Tanda Mata Langit

Tanda Mata Langit
Chapter 10


__ADS_3

Di hutan


Geisya terus berjalan untuk menemukan dimana Pedang Jiwa itu berada. Dia yang ditemani oleh Singa nya itu.


Tak lama Geisya di kejutkan oleh tingkah Singa nya yang mengusap usapkan tubuh besar nya pada lengan Geisya.


Geisya menatap Singa nya yang tiba-tiba menundukkan tubuh di hadapan Geisya.


"Tidak perlu Diego, aku masih sanggup berjalan, lagi pula Tubuh mu masih belum pulih dengan total."


Ucap nya dengan memandang Diego dengan Bibir tersenyum, Singa besar itu kemudian mengangkat kembali tubuh nya dan segera berpindah ke samping Geisya.


Geisya dan Singa nya itu terus berjalan untuk menemukan Pedang Jiwa itu berada.

__ADS_1


"Aku harus dengan segera menemukan dimana pedang itu berada, aku benar benar sangat membutuhkan pedang itu untuk menyelematkan Keluarga ku, ayah ibu ku mohon bertahan lah anak mu ini akan mendapatkan Pedang Jiwa itu segera." Dalam benak Geisya.


Dengan langkah cepat Geisya terus berjalan menyusuri hutan yang besar, dia sangat mengerti keputusan yang di ambil nya sangat beresiko untuk diri nya sendiri, namun jika bukan dia yang membantu ibu dan ayah nya yang sedang di sekap oleh Seorang Raja yang kejam, siapa lagi?! Dia lebih merelakan hidup nya untuk menyelamatkan ke dua Orang Tua yang di kasihinya itu.


Beberapa hari berlalu tubuh nya terlihat begitu sangat lemah, karena beberapa hari itu terus berjalan tanpa henti tanpa Makan dan Minum.


Karena tubuh nya sudah semakin melemah akhirnya dia memutuskan untuk beristirahat sejenak di Hutan.


"Sangat aneh, sebenarnya sedang dimana diriku ini? Mengapa hutan ini jadi begini?." Ucap Geisya dengan lemah.


Dia akhirnya memutuskan untuk beristirahat sejenak di Bawah Pohon yang sudah Mati itu, perlahan dia memejamkan ke Dua Mata nya.


"Hmm aneh sekali siapa Pria yang waktu itu membantu ku, kekuatan nya sangat luar biasa pastilah dia Seorang Pria yang sangat kuat dan hebat, tetapi mengapa dia membantu ku?." Dalam benak nya.

__ADS_1


***


Changyi yang tengah berjalan bersama dengan kawan nya Haili memandang suasana Kota yang berada di balik hutan yang lebat.


Saat ini Changyi sedang berada di kota Bungsin, yang memiliki sebuah Kerajaan yang sangat besar bernama Wiansu Taw namun dia melihat suasana di tempat itu sangat kacau tidak berjalan seharusnya dengan kota yang di pimpin oleh seorang kaisar yang baik.


Changyi melihat kondisi pasar yang cukup ramai, tiba-tiba pandangan nya tertuju pada sekelompok pria yang tengah duduk di Kursi Kayu, mereka membincangkan sesuatu yang membuat Changyi mengerti mengapa Kota itu terlihat begitu tidak stabil.


"Aku sangat terkejut mendengar putusan dari Puteri Gege yang merelakan diri untuk pergi mencari Pedang Legenda Jiwa itu berada, tidak ada Seorang pun yang berhasil menemukan dimana Pedang itu berada, sampai saat ini dia belum juga kembali, sungguh besar pengorbanan Sang Puteri untuk menyelamatkan Kaisar dan Permaisuri."


Kemudian Changyi mengingat kembali pada saat kejadian di dalam Hutan dia sempat membantu Seorang Wanita yang berpakaian seperti Seorang Puteri.


"Mungkinkah Gadis di waktu itu yang sedang mencari Pedang Jiwa milik ku." Dalam benak Changyi.

__ADS_1


__ADS_2