Tanda Mata Langit

Tanda Mata Langit
Chapter 27 : Melawan naga merah part 2


__ADS_3

Geisya memandang Changyi yang tengah berada di samping nya. Kemudian, gadis itu segera bangun dari duduk nya.


Changyi dan Geisya memandang Siluman Naga itu secara bersamaan mereka mengeluarkan kekuatan.


Geisya mengangkat ke dua tangan nya ke atas lalu dia satukan jari telunjuk dan jari tengah membentuk segitiga sebuah Cahaya Listrik mengalir dalam diri Gadis itu.


Changyi yang memperhatikan Geisya yang sudah bersiap untuk menyerang siluman itu. Kemudian menghilang kan kekuatan yang sudah terkumpul di dalam telapak tangan nya.


Dia menyerahkan musuh itu pada Geisya karena dia berfikir musuh itu bukan tandingan untuk nya dan lagi Changyi tidak ingin Geisya mengetahui terlalu cepat siapa dia sebenarnya.


Gadis itu berlari dengan sangat cepat ke arah siluman naga merah sambil menggenggam pedang milik nya. Siluman Naga yang memperhatikan Geisya yang semakin mendekat ke arah nya segera bersiap-siap untuk menyemburkan api panas yang berada di dalam mulut nya.

__ADS_1


Saat Api tersembur ke arah Gadis itu dia segera menghindar i nya semburan bertubi-tubi yang di berikan oleh Naga merah itu pada dirinya dapat dia halau dengan kecepatan gerakan kaki milik nya.


Kemudian, Geisya menghentakkan kaki nya ke tanah sekali. Kemudian dia segera meloncat dan sekarang tubuh nya berada di atas Kepala Naga merah itu.


Siluman Naga merah yang melihat Geisya tengah menginjak injak kepala nya itu segera memberontak dan merubah wujud menjadi Seorang Manusia.


Saat Siluman itu merubah wujud nya Geisya meloncat ke bawah dan memperhatikan Siluman itu dengan tatapan kebencian.


"Kau tau siapa yang paling ku benci di dunia ini ?!, itu adalah makhluk rendah seperti dirimu." Pandangan Gadis itu penuh dengan amarah karena siluman dia tidak dapat bertemu dengan ke dua Orang Tua nya. Karena Siluman-siluman itu hidup nya sekarang menjadi sangat kacau, begitulah menurut pandangan Geisya terhadap Siluman.


"Hehe, aku mengerti alasan mu mengapa sangat membenci diriku, itu pasti karena sebuah Pedang Jiwa kan. Haha kau juga ingin mendapat kan pedang jiwa itu bukan. Hmm, karena kau juga sangat ingin mendapat kan pedang jiwa itu maka aku bersedia untuk bertarung dengan mu, matilah kau!!."

__ADS_1


Changyi yang menatap ke dua Gadis itu yang tengah berkelahi sangat merasa jengkel terhadap Siluman itu. Kemudian, Changyi mengangkat jari telunjuk nya dengan cepat dia berpindah tempat dan berada di belakang Siluman Naga itu.


Changyi menyentuh pundak siluman naga itu dengan jari telunjuk nya, tubuh siluman itu tidak dapat di gerakan. Geisya yang melihat hal itu segera memberi pelajaran kepada Siluman sombong itu.


Dia mengumpul kan kekuatan pada telapak tangan nya. Kemudian, dia mengepalkan nya. Dengan tidak sabaran Gadis itu menghantam wajah siluman naga dengan sangat keras menggunakan tangan nya.


Sebuah Cahaya Listrik mengenai wajah siluman itu. Segera Gadis itu menarik tangan nya dia memperhatikan wajah Siluman itu yang rusak karena pukulan nya.


Siluman Naga itu masih belum bisa menggerakan tangan nya lalu dia melirik kan mata nya pada tembok rumah warga. Tembok yang besar itu tiba-tiba runtuh dan akan segera menimpa tubuh Geisya.


Changyi yang melihat hal itu segera dia mendekat ke arah geisya dan menahan bongkahan tembok yang sangat besar itu dengan tangan nya.

__ADS_1


Geisya yang terkejut kemudian pandangan nya tertuju pada Changyi yang berada di samping nya itu. Dia melihat Pria itu seperti nya tidak merasa sulit sama sekali menahan bongkahan tembok besar itu.


__ADS_2