Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Bawahan Tidak Berguna


__ADS_3

Setelah menerima dan membayar dia kira itu kurir bisa ternyata dia menerobos masuk kedalam.


"hei, apa yang kau lakukan!!" pekik All.


Satu orang menodongkan pistol kearah kepala All yang lain berjaga didepan.


"diam!!"


"apa kau bawahan dari Tantri" selidik All


"kau tidak perlu tahu, yang perlu kau tahu nyawamu tidak akan lama lagi"


"ck, siapa yang akan tahu" ucap Alisha dengan wajah yang biasa saja.


Membuat bawahan itu berpikir bahwa dia sudah membuat persiapan. Padahal All tidak tahu sama sekali ini tirinya akan membuat kejutan seperti ini baginya. Dia pasti kecewa bahwa dia gagal untuk membunuh dirinya.


Pria itu mulai menarik pelatuknya dan bersiap untuk membunuh All, All mulai menutup matanya dan menghela nafas seperti orang yang sudah siap.


"sial" pekikk dua orang didepan.


Sontak membuat pria yang didalam kaget dan memalingkan wajahnya kebelakang. Dia sudah melihat dua temannya terbaring lemas dan menutup mata, dan dia juga melihat satu orang pria yang bertubuh kekar yang mungkin dialah yang menghajar kedua temannya itu.


Saat pria itu sedang menghadap ke kedua temannya All menyerang dari belakang secara tiba-tiba, dengan menggunakan vas bunga All menghantam kepala pria tersebut dengan sangat keras.


Lalu pria yang di luar segera masuk untuk memastikan bahwa Alisha baik-baik saja.


"lo ada yang luka?" pekiknya


"gue ngha apa-apa, lagian lo yang pesen makanan kok jadi gini" cetus Alisha


"gue ngga jadi pesen online, gue kebawah buat beli makanan sendiri" jawab Bobi.

__ADS_1


Keduanya kini membereskan anak buah Tantri itu. Mereka mengikatnya dan memutuskan untuk menunggu mereka siuman sambil makan makanan pesanan Bobi.


"ehh gimana cara lo buat hajar mereka berdua, secara kan mereka lebih besar dari lo" tanya Alisha dia sendiri heran setahunya Bobi tidak sekuat itu.


"heii, lo ngeremehin gue. Gini-gini gue juga pinter sama kuat" ucap Bobi sambil memamerkan ototnya itu.


Disisi lain Tantri masih mengharapkan informasi dari bawaannya itu. Dia benar-benar berharap akan berhasil dan tidak akan gagal untuk kedua kalinya.


"gue mau mandi lo tolong tanya mereka apa bener Tantri yang mengirim mereka" ucap All


Bobi mengangguk paham dia mengawasi muka ketiganya takut mereka sudah sadar tapi pura-pura masih pingsan.


Satu sadar membuat yang lain sadar. Setelah sadar Bobi menginterogasi mereka untuk mau membuka mulut. Butuh waktu untuk mereka mau mengaku, Bobi butuh cara untuk membuka mulut mereka.


"ck sialan keras kepala" batin Bobi


Dia diam sebentar untuk memikirkan sebuah cara, mereka bertiga juga ikut diam melihat kelakuan dari Bobi. Namun tiba-tiba salah satu handphone mereka berdering, Bobi mengambilnya dan melihat siapa yang menelfon.


"owhh, aku kira kalian tidak usah buka mulut"


"gawat jangan sampai bos tahu kami gagal" batin mereka. Bobi yang melihat wajah panik mereka muncul pikiran jahat.


Dia mempermainkan mereka dengan pura-pura mengangkat telfon dari Tantri itu.


"hallo" sapa Bobi


"owh perkenalkan saya Bobi teman dari Alisha"


"apaa? iya benar anak buah anda sudah kami urus dan sekarang sedang berada di penjara" ucap Bobi, ia sendiri tergelitik untuk tertawa karena dirinya sedang ngobrol sendiri.


"tidakk dia bohong kami masih dihotel" teriak dari salah satu pria

__ADS_1


"iyaa boss kami akan bebas dan segera membunuh mereka berdua" sambung yang lain.


"diamm!!" teriak Bobi lalu segera menutup mulut mereka bertiga.


"hallo tante, bahkan mereka tidak segan-segan untuk membawa tante masuk kepenjara loo" candanya membuat hati ketiga pria itu berdetak kencang.


Jika misinya gagal Tantri akan menggunakan cara apapun untuk menghabisi mereka bertiga juga keluarga mereka.


"Hhhahaha" Bobi tertawa hingga perutnya sakit, ia menunjukkan handphone dan memberitahu bahwa dia sama sekali tidak berbicara kepada Tantri.


Dia akan meminta izin dulu kepada Alisha, yang penting sekarang dia sudah tahu pasti bahwa mereka adalah anak buah dari Tantri.


Entah apa yang dipikirkan Tantri dia selalu menjadikan orang-orang miskin yang tidak mempunyai pekerjaan sebagai anak buah. Karena mungkin dipikirannya orang seperti itu lemah dan suatu saat tidak akan menjadi ancaman baginya. Tantri masih bisa mengancam mereka dengan keluarganya. Ia juga tidak perlu menggunakan banyak uang untuk membayar mereka jika penjahat kelas atas mungkin bayarannya sampai ratusan juta.


Bobi membuka penutup mulut mereka bertiga dan masih dengan tawanya. Mereka yang merasa dibodohi merasa sangat kesal, mereka menatap Bobi dengan tidak suka. Seolah suatu saat nanti mereka akan membalasnya.


"kenapa kalian menatapku seperti itu?"


"apa kalian ingin ku laporkan polisi!!" tegas Bobi dengan menghentakkan kaki. Dan dengan segera mereka menggelengkan kepala.


"apa yang kalian punya, jika kalian punya informasi yang akurat mungkin aku bisa membebaskan kalian" ucap Bobi


Namun tidak ada yang berani bicara mereka diam saja.


"apakah tidak ada yang ingin bebas?"


"bukannya tidak ingin tapi kami memang tidak punya informasi!!" cetus salah satu dari mereka.


"haduhh, ceritakan saja kepadaku apa yang terjadi kepada keluarga wijaya setelah kami mengacaukan pernikahan putri mereka" kata Bobi.


Sambil menunggu Alisha mandi mungkin Bobi akan menunggu sambil mendengarkan cerita,dia juga sedikit bosan. Karena dia menghormati All jadi dia tidak membuka berita terkini di televisi karena mungkin ada berita yang tidak baik tentang All.

__ADS_1


Mendengar kesepakatan itu, orang-orang bodoh itu mulai bercerita dengan seksama. Mulai dari kejadian Hendra dilarikan kerumah sakit. Namun mereka tidak tahu apa alasannya.


Di setiap cerita seperti biasa Bobi hanya bisa mengangguk seolah paham. Mereka sekarang malah terlihat seperti rombongan ibu-ibu yang sedang bergosip.


__ADS_2