
Geisya dan Changyi segera pergi meninggalkan tempat itu, seluruh penduduk yang merasa takut berlari an untuk meninggalkan pasar dan kembali kerumah mereka masing-masing.
Saat mereka tengah berjalan untuk mencari Daun Kliwang Emas langkah mereka kemudian di hentikan oleh sekelompok pria yang mengalami masalah seperti pria yang sebelum nya.
"Tuan....tolong kami."
Sekelompok pria itu memohon mohon pada Changyi agar mereka dapat di selamat kan oleh nya.