Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Ulang Tahun All


__ADS_3

Seperti biasa hari ini All bangun pagi dan segera bersiap untuk bertemu dengan Elena sang guru privatnya. Entah mengapa All merasa suasana hari ini sungguh berbeda dari hari-hari sebelumnya ia merasakan bahagia saat bangun paginya.


Selesai belajar ia pergi kedapur untuk membuat makanan ringan yang akan dijual, kini tabungannya sudah lumayan banyak terdapat ada 5jt yang ia simpan, karena gaji yang diberikan di cave itu tidak main-main walaupun hanya cave kecil dan ia juga mengalami pemotongan gaji karena masalah waktu itu. Namun sebenarnya bosnya itu orang baik ia mengajarkan kepada Alisha apa itu disiplin.


"bagaimana perkembangannya" tanya Hendra


Selesai mengajar All, Elena pergi keruangan milik Hendra untuk melapor.


"semakin hari semakin baik"


"dia anak yang berbakat, kepintaran tidak diragukan lagi" ucap Elena


"dia akan siap mengemban beban yang akan diberikan oleh tuan"


"baiklah, saya harap dia akan siap karena sebentar lagi mungkin dia yang akan memimpin perusahaan ku"


Elena hanya mengangguk dan segera pamit. Hendra sebenarnya menyadari dirinya sudah tidak bisa bertahan selama beberapa tahun lagi mungkin paling lama adalah 3 tahun kedepan. Dokter tidak bisa menjanjikan kehidupan lebih lama kepada dirinya, ditambah Hendra sekarang lebih banyak mengonsumsi obat.


Karena setelah kepulangan All dari penjara dirinya tidak pernah melampiaskan emosi kepada All lagi tetapi ia melampiaskan kepada obat. Ia lebih suka mengonsumsi obat tidur dan penenang. Entah apa yang menyebabkan Hendra tidak lagi menyakiti anaknya itu.


Malam ini All pulang terlambat, namun ia sudah menitipkan kunci jendela kepada bibi agar saat dia pulang bibi akan mudah membukakan jenda dari dalam untuk nya.


Namun di tengah jalan ia bertemu dengan Elgara, dirinya ditarik kesuatu tempat oleh Ell. All sempat menolak namun ia sendiri rindu karena lama tidak bertemu juga jarang berkomunikasi.


"lepasin" All menepis tangannya dari genggaman Ell.


"All" Ell kembali memegang pergelangan tangan All karena ia akan segera pergi.


"kak tolong kita jaga jarak, aku ngk mau ada fitnah diantara kita"

__ADS_1


Ell menghembuskan nafas pelan, ia akan menjelaskan apa yang akan dia lakukan.


"gue mau ngomong sebentar"


All berbalik karena mendengar suara lesu milik Elgara. Dirinya ingin mendengar apa yang akan dikatakan oleh Ell.


"selamat ulang tahun" Ell menjulurkan kado yang sudah ia siapkan beberapa hari yang lalu.


All tertegun pantas saja dirinya merasa ada yang janggal dengan hari ini, ternyata hari ini adalah hari kelahirannya sekaligus haru dimana kematian sang ibunda.


All melihat kado kak Ell dengan mata berkaca-kaca ia sebisa mungkin menahan agar air mata ini tidak jatuh.


Hanya kak Elgara yang selalu ingat hari ulang tahun All. Dimana setiap tahun selalu kak Ell yang menjadi orang pertama yang mengucapkannya. Dengan tangan bergetar All menerima pemberian dari kak Elgara. Lalu ia segera berlari kepelukan Ell, All menangis tersedu didalam pelukan.


Ell hanya bisa tersenyum, ia senang karena All masih mau memeluknya. Ia kira All akan membencinya untuk selamanya. Ia harap All tidak pernah ada rasa bencin sama sekali, dan yang akan menjadi orang yang dipaling dicintai oleh Ell setelah mamahnya adalah Alisha seorang tidak ada yang lain.


"makasih kak Ell udah ingat ulang tahun All" ucap All dengan suata bergetar. Lalu Ell mengusap air mata yang sedari tadi tidak berhanti mengalir.


Tak lupa kak Ell juga membuat kue coklat kesukaan All. Walaupun kue itu kecil namun cukup untuk mereka berdua. All mengambil garpu kecil disebelah kue dan akan segera menyuapi Elgara.


plakkk....


Tangan All ditepis oleh seorang gadis yang tak lain adalah adiknya sendiri.


"ternyata kak Ell ngk mau ketemu sama aku, gara-gara cuma mau ketemu sama diaa!!" pekik Taysa


"dasar wanita ngk tahu diri, bukannya lo udah tahu dia itu tunangan guee!!" Tasya melempar kue yang di pegang oleh All.


Bahkan kue itu belum dicicipi sama sekali, All tidak tahu seberapa susah Elgara membuat kue itu hanya untuk All. All tahu kak Ell tidak akan membeli kue Ell pasti akan berusaha membuatnya sendiri, karena setiap tahun selalu saja begitu. Alasannya hanya karena Elgara ingin Alisha menikmatinya hasil usahanya.

__ADS_1


Walaupun setiap tahun kue selalu berwarna coklat namun rasanya berbeda-beda, kadang teralu asin, manis, ataupun rasa aneh lainnya. Tapi jika dinikmati bersama rasanya akan tetap selalu menjadi favorit Alisha.


"bisa ngk sih lo ngehargai pemberian dari orang lain!!" bentak All, ia sangat marah padahal dirinya ingin sekali mencicipi buatan Ell.


"kenapa hahh, itu cuma kue dan lo bisa beli lagi"


"apa jangan-jangan cuma karena pemberian dari kak Ell lo sampe segitunya" ejek Tasya


All tidak menghiraukan apa yang dikatakan, dirinya berjongkok untuk mengambilnya sisa kue yang masih bisa dimakan hanya untuk menghargai apa yang sudah diberikan.


Namun Ell mengahalangi, ia segera menarik All untuk berdiri. Mana mungkin Ell membiarkan begitu saja, kue bisa dibuat ulang sebanyak apa pun olehnya.


"kenapa sih kak Ell selalu aja perduli sama All"


"apa istimewanya anak sialan ini dimata kaka"


"jaga omongan kamu"


"gue udah sabar sama sikap lo dari tadi"


Elgara menatap Tasya dengan tidak suka, seketika nyali Tasya untuk berbicara pun ciut. Tasya menundukkan kepala dan tidak berani untuk menatap.


Alhasil dirinya lebih memilih untuk pulang, bagaimana Tasya bisa tahu Ell keluar karena dirinya tadi mendatangi rumah Ell dan Rindi mengucapkan bahwa Ell pamit pergi ke sebuah taman. Kebetulan taman itu juga jalan yang sering di lalui oleh Alisha.


"kak Ell maafin sikap Tasya yaa" ucap All


"ngk usah ngurusin orang"


"sekali lagi All minta maaf kuenya jadi kebuang sia-sia"

__ADS_1


"ngk papa, gue bisa buatin buat lo lain kali"


"kalo gitu All pamit pulang, thakss yaa buat kadonya" All segera berlari menjauh dari Elgara.


__ADS_2