Tanda Mata Langit

Tanda Mata Langit
Chapter 28 :Akhir dari pertarungan melawan naga merah


__ADS_3

Changyi kemudian mengangkat bongkahan tembok besar itu. Menggunakan satu tangan nya, lalu dia melempar nya jauh dan bongkahan tembok besar itu yang masih berada di udara, saat Changyi menatap dengan ke dua mata nya tak lama hancurlah menjadi debu dan memenuhi tempat itu.


Geisya yang melihat hal itu sontak saja sangat terkejut. Kemudian dia memperhatikan tubuh Changyi yang tidak terluka sedikitpun.


"Siapakah dirimu yang sebenarnya changyi?." Dalam benak Geisya.


Kemudian mereka berdua menatap siluman naga itu yang amat kesakitan. Sambil memegangi wajah nya yang rusak, darah berwarna hitam pun bercucuran menetes ke tanah.


Darah siluman naga yang menetes itu kemudian mengarah pada tubuh Geisya yang berada di depan nya, darah hitam itu berubah menjadi sebuah tombak saat sudah melesat semakin dekat pada tubuh geisya.


Geisya yang terkejut segera menghalau tombak itu dengan pedang petir milik nya. Beberapa kali Gadis itu menggerakan pedang nya, Changyi yang berada di samping Geisya kemudian dia berpindah tempat dengan cepat. Siluman Naga yang tengah kesakitan itu dikejutkan oleh suara Changyi yang sudah berada di depan nya.


"Mari bertarung!."

__ADS_1


Siluman Naga merah itu menatap Changyi dan segera berubah wujud menjadi naga yang cukup besar, dia melayang di udara.


Changyi melihat Siluman Naga itu akan pergi meninggalkan pertarungan begitu saja dengan langkah cepat Changyi segera meloncat i tembok tembok besar dan berjalan di atas sana.


Changyi terus memandang Naga yang akan segera pergi meninggalkan pedesaan yang sudah kacau.


"Pertarungan baru saja akan di mulai dan kau berniat untuk menghindar?, di sini Pedang Jiwa yang kau inginkan!."


Sambil terus berlari di atas bangunan yang besar kemudian Changyi menembakkan beberapa serangan pada Siluman Naga merah. Siluman yang melihat segera menghindar dengan cepat.


Kecepatan yang sangat pesat dan tembakkan yang sangat akurat pisau milik changyi mampu menembus tubuh siluman naga merah. Siluman Naga yang sudah terkena Pisau milik Changyi semakin goyah dari pertahanan nya. Kemudian, dengan perlahan Siluman naga itu terjatuh dari ketinggian.


Bummm.....

__ADS_1


Changyi yang masih berada di atas tembok itu segera meloncat ke bawah agar dapat melihat tubuh dari siluman naga merah. Kemudian, Changyi berjalan untuk menghampiri Siluman naga yang sudah terkapar di tanah.


Dari kejauhan Geisya mendengar suara ledakan yang cukup besar. Dengan cepat dia kemudian menghancurkan tombak hitam milik Siluman Naga merah, setelah dia berhasil mematahkan tombak besar itu. Tiba- tiba darah berwarna hitam memenuhi tangan kiri Geisya.


Geisya memperhatikan tangan nya yang berlumuran darah milik Siluman Naga merah.


Kemudian dia segera berlari untuk menghampiri suara ledakan itu berada.


Changyi yang melihat tubuh dari naga merah yang sudah sangat tidak berdaya merasa sedikit iba kepadanya.


"Jujur, aku sungguh merasa iba terhadap mu, maka dari itu sebaiknya aku tidak membuang waktu lagi untuk melenyapkan mu."


Changyi kemudian berjongkok untuk melihat tubuh Siluman Naga yang sudah tidak berdaya. lalu dia meletakkan tangan kiri nya di atas kepala Naga Merah.

__ADS_1


Tak lama sebuah sinar berwarna putih memenuhi tubuh Siluman Naga Merah perlahan sinar itu menghilang bersamaan dengan Tubuh Naga Merah.


__ADS_2