Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Bertemu Alex


__ADS_3

"buu aku pulang" dia membuka rumah kecilnya yang terbuat dari kayu. Yang membuatnya adalah almarhum kakak-kakak dulu.


Dia tersenyum melihat ibunya sedang tidur nyenyak, jika dia tidur terlihat lebih tenang. Tidak memikirkan masalah apa pun seperti seorang yang tidak mempunyai masalah.


"buu aku tidak akan pernah membiarkan mu meneteskan air matamu lagi" ucap Vallen sembari mencium kening ibunya itu.


Kini dia sudah beranjak dewasa dia menjadi gadis yang sangat cantik. Membuat sebagian orang sangat iri dengan kecantikannya itu. Pekerjaannya hanya menjadi seorang yang mencucikan dan membersihkan rumah orang-orang walaupun upahnya tidak banyak namun cukup untuk makan sehari-hari ibunya dan Vallen.


"kau terlihat hancur saat menangis bu, aku bersumpah tidak akan menangis lagi karena itu tidak berguna dan aku akan memastikan orang-orang membayar apa yang terjadi kepada kita" seolah-olah ada api dimatanya. Vallen tidak akan pernah melupakan semua penderitaan yang dia alami sedari kecil itu. Ia juga tumbuh menjadi seorang gadis yang kuat.


"Vallen" pekik seorang ibu yang selalu berlangganan kepadanya.


Vallen yang sedang menyapu halaman rumah orang lain kaget dengan teriakannya.


"ada apa?" tanyanya.


"ibu muu dia-" ucapan terhenti karena Vallen menguncang-guncangkan tubuh orang itu.


"kenapaa" pekik Vallen.


"diaa sudah tidak bernafas" lirih orang itu.


Seolah disambar petir disiang hari, padahal pagi tadi ibunya baik-baik saja. Kenapa-kenapa malah menjadi seperti ini. Padahal tadi pagi dia berangkat dengan wajah yang ceria kenapa-kenapa dia pulang-pulang harus menangis.


"IBUUUU" pekik Vallen sembari berlari meninggalkan pekerjaannya.

__ADS_1


Setelah sampai dia mengguncang-guncangkan tubuh ibunya. Ia tidak percaya bukannya dia sudah membeli obat agar ibunya semakin membaik kenapa menjadi seperti ini. Kenapa dunia Vallen meninggalkan Vallen sendiri.


"ibuu aku tidak pernah mengijinkan mu untuk pergi!!" pekik Vallen


"siapa yang menyuruh mu untuk meninggalkan ku sendiri disini"


"buuu aku tidak akan pernah bisa hidup tanpa muu" dia masih saja menguncang-guncangkan tubuh ibunya itu yang sudah pucat.


"buu dunia ini sangat jahat tanpa genggaman tangan dari mu, tanpa kau disisiku" semua air matanya tumpah. Kakinya sangat lemas sekali.


"apa yang terjadi padamuu buu" ringkis nya.


Yang lain hanya bisa memandang Vallen yang terlihat kacau balau itu. Entah apa yang akan dilakukan Vallen kali ini dia benar-benar sudah kehilangan semuanya.


"kenapaaaaaa" pekik Vallen dia masih tidak terima dengan kematian ibunya itu.


"buuu kau segala untuk ku, kau lah yang membuat ku semangat setiap hari, tapi kau jahat bu kau meninggalkan anakmu ini sendiri" gerutu Vallen


"kau tahu aku ini dipaksa dewasa oleh keadaan aku sudah membiarkan mu untuk tidak bekerja untukku kau hanya tinggal menemaniku tapii..... tapi kenapaa kauu-" dia tidak bisa melanjutkan kata-katanya lagi.


"aku lelahh" lirih Vallen.


Yang akhirnya dia mengikhlaskan ibunya untuk dimakamkan.


Vallen yang sudah tidak bersemangat dengan dunianya kini dia hanya bisa mengurung diri dirumah kecil yang terbuat dari kayu dan kardus itu. Satu minggu berlalu setelah kematian sang ibu dia sudah tidak ingin bekerja lagi. Bahkan satu minggu itu dia tidak makan hanya minum dan termenung.

__ADS_1


Vallen berharap dia juga akan mati dalam keadaan seperti ini, sama seperti kakak-kakak yang lain. Mati dalam kelaparan namun nyatanya dia tidak kunjung bertemu dengan ajalnya.


Karena lelah malam itu juga ingin terjun dari atas jembatan. Dulu dia pernah menolak ajakan seseorang untuk menjadi model hanya karena ingin merawat dunianya itu, namun ternyata ibunya meninggal Vallen begitu cepat. Gadis 15 tahun itu hanya bisa meratapi nasibnya.


"apa yang kau lakukan!!" pekik seorang lelaki, dia menarik tangan Vallen agar tidak jadi melompat


"lepasinn guee" Vallen ingin menepis tangan kekar itu namun dia sudah tidak lagi bertenaga.


"minggir semua orang jahat, gue cuma pengin matii" pekiknya.


Namun lelaki itu langsung membawa Vallen kedalam dekapannya. Dia memeluk erat Vallen seolah seorang kakanya yang tidak ingin kehilangan adiknya. Vallen mulai menitihkan air matanya namun segera ia menghapusnya karena sudah bersumpah tidak akan menangis lagi.


Lelaki itu adalah Alex, lelaki yang membuat hidup Vallen berubah total karena kehadirannya. Tangan kekar milik Alex selalu menggenggam erat Vallen seolah tidak ingin kehilangan.


Saat itu Alex ingin memelihara Vallen karena melihat dia sangat cantik dan saat itu juga dia sedang ada masalah dengan keluarganya. Karena dia ketahuan selingkuh lagi. Beberapa hari setelah merawat Vallen semakin hari Vallen semakin cantik membuat Alex ingin memilikinya dan saat itu juga Alex minta bercerai dengan Ella karena dia sendiri juga sudah muak.


Setelah itu juga Vallen mulai menjadi pemuas nafsu Alex namun bukan hanya dia saja masih banyak yang lain. Tapi masih bisa dikatakan bahwa Alex lebih menyayangi Vallen. Semakin kesini Vallen semakin berambisi untuk belas dendam kepada Hendra dan ayahnya.


Karena sudah berada dibawah perlindungan Alex, Vallen mulai berani untuk hidup lagi. Bahkan dia sudah membalaskan dendam yang pertama yaitu membunuh ayahnya sendiri dengan tangannya sendiri. Namun tidak langsung membunuh gadis belasan tahun itu menyiksa ayahnya terlebih dahulu.


"good girl" puji Alex


Semenjak saat itu Alex selalu mendukung apa yang dilakukan oleh Vallen dan bisa dikatakan juga Alex adalah penyemangat dari Vallen sendiri. Maka dari itu jasa Alex kepada Vallen sangat besar. Namun itu juga membuat sifat lembut hati Vallen berubah total dia bahkan sekarang menjadi iblis peliharaan Alex.


AT THE MOMENT

__ADS_1


__ADS_2