
Pagi hari ini Hendra mendapatkan telfon dari sang ibu, jika ia tidak segera mengganti isi dokumen itu maka ibunya sendiri yang akan datang menemui Hendra dan mengatasnamakan perusahaan itu sebagai milik Tasya seratus persen tampa ada campur tangan Hendra walaupun Hendra masih hidup.
Tentu saja Hendra tidak akan membuat hal itu terjadi, perusahaan itu salah satu kenangan dari Alvina sang istri setelah anak perempuan pertamanya. Jika waktu itu bukan karena ada Alvina yang mendorong Hendra untuk terus maju dan berusaha maka sudah sejak lama Hendra gagal dan sama sekali tidak sukses.
Dimana semua keluarga menentang apa yang dilakukan Hendra, hanya Alvina yang selalu mendukung dari belakang. Bahkan setengah biaya pembangunan perusahaan itu sendiri menggunakan uang milik Alvina. Dia terlahir dari keluarga berkecukupan sama seperti Hendra. Namun Alvina ditinggalkan oleh kedua orang tuanya. Mereka wafat mendahului Alvina.
Jadi dia sebatang kara sementara kakek nenek dari sang ayah ibu, Alvina sendiri tidak tahu. Setelahnya Alvina memilih untuk hidup disebuah kampung dan disitulah awal pertemuannya dengan Hendra. Dimana Hendra yang kabur dari rumah yang baginya adalah penjara yang mematikan. Disana tidak boleh ada satupun anak bodoh dan tidak bisa melakukan apa pun.
Sementara Hendra waktu itu hanya memiliki otak sedang tidak pintar dan tidak juga bodoh. Namun tetap saja dimata keluarga besarnya dialah beban sesungguhnya. Hingga akhirnya Alvina mau mengajar Hendra dengan telaten beruntung Alvina pintar dalam urusan berbisnis karena memang tujuannya untuk mengantikan posisi ayahnya.
Hingga mereka siap untuk membangun perusahaan baru. Dan pada saat itu perusahaan Alvina dijual dan setengah dari harganya Alvina kasih kepada Hendra untuk membangun perusahaan yang ia inginkan. Karena perusahaan lama milik Alvina hampir banggarut jadi ia memutuskan untuk menjualnya saja.
Dan akhirnya mereka berdua menikah, hingga sekarang Alvina masih menjadi sosok yang Hendra cintai sekaligus sosok yang ia benci.
Atas kemauan ibunya tadi Hendra hendak membuat dokumen baru, namun bukan asli. Dokumen pertama akan tetap ia simpan, asal ia membuat yang baru lagi maka istrinya yang sekarang akan diam.
Pulang dari kantor Hendra menyerahkan dokumen itu kepada sang istri biarkan dia membacanya sendiri.
"good" batin Tantri. Ia tersenyum kemenangan sama seperti waktu itu.
"tapi, aku tetap tidak akan membiarkan bocah itu tetap hidup"
"mau bagaimana pun suatu saat nanti jika ia kembali maka dia bisa meminta haknya sebagai pewaris pertama" gumam Tantri.
****
"jadi kamu ada rencana mau tinggal dimana?" tanya Rindi.
"gini mamm, kemarin All itu direkomendasikan sama bos buat bantu usahanya bos yang ada diluar negri" ucap All.
"jadi kamu mau pergi?"
"mau gimana pun, All ngga mungkin akan tetap tinggal disini kan"
"jadi mending terima aja, akhir-akhir ini bos selalu muji kalo masakan buatan All itu enak dan mungkin akan pas di lidah orang lain" jelasnya
"kalo itu emang keputusan kamu, mamah cuma bisa doain sama dukung kamu aja"
"baik-baik disana, kabarin mamah kalo udah jadi koki yang hebat"
__ADS_1
"pasti kok mah, dann All bakal bikin sesuatu yang spesial buat mamah"
Semenjak All kerja di restoran itu, ia sesekali mulai penasaran dengan yang namanya memasak. Perlahan ia ingin belajar dan selalu kepo dengan koki yang ada disitu. Perlahan juga All mulai ingin diajari cara memasak, sampai akhirnya All bisa membuat makanan ringan.
Dan lanjut ke tahap selanjutnya bos All selalu mendukung apa yang sedang dilakukan oleh All. Bosnya melihat ada harapan dimata All bahwa dia bisa menjadi koki yang hebat di masa depan.
Pagi ini juga Elgara dan Rindi mengantar All kebandara. Ell menatap kepergian All dengan perasaan yang karuan, ada rasa senang dan sedih.
"makasih Kak Ell, mahh" sebelum pergi All memeluk erat keduanya. Dan All juga tidak lupa untuk meminta mereka melaporkan kondisi kesehatan ayahnya. Padahal yang Rindi dan Ell tahu Hendra sehat-sehat saja tampak tidak sakit.
Tidak lama setelah kepergian All, Tantri selalu mencari-cari tentang kehidupan All mulai dari dimana All sekarang tinggal dan ia menjadi berkerja sebagai apa.
Namun informasinya berhenti begitu saja disebuah restoran kecil. Bos dari pemilik tidak membiarkan mereka mengorek informasi lebih lanjut. Jadi yang Tantri kira All masih berada satu negara bersamanya. Begitu juga ia tak lupa untuk mengorek informasi kepada calon besannya, namun mereka kukuh untuk tidak memberitahu mereka hanya mengatakan terakhir kali All disini ia hanya pamitan.
