
Gadis itu segera menyerang siluman ular itu dengan menggunakan pedang milik nya. Siluman Ular itu tertawa begitu keras terhadap Geisya.
Mereka saling bertarung kemudian Geisya menatap pedang nya kemudian dia mengarahkan Pedang nya kepada Tubuh Siluman Ular itu. Segera Siluman Ular itu menghindar merendah kan tubuh nya agar tidak terkena pedang milik Geisya.
"Hahaha, kau terlalu sombong jika dapat mengalahkan diriku, lihatlah dirimu sendiri hanya lah Seorang Gadis yang lemah, sudahlah urungkan saja niat mu itu untuk menyelematkan keluarga mu. Besok mereka akan di jadikan Zombi oleh Raja Siwang hahaha." Ucap Siluman Ular itu sambil menatap wajah Geisya yang berada di depan nya.
"Omong kosong! Tutup mulut mu itu!."
Dengan perasaan marah Geisya kemudian menyerang Tubuh Siluman Ular itu dengan Pedang milik nya. kemudian tanpa Geisya sadari tubuh nya di tendang oleh siluman ular itu dengan cukup jauh, tubuh Gadis itu membentur dahan pohon besar. Bibir nya lagi lagi mengeluarkan darah, segera Gadis itu mengelap nya menggunakan tangan nya.
Gadis itu segera bangun dan dia menusukkan pedang nya ke Tanah Cahaya Petir mengelilingi tempat itu Dengan perlahan Gadis itu menopang tubuh nya agar dapat berdiri dengan sempurna.
__ADS_1
"Hmh, masih belum mau menyerah juga rupanya?! ,marilah kau Geisya!."
"Tidak akan!." Bentak Gadis itu memandang Siluman Ular.
Dengan bersamaan mereka berlari Geisya mengayunkan pedang nya dan mencoba untuk melukai Tubuh Siluman Ular itu dengan pedang nya.
Kemudian Siluman Ular itu mengibaskan ekor nya yang besar kepada Geisya. Gadis itu segera menghindar, kemudian dia berlari untuk membunuh Siluman Ular itu dengan pedang nya.
Siluman Ular itu terkejut segera dia melepaskan Geisya kemudian Gadis itu terjatuh dan tubuh nya membentur tanah. Darah segar mengalir di wajah nya. Kemudian, gadis itu memejamkan ke dua mata nya.
"Aku tidak bisa, tanpa Pedang Jiwa itu aku tidak akan pernah bisa menyelamatkan ayah dan ibu ku." Dalam benak Geisya.
__ADS_1
Kemudian dia teringat kembali ucapan changyi pada saat di Gua Yatapa , pria itu berkata "percayalah pada kemampuan mu sendiri, percayalah bahwa kau bisa melakukan itu." Lalu Geisya membuka ke dua mata nya dia menggenggam Pedang Petir milik nya. Gadis itu bersusah-payah untuk bangun.
"Benar apa yang kau katakan Changyi. Aku harus percaya dengan kemampuan ku sendiri."
Saat dia bangkit Siluman Ular itu menatap Geisya dengan perasaan yang sangat terkejut.
"Tidak mungkin! ,bagaimana bisa dia bangkit kembali!."
Geisya menatap Siluman Ular itu yang tengah berada di belakang nya. Kemudian, dia membalikkan Tubuh nya dengan tatapan benci Geisya segera berlari dan menyerang tubuh Siluman Ular itu dengan menggunakan Pedang Petir milik nya.
"Hmm, aku terkesan kau masih bisa bangkit dengan luka separah itu."
__ADS_1
Siluman Ular yang menghalau serangan Geisya dengan kekuatan nya.