn mengeluarkan darah.


Saat sudah pasti bahwa anak yg di kandung oleh sang Alvi adalah anaknya. Hendra membawa anak perempuan itu pergi karena ia adalh darah dagingnya.


"aku akan mambawa pergi anak ini jauh dari ibu sepertimu"ucap Hendra saat Alvi masih dalam keadaan koma.


Saat ingin pergi kondisi Alvi kritis, semua dokter dikerahkan, Hendra tidak bisa menyembunyikan perasaan khawatirnya. Ia munafik jika ia mengatakan tidak khawatir pada istri kecilnya. Ia menunggu di ruang tunggu dan sampai pada akhirnya Hendra mendengar berita bahwa Alvi sudah tidak dapat ditolong. Disaat seperti ini ada orang di balik semuanya yang sedang tertawa bahagia mendengar berita kemenangannya.

__ADS_1


Pada saat itu juga ia tidak ingin melihat jenazah sang istri ia pergi begitu saja. Ia pulang kerumah dan ia juga sudah mengatakan kepada sang dokter jika anaknya sudah bisa di bawa pulang tolong untuk mengabarkannya. Dan dia juga memberikan alamat rumah orang tua sang Alvi agar jenazahnya disemanyamkan di tempat lahirnya.


Yang membuat Hendra begitu mebenci Alisha adalah parasnya yang mengingatkannya pada istri kecilnya. Pada saat itu sungguh Hendra bisa memaafkan perbuatan istrinya. Namun saat Hendra mendengar penjelasan dari sang laki-laki selingkuhan istrinya ia benar-benar tidak habis fikir dan saat itu juga ia memutuskan untuk tidak akan pernah memaafkan sang istri.


__ADS_2