"sial, aku harus memastikan bahwa anak itu mati" batin Tantri.
Ia mengeluarkan banyak uang hanya untuk mencari tahu tentang All.
"mamah kenapa si akhir-akhir ini kayanya sibuk banget" tanya Tasya
"ngga mamah cuma ada kerjaan sedikit"
Tantri hanya mengangguk dan mengikuti apa yang diinginkan anaknya itu. Ia pergi berbelanja dengan Tasya dan putra kecilnya itu.
Disaat All masih berada dirumah, diam-diam dia selalu bermain bersama Aksara tanpa sepengetahuan siapa pun. Hingga Aksara mulai bisa bicara dan mulai memanggil namanya setelah nama mamah.
Alasan All betah dirumah juga karena ada dia, jika tidak rumah itu memang terasa seperti neraka. Tidak ada cahaya sama sekali, dan juga jika bukan karena bibi maka All tidak akan se gemuk ini. Karena hanya bibi yang membiarkan dia makan dengan tenang dan banyak, tidak seperti keluarganya yang bisanya cuma nuntut. Bahkan jika tidak ada bibi All hanya makan makanan sisa, dan itu berlaku sehari sekali. Bibi selalu memberikan jatah makannya kepada Alisha agar dirinya bisa tetap sehat hingga saat ini.
Hingga hampir setengah tahun berlalu, usaha Tantri untuk menemukan Alisha akhirnya tercapai. Ia sekarang berada di negara Z, sedikit jauh dengan negara yang mereka tempati.
"kau pikir bisa bersembunyi dari ku?" gumam Tantri.
Lalu sehari setelahnya ia mengirimkan beberapa orang untuk membunuh All dan menyusulnya ke negara itu. Butuh banyak biaya namun Tantri tidak akan segan-segan mengeluarkan sebanyak apa pun demi mencapai target.
Selama setahun itu juga All berubah banyak, dia perlahan berkembang menjadi koki hebat. Banyak menu yang ia buat dan tidak sedikit pelanggan yang menyukainya. Hampir rata-rata pelanggan yang berkunjung disana akan memesan menu yang hanya khusus dibuatkan oleh All.
"terimakasih atas pelayanannya" ucap customer, sementara All hanya tersenyum dan membungkukkan badannya tanda terimakasih kembali.
"Alis tolong buatkan kue yang sudah ku rancang ini" ucap teman baru Alisha.
__ADS_1
"coba ku liat" ia melihat dengan seksama kue permintaan dari seorang anak kecil ini.
"menarik, ini tantangan baru aku akan mencobanya" jawab Alisha.
"kalau begitu selesaikan dalam 3 hari"
"heii, tidak semudah ituuu" gerutu Alisha.
"baiklah aku akan membantu mu" katanya sambil menepuk pundak All.
"aku menemukan kehidupan baru" batin All.
"aku harap kedepannya akan terus seperti ini aku tidak ingin kembali lagi kesana" lanjutnya.
Sesuai permintaan Alisha mulai mengerjakan kue pesanan itu. Dengan teliti ia terus saja mencicipi bahan ia takut kurang pas dilidah anak kecil ini. Pasalnya baru pertama kali ia mendapatkan orderan membuat kue ulang tahun, apa lagi akan dirayakan ditempat ia kerja. Ia harus menyiapkan seistimewa mungkin agar pelanggan puas.
"ternyata ngga segampang ini, pantes kak Ell selalu aja buat roti yang agakk-" ucapannya terhenti karena tawa. Ia tertawa karena mengingat setiap kali Elgara membuatkan kue pasti bukan rasa kue melainkan rasa aneh.
Pernah sekali Elgara membuatkan kue yang begitu gosong, ia ingin membuat ulang namun tidak ada waktu dan akhirnya dihari itu juga All harus memakannya jika tidak Ell akan sakit hati, tapi ia juga yang sakit perut karena makan yang banyak.
"heii broo, lagi mikirin apaa" seorang teman meranggaul All dari belakang.
"ngga ada, gue cuma keinget orang yang spesial di hati gue" jujur All
"siapaa? seistimewa apa dia dihati lo?"
"laki-laki atau perempuan?" tanya nya berturut-turut.
"sttt, dia orang yang pertamakali membuat gue ngerasain apa itu cinta" teman All mendengar dengan pandangan yang takjub.
"sekarang dia dimana Alis?"
"dia jauh dari ku dia sudah mempunyai orang yang pantas disampingnya" All berbicara dengan tersenyum pahit.
"heii, kenapa murung jika kau mencintainya maka kejarlah"
"ngga semudah ituu Bobi, aku punya alasan tersendiri buat ngejauhin dia"
"okee" akhir dari kata pria itu.
__ADS_1
Dia teman pertama dari Alisha semenjak All pindah, hanya dia yang bisa menguasai bahasa Inggris dan All pindah kesana juga menggunakan bahasa Inggrisnya. Yang memahami All hanya dia yang lain memakai bahasa di negara itu sendiri. Perlahan juga All harus bisa menguasai bahasa tempat ia sekarang tinggal.