
Sore ini All sedang bersama Kayla ia sedang makan bakso dipinggir jalan dikarenakan Kayla ngidam katanya.
"Kay, gue nemu foto bunda gue" ucap All
"beneran All gimna wajahnya"
"cantik kok bunda mirip hidungnya kaya All" ucap All bangga.
"trus lo udah tau tempat tinggal bunda lo?" tanya Kayla dan selama ini Kayla juga menduga bahwa bunda All masih hidup
"Kayy" All memelankan suaranya
"why?" ia menatap All
"bunda udah nggak ada"
"uhukk" Kayla tersedak bakso
"maaf All gue nggak bermaksud"
"gpp Kay aku juga ngira bunda masih hidup"
"nii minum dulu" All menyodorkan minum
"makasih"
Sore ini juga Rara mendapatkan kabar bahwa Vallen dan Rina siap menemaninya untuk beradu mulut. Mereka mnghadang Lea di pinggir gang. Karena Roii sedang ada rapat osis si sekolahnya jadi hari ini Lea pulang sendiri.
"Leaa" pnggil Rara
Vallen dan Rara tidak ikut campur mereka hanya bertugas untuk memanas-manas i Rara agar terbawa emosi.
Lea yang merasa di panggil pun berbalik badan ke asal suara. Ia sudah melihat ada Rara dan dua temannya.
"kenapa" tnya Lea
"Lea gue cuma mo bilang balikin Roii ke gue" Lea bingung kenapa tiba-tiba Rara ingin Roii kembali ke sisinya
"lo kalo mau dia kembali ke lo ya tanyanya ke dia bukan ke gue" ucap Lea santai
"wahh jangan nyolot loo" jawab Rindi, ia hendak maju dan pergelangan tangannya di hentikan Vallen
"nggk usah ikut campur" kata Vallen
"sekarang gue mau ngingetin lo buat jauhin Kak Roii" kata Rara
"gue nggak mau ada nyamuk di hubungan gue"
"karena gue baik jadi gue ingetin lo dari sekrang, sebelum lo benar-benar merasa kehilngan dan patah hati" ucap Rara dengan PD nya
"maaf ni sebelumnya, tapi Roii sudah berada di tangan saya"
"gue bakalan ngejaga apa yang udah jadi milik gue!!" ucap Lea
"lo tuu cuma bahannya kak Roii jadi nggak usah ngarep lebih" Rara akhirnya nyolot
"lo kalo nggak tau apa-apa mending nggk usah banyak omong" Lea terpancing
Mereka berdua sama-sama ngotot Lea nggak mau sampai Roii tersakiti lagi hanya karena wanita di hadapannya. Dan sementara Rara ingin Roii kembali dan mngawali hubungan baru dan ia juga janji akan berubah.
Mereka beradu mulut agak lama sampai-sampai Vallen gemes ingin ikut bicara
"sekarang kaya gini ajah gue tantang lo buat terus ngejaga Kak Roii dan sementara gue bakalan berusaha ngerebut" sela Rara
"jadi kalo gue yang menang otomatis dia milik gue!!" ucap Rara
"maaf tapi Roii itu bukan mainan gue nggak mau bersaing sama lo"
"kalo takut bilang loo" akhirnya Vallen bersuara
"mau lo setuju ataupun tidak gue bakalan terus buat Roii jatuh ke tangan gue lagi" ancam Rara
"dan gue balik lagi ke kata-kata gue sebelumnya"
"apa yang udah jadi milik gue bakalan gue jaga!!"
"jadi sekarang lo sendiri silahkan mau berbuat apa pun sesuka lo" Lea hendak pergi tapi tanggannya di cengkal oleh Raraa.
Sementara disisi lain Kayla dan Rara sedang otw ke tempat dimana Rara sedang beradu mulut dengan seorang cewe yang ditemani oleh Vallen dan juga Rina.
"wahh nggk bener ni ajaran nya si nenek-nenek lampir itu" ucap Kayla
"Kayy nggak usah kencang-kencang juga bawa motornya" All takut dengan kecepatan motor milik Kayla. Rambutnya sampai berterbangan karena saking cepat.
Sampai di lokasi ia melihat Rara sudah sedang panas-panasnya, mereka tau siapa yang sudah mengompori Rara. Rara adalah tipe cewe yang susah mengontrol emosi dia hanya ngikut apa yang sedang terjadi tnpa berfikir.
Kayla dan Alisha barjalan sedikit berlari untuk mendekati Rara.
"kalo gue bilang Roii adalah milik gue ya milik gue!!" bentak Lea
"dan kalo gue udah bilang jauhin ya jauhin!!"
Sekarang posisi mereka berdua sudah begitu dekat. Rara yang sudah tersulut emosi karena yang dikatakan tidak didengarkan pun segera meluncurkan tangannya untuk menampar Lea.
grebb
Tangan Kayla memegang tangan Rara yang sudah melayang diudara.
"Kay lo apa-apa,an sii" hentak Rara sambil menepis tangan Kayla
"ini bukan lo Raa!!"
"kenapa lo jadi cewe yang posesif kaya gini lo tu harusnya cewe yang bawaanya kalem" terang All
"gara-gara lo berdua" Kayla menunjuk Vallen dan Rina
"sahabat gue jadi kaya gini, mau kalian apa si"
Kayla menatap benci ke arah Vallen dan juga Rina. Sementara yang ditunjuk oleh Kayla hanya bertatap-tatapan dan mengedikkan bahu seraya terseyum kemenangan.
__ADS_1
"Kay All lo berdua mending nggak usah ikut campur" ucap Rara
"gimna nggak ikut campur, yang lo lakuin aja nggak bener" terang Kayla
"Raa kita tu sahabat kalo ada masalah kita juga ada di samping lo"ucap All
"sahabat?" ucap Rara sembari smirik ke arah kedua sahabatnya
"apa kalian berusaha buat ngertiin aku iyah" bentak Rara
"dan jawabnnya nggak sama sekali"
"lo dan lo" Rara menunjukkan jarinya tepat dimuka Kayla dan All
"cuma bisa bilang sabar dan ngiklasin ajah"
"itu nggak cukup buat guee"
"Raa sikap lo itu kaya anak-anak tau nggak" ejek Kayla
"perasaan nggak bisa dipaksa!!" jelas Kayla
"mau sekuat apa pun mau secinta apa pun lo kedia kalo bukan lo yang diinginkan percuma Raa"
"Raa gue sama Kayla ngajarin lo buat sabar sama ikhlas biarlu itu belajar dari pengalaman luu sendiri" ucap Alisha
"Raa belajar menghargai keputusan orang lain"sambung All
"stopp muak gue sama omong lu pada"
"luu nggak tau gimana perasaan gue"
"satu tahunn All!! Kayy!!"
"dalam satu tahun itu gue bener-bener belajar buat buka hati!!"
"tapi apa balesan nya haaa"
"dan seenak jidat lu berdua ngomong buat ngiklasih iyahh!??" Rara mulai tersulut emosi olh kedua sahabatnya
"Ra didalam hubungan itu seharusnya ada keterbukaan" kata Roii. Ia tiba dibelakang mereka semua yang sedang bertengkar.
Rara kenal suara ini ia membalikkan seluruh tubuhnya dan mendapati Roii seseorang yang sedang diperebutkan ada dibelakangnya.
Roii menghampiri Lea. Sebenarnya rumah Roii dan Lea masih sejalan jadi jalan yang dilewati Lea pasti dilewati Roii.
"Kak Roii" panggil Rara
"gue bener-bener minta maaf kak" ucap Rara
"Raa gue nggak benci sama lo" terang Roii
"tapi dengan sikap lo yang kaya gini gue kecewa"
"Raa ini keputusan gue sendiri buat ninggalin lo dan bukan karena kedatangan Lea atau apapun" terangnya
"kalau yang diomongin kak Roii bener kenapa sebelum kak Roii sama aku belum putus kalian berdua menjalin hubungan diam-diam"
"Raa gue tau gue salah tapi gue juga butuh sandaran sementara Lea siap buat jadi rumah gue"
"kalo bisa Rara juga bisa jadi rumah kak Roii"
"semua gara-gara cewe kegatelan satu ini semuanya jadi berantakan" cela Rara kepada Lea.
"Raa kalau gue tau Roii udah punya cewe gue juga nggak mungkin ngedeketin lebih dari temen"
"tapi sayang saat gue deket sama Roii keberadaan lo tu udah sama sekali nggak dianggep"terang Lea
"alah ngomong ajah karena lo kegatelan jadi ngerebut cowo lain" sambung Vallen
"kalo pelakor ya pelakor"Rina mengikuti Vallen
"disini gue masih punya harga diri!!" bentak Lea
"kalian berdua apa-apaan sih, nggk usah ikut campur masalah orang" ucap Alisha
"iya lo berdua nenek sihir diem biar mereka yang nyelesaiin" sambung Kayla
"Raa gue bilang sekali lagi, kita udah nggak punya hubungan apa-apa jadi stop ganggu gue!!"
"dan cewe gue!!" terang Roii
"kakk apa istimewanya Lea sementara aku yang ditunggu-tunggu kak Roii selama ini udah balik" kata Rara matanya memerah.
Rara tidak tau kenapa perasaan Roii berubah secepat itu, sekarang Rara tambah benci kepada Lea. Entah kenapa ia malah melampiaskan kemarahannya pada wanita satu ini.
"kak Roii, Rara memang egois nggak bisa mbiarin kak Roii pergi dari Rara"
"kak Roi tolong ngertiin Rara sekali lagi" sekarang ia sudah terisak
Sementara kedua sahabatnya terheran karena ini pertama kalinya Rara rapuh karena cowo.
"mau bagimana pun masa lalu tetaplah pemenangnya" ucap Rina.
"dan gue bakalan ngebuktiin kalau masa depan itu lebih berpengaruh" sambung Lea
"kalau masa lalu itu jadi masa lalu ajah nggak usah diungkit, masa depan itu berarti"sambungnya
"Rara mau sekali lagi kak Roii sekali lagi datang ke rumah Rara"
"Rara bakalan nyambut dengan kehangatan" pintanya
Tapi ini bukan tentang rumah.
"Raa gue udah punya orang yang gue sayang" jawab Roii
"maaf hubungan kita sampai sini"
"aku nggak mau orang yang sekarang lagi sama gue jaga malah salah paham karena sikap kamu Raa"
__ADS_1
Roii pergi meninggalkan mereka semua dengan mencengkal tanggan Lea untuk membawa pergi.
"gue harap lo bahagia sama pilihan lo" ucap Lea, yang hanya dibalas senyuman oleh Roii
"sekarang gue hidup dengan cinta yang lo tinggalkan" batin Rara yang menatap kepergian Roii dengan sadu, masih dengan air mata yang mengalir.
"Rara ingin kak Roii tau"
"jika Rara nggak bisa dekat dengan kaka"
"maka Rara akan hidup dengan semua kenangan kaka"
"Rara bener-bener kangen" ia bergumam sendiri sambil mengelap air matanya
Alisha mendekati Rara ia ingin menenangkan salah satu sahabatnya ini. Namun alhasil ia terbentak oleh Rara.
"ini semua gara-gara lo All" bentak Rara sambil menepis tangan All yang hendak memegang pundak Rara.
"lo berdua nggak pantes buat jadi sahabat"
"dengan keadaan gue yang dulu lagi drop kalian kemana haa??" tnya Rara
"cuma ada kak Vallen sama Rina yang ada disamping gue!"
"mereka ngertiin posisi gue Kay All!!"
Jujur Kayka dan Alisha tidak tahu apa yang terjadi belakangan ini dengan Rara dikarenakan mereka juga sudah jarang berkomunikasi. Dan Kayla juga All merasa jika akhir-akhir ini Rara menjadi tertutup dengan merka berdua.
"bener kata Roii didalam sebuah hubungan harus ada keterbukaan!!" ucap Kayla
"sementara lo aja nggak pernah cerita sama kita!!"
"dan lo ingin dimengerti?"
"harusnya kalau kalian bener sahabatnya Rara kalian pasti tau lah Rara lagi ada masalah atau nggak!!"
"Raa kita semua hidup juga punya masalah sendiri-sendiri bukan cuma loo"
Sekarang tinggal Kayla dan Rara yang beradu mulut. Sementara Alisha bingung akan membela siapa. Karena memang disini Rara yang salah namun jika ia membela Kayla maka posisi Rara semakin tergeser.
"Raa hidup ini kaya roda lu tau"
"pasti ada saatnya lu dititik paling terendah dan ada juga saat lu dititik paling atas"
"jalani kehidupan lu itu dengan senang hati, masalah yang lagi ada sama lu itu diselesiin dengan kepala dingin" terang Alisha
"lagi-lagi kalian cuma ceramah lo tau gue nggak butuh lo berdua ada disamping gue"
"apa lo bilang Raa" bentak Kayla
"sekali lagi lo bilang kaya gitu gue tamapar muka lu!!"
"Kayla lu yang sabar dong jangan ikut kebawa emosi" terang Alisha
"itu yang dinamakan sahabat?" ejek Vallen
"sahabat kok main tangan"
"ngertiin dong posisi Rara jangan cuma beragumen sendiri" sambung Rina
"dikira lu berdua ngomong kaya gitu bisa bikin Roii kembali ke sisinya Rara"
"lo nenek lampir ngajarin junior tuh yang bener"
"stop deh gangu Rara"
"gue mau kalian berdua pergi dari hidup Rara!"
"heh Raa senenak jidat lu ngomong kaya gitu iyah"
"loo nggak inget masa-masa kita susah seneng bareng"
"dan karena satu kesalahan beribu-ribu kebaikan gue sama All hilang"
"hebat kamu Raa" terang Kayla panjang lebar
Kayla tidak menyangka Rara bakalan sampai semarah itu dengan mereka berdua.
"of course, itu mau Rara jadi jangan gangu lagi see you" Rara mengucap kan kalimat dengan begitu mudah nya.
Namun kepergian Rara dicengkal oleh All.
plakk
Satu tmaparan mendarat dipipi Rara.
"gila lo Raa, bisa-bisa nya ninggalin kita segampang itu" ucap All
"wah-wah gimana ceritanya nih seorang sahabat memukul sahabatnya sendiri" Vallen berucap sambil tepuk tangan.
"kita udah bukan sahabat lagi dari semenit yang lalu" kata Rara
"lo udah puaskan sekarang biarin gue pergi!!"
Akhirnya Rara lenyap dari pandangan Kayla dan Alisha. All masih bengong dengan apa yang di lakukannya tadi. Ia tidak menyangka akan melakukan hal yang sekasar itu. All terdiam ia menetes kan air mata seraya berkata.
"Raaa maafin gue, gue nggak bermaksud" ia menundukkan kepala menyesal
"All udah biyarin itu keputusan dia sendiri buat ninggalin kita"
"sekarang ngertiin dia dulu, kalau dia mau kembali sama kita, kita trima dia lagi"
"tapii Kayy gue udah keterlaluan" sesal All
"heii, no problem"
"semua orang akan berubah pd masa nya. Tergantung mereka memilih kata hati untuk merelakan atau mengejar, mengikhlaskan atau mempertahankan, dan melupakan atau membalas dendam" terang Kayla
"dan bukan semua salah kita ingat itu keputusan dia sendiri!!" tegas Kayla.
__ADS_1
Akhirnya Kayla membawa All pergi dari tepat itu dan mengantarkannya pulang kerumah.