
Geisya mengangkat ke dua tangan nya dengan cepat jari telunjuk dan tengah segera bersatu membentuk segitiga cahaya berwarna Oranye memenuhi tubuh nya pandangan nya terlihat sangat dingin.
Tak lama sebuah pedang yang di selimuti oleh cahaya listrik memenuhi tangan nya.
"Mari bertarung." Ucap Geisya dengan pandangan dingin.
"Hmh, Hanya seorang wanita apa yang perlu ku takutkan!." Ucap Leo dengan menyombongkan diri.
"Jika memang wanita, lalu mengapa?!." Ucap Geisya dengan perasaan kesal.
Pertarungan berlangsung. Leo menggenggam pedang nya dengan erat dia berlari untuk menghampiri Geisya yang tengah berada di hadapan nya itu.
Sring....
Sring....
Suara pedang yang saling membenturkan diri terdengar, ke dua nya nampak saling menggebu-gebu untuk mengalahkan satu sama lain.
Awal nya Geisya merasa biasa saja dengan pria itu namun saat dia sudah meremehkan kemampuan nya karena dia seorang gadis. rasa marah itu muncul. Saat pedang mereka saling bertabrakan dengan segera Geisya mendorong tubuh pria itu kebelakang.
__ADS_1
"Apa menurut mu semua wanita itu lemah! tarik lah kembali ucapan mu!." Bentak Geisya dengan kesal.
Leo hanya tertawa tanpa berkata apapun kemudian dia menendang perut Geisya dengan sangat kuat. Gadis itu terjatuh ke bawah, namun dia sedikitpun tidak akan pernah menyerah.
"Kau memang lah lemah, sebaiknya anda tidak perlu ikut campur Tuan Puteri." Ucap Leo dengan sombong.
Tak lama Changyi dan Haili menghampiri Geisya yang sudah terjatuh ke tanah.
"Kau tidak apa?." Ucap Changyi sambil menatap Geisya yang terjatuh.
"Hmm." Ucap Geisya sambil berusaha untuk berdiri.
"Hati-hati dia cukup kuat."
Changyi memperhatikan Leo dengan tatapan tidak suka. Kemudian Geisya melirik Haili yang berada di samping nya.
"Dimana Shao Lan?."
Haili melirik Geisya yang tengah berbicara kepada nya.
__ADS_1
"Dia berada di balik pohon besar yang ada di belakang ku." Ucap Haili.
Geisya memandang Pohon besar itu kemudian dia berjalan ke belakang di lihat nya Shao Lan sedang berdiam diri.
"Ikut dengan ku sekarang." Ucap Geisya dengan serius.
Kemudian anak kecil itu berjalan keluar dari balik pohon dan menghampiri Leo yang berada di hadapan nya. Saat leo melihat adik nya tengah bersama dengan ke tiga orang itu dia merasa sangat lah malu tidak mampu menjaga adik nya dengan baik.
"Kau kenal siapa dia?! Apa kau tau dia sangat ketakutan saat melihat wujud mu menjadi seperti ini! Kau bukan kaka yang baik!." Ucap Geisya dengan tegas.
Changyi dan Haili menatap Geisya dengan perasaan yang tidak menyangka ternyata anak kecil itu adalah adik dari pembunuh bertopeng.
"Ya, dia adik ku! Ya aku memang bukan lah kaka yang baik! Apa kau tau tujuan ku melakukan semua ini demi siapa?! demi untuk melindungi nya!." Bentak Leo dengan kesal.
"Hah apa kau bilang?! Omong kosong! Kau egois, kau tega membunuh keluarga mu sendiri dan membiarkan adik mu terlantar, Kau pantas di hukum!! Sadar lah Kekuasan bukan segala nya, kau korban kan semua nya demi untuk menjadi kuat, sungguh miris persaudaraan diantara kalian!!." Ucap Geisya dengan Tegas.
"Aku tidak lah perduli, Iya aku memang lah egois, aku bosan selalu terlihat lemah di mata orang lain, di hina apa kau tau bagaimana rasa nya?!." Ucap Leo dengan kesal.
"Aku tidak perduli bagaimana rasa nya! Tetapi jika kau ingin terus merasakan kebahagian, Mati saja!." Ucap Geisya dengan serius.
__ADS_1