Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Hendra Koma


__ADS_3

Saat ini dirumah sakit dokter sudah berusaha namun hasilnya belum keluar, dokter juga mengatakan bahwa Hendra sekarang sedang dakam keadaan kritis. Jantungnya sudah tidaj aman, sebisa mungkin jika ingin selamat maka harus ada pendonornya.


"dari mana kita bisa mendapat pendonor jantung" pekik Ratna dirinya bingung siapa yang akan suka rela mendonorkan jantungnya demi Hendra.


Ini semua salah Ratna dan Tantri jika saja mereka tidak membahas tentang Alvina maka Hendra tudak akan syok sampi terkena serangan jantung.


Semua keluarga sedang berada di runah sakit mereka sangat khawatir kepada Hendra. Ratna juga tidak ingin pulang dan ingin terus menemani anaknya. Dia ibunya tapi dia sendiri tidak tahu bahwa Hendra mengidap suatu penyakit. Dia juga baru tahu bahwa Hendra mengalami kelainan kepribadian yang dirinya tidak mudah untuk mempercayai seseorang termasuk keluarga sendiri.


Ini terjadi karena waktu kecil dia selalu tertekan oleh apa yang ia alami. Ibunya tidak pernah sesekali mengerti akan perasaan ia hanya seorang wanita yang gila harta. Ratna juga mengira bahwa dulu Alvina lah yang akan menguras habis harta milik anaknya itu makanya sebisa mungkin ia menyingkirkan Alvina agar Hendra tidak menyesal. Namun sepertinya Ratna salah besar.


Plakkk....


Tantri sekarang tidak sedang berada dirumah sakit dirinya sedang menemui semua bawahnya. Dia menampar satu persatu untuk melampiaskan emosinya.


"dasar Jack sudah sudah payah saya menghidupi keluarganya ternyata dia berkhianat" pekik Tantri.


Padahal selama ini Tantri jarang sekali atau bahkan tidak pernah memberikan uang kepada keluarga Jack ia bahkan lupa. Tapi untung karena bantuan dari Bobi keluarga Jack tidak pernah kekurangan makanan.

__ADS_1


"pergi kalian semua, cari dimana anak sialan itu berada dan segera bunuh dia sebelum dia kembali dan berubah pikiran lalu dia akan mengambilnya semua haknya itu!!" tegas Tantri.


Tantri tahu bahwa suaminya tidak mempunyai kepercayaan sedikitpun kepadanya. Ia juga masih tahu bahwa Hendra masih menyimpan dokumen bahwa jika terjadi sesuatu kepadanya maka perusahaan dan semua harta Hendra akan jatuh ketangan Alisha. Itu karena setengah sahan perusahaan adalah milik dari Alvina.


"aghhh" teriak Tantri frustasi ia menghancurkan barang-barang yang ada disekitarnya


"sialan, dia hampir mati tapi kenapa anaknya kembali" ucapnya sambil menggigit bibir bawahnya.


"kalau mas Hendra benar-benar mati dan aku berhasil membunuh anak itu sekarang maka anakku yang akan menjadi pewaris tunggal" cetus Tantri.


Apapun yang rintangannya, apa pun alasannya Tantri hari ini harus berhasil membunuh anak itu.


Kini Tantri hanya bisa mondar-mandir sembari menunggu kabar dari anak buahnya tersebut. Ia hanya bisa berharap semua rencana berhasil.


****


Pagi ini semua orang dibuat jantungan karena Hendra tiba-tiba kejang-kejang. Ratna bahkan tidak bisa berhenti menangis melihat anaknya begitu tersiksa.

__ADS_1


Walaupun Ratna tidak pernah menunjukkan rasa sayangnya kepada anak pertamanya itu, namun sebagai ibu dihati kecilnya pasti dia amat menyayangi anaknya itu. Ratna tidak pernah membenci dia sama sekali dia hanya ingin Hendra hidup dengan bahagia melihat bagaimana itu dunia menikmati dunia dengan semua uangnya.


Dia menjodohkan dengan Tantri itu karena dimatanya Tantri seorang yang baik, dia yang cocok menjadi pendamping disisi Hendra susah maupun senang. Ratna kira Tantri akan membalas jasanya karena sudah mau merawatnya, menyekolahkan, dan mau memberi makan.


Dokter menyuruh Ratna untuk ikut ke dalam ruangannya dan membahas tentang keadaan Hendra tersebut.


"saya hanya ingin bertanya" dokter membuka suara


"apakah pak Hendra selalu meminum obat diluar dosis?"


Ratna kicep dengan pertanyaan dokter itu karena dia sendiri baru tahu tentang penyakit anaknya. Lalu dia memutuskan untuk memanggil Tantri kemari mungkin dia yang tahu. Karena Tantri juga yang selalu ada disisi Hendra sementara dia tinggal terpisah.


"dimana dia sekarang!!" pekik Ratna, ia meminta bawahannya untuk segera memanggilkan Tantri.


"lapor nyonya, nyonya Tantri sedang tidak ada dirumah" ucap dari bawahan Ratna


"segera hubungi dia dan segera beritahu kepada Taysa juga untuk menghubungi ibunya itu!!" tegas Ratna, lalu dia segera kembali ke ruangan dokter tadi.

__ADS_1


"kemana anak ini pergi disaat seperti ini" cetus Ratna.


Sama seperti neneknya Tasya juga sedang berusaha untuk menghubungi ibunya itu.


__ADS_2