
Vallen yang mendengar teriakkan begitu dari Rara dia berdiri dsri tempat sambil membersihkan bajunya.
"cih, kau tahu apa"
"dia adalah seorang lelaki bajingan dan selingkuhnya bukan hanya gue tapi masih banyak" terang Vallen
"tapi kenapa kaka mau, bukannya kak udah tahu dia papah Rara"
"justru karena dia adalah papahmu aku mau berteman bersama mu" ucap Vallen dengan bola mata malasnya.
"dasar ular kau bahkan tidak pantas disebut sebagai teman" cela Rara
"apa yang kau katakan" pekik Vallen
"kau bahkan menelantarkan Alisha hanya karena dia melakukan kesalahan sedikit"
"seorang teman yang tidak peduli kepada temannya lebih buruk dari pada sampah" cela Vallen
Membuat Rara kicep dengan ucapannya. Apa yang dikatakan Vallen benar, dia sendiri yang memisah dari Alisha hanya karena emosi dan hasutan Vallen. Disaat itu bahkan Rara tidak memperdulikan bagaimana perasaan All sama sekali.
"pahh, milih ceraiin dia atau aku pergi dari kehidupan mu" ancam Rara kepada Alex
"kau-" Vallen menunjuk muka Rara.
"sial, jika aku masih bersama Vallen maka aku tidak bisa menguasai harta Ella" dia adalah mamah dari Rara.
"mass, apakah kau benar akan menceraikan ku" pekik Vallen
"maaf tapi saya lebih memilih putri saya" Alex membawa Rara kedalam pelukannya.
Sedari tadi Kayla hanya menontonnya drama dari depan. Dia sudah berkata apapun yang terjadi dia tidak akan masuk. Sedari tadi juga dia terus merekam apa yang terjadi, mungkin itu akan berguna suatu saat nanti.
"aghh" Vallen menjambak rambutnya karena frustasi.
__ADS_1
Tadi alasan dia ingin minta uang untuk berlibur karena dia baru saja dipecat dari kantornya. Dia sudah tidak mempunyai pekerjaan apa lagi uang. Hanya sisa berapa dan itu cuma cukup untuk benerapa bulan. Dikarenakan dirinya sangat boros.
"Hahahahaha drama yang bagus" Vallen berteriak dia sudah seperti orang gila.
"apa kau masih percaya degan pria bajingan ini" teriaknya sambil menunjuk Alex
Dalam sekejap hidupnya akan hancur. Karena dia sudah terbiasa hidup dibawah asuhan Alex, karena Alex dia bisa merasakan kenikmatan dunia.
"Vallen, aku sudah ingin bertobat aku ingin kembali berujuk kepada istriku" tegas Alex
"hanya karena omongan mu itu apa aku akan percaya, dasar brengsek" cela Vallen
Rara melepas pelukannya dari ayahnya. Dan segera menampar pipi Vallen untuk kedua kalinya.
"aku sudah muak dengan semua ocehan mu j*l*ng" dengan mata yang berkaca-kaca Rara mengeluarkan kata-kata yang tidak seharusnya.
"aku akan melaporkan mu ke polisi atas tindakan mu waktu itu membawa saksi palsu dan kau juga kan yang membayar hakim untuk menjebloskan All kedalam penjara!!" pekik Rara
Ini semua gara-gara Rara datang, semuanya hancur masa tua Vallen sudah tidak akan lagi terjanjikan. Bisa-bisanya pria seperti itu masih bisa dipercaya oleh Rara, jika bukan karena Aex adalah sumber uangnya maka dia lebih memilih Elgara.
Jlebb...
Vallen melayangkan satu pisau keperut Rara setelah dia lama terdiam. Otaknya mungkin sudah sedikit geser, stresnya kambuh setelah sekian lama. Karena ini pertama kalinya dia terpojokkan setelah begitu lama tidak pernah merasakan hal seperti ini.
Alex melototkan matanya melihat putri satu-satunya mengeluarkan banyak darah dari perutnya.
"RARAA" pekik Alexx
Dia segera memisahkan Vallen dari Rara, sementara Vallen dia tersenyum senang. Ini yang dia maksud, dia tidak akan masuk penjara hanya karena kasus yang tadi dia akan menambah kasus agar lebih lama divonis penjara. Dia sudah tidak ingin bekerja, membuatnya stres. Inilah sifatnya yang selalu tergantung kepada orang lain tanpa mau berusaha sendiri.
"itu salahmu karena sudah mengacaukan segalanya" gerutu Vallen.
Namun dalam sekejap dia membuang pisau yang ada ditangannya. Dia tiba-tiba menangis pilu melihat Rara yang sudah tidak berdaya didepannya. Sepertinya perasaan terhadap seorang temannya keluar.
__ADS_1
"apa yang ku lakukan" Vallen bertaka terbata-bata dua melihat kedua tangannya yang sudah bercucuran darah. Dia masih mempunyai perasaan mau bagaimana pun Rara juga pernah mengisi masa kekosongan Vallen.
"aku-" Vallen tertunduk lemas seolah kakinya sudah tidak dapat berdiri.
"aku tidak sengaja"
"hikss... hikss..."
Mendengar teriakkan pilu dari Alex yang membuat Kayla merinding sama seperti Vallen. Handphone yang dipegang oleh Kayla jatuh begitu saja.
"apa-"
"apa yang ku lihat" air mata jatuh tanpa persetujuan dari Kayla.
"ngga, Rara ngga" dia menutup mulutnya dengan tangan yang gemetar.
Kakinya ikut lemas, matanya juga mulai sayup-sayup dia melihat dengan sendiri sahabatnya dibunuh tepat dihadapannya.
"RAAAAAA" teriak Kayla dari depan membuat perhatian bagi sebagian orang.
Lalu orang-orang mulai berdatangan dan ada juga yang menenangkan Rara. Yang lain segera masuk kedalam untuk melihat apa yang terjadi.
"mass" dengan bibir gemetar Vallen memanggil Alex
Alex berdiri dari tempat dan menghampiri istri sirinya itu.
"tananglah" Alex mengusap lembut kepala Vallen. Karena hanya dia yang tahu Vallen memiliki trauma akan kematian, karena dirinya melihat sendiri bagaimana keluarganya mati satu persatu dihadapannya.
"aku tidak bermaksud-" Vallen tidak bisa melanjutkan kata-katanya.
Entah laporan dari siapa, polisi segera datang ke apartemen milik Alex itu. Sementara Ella ibu dari Rara belum tahu apa pun.
Polisi segera memberi tanda disekitar tempat kejadian. Korban segera dilarikan kerumah sakit sementara pelaku ditahan termasuk Alex.
__ADS_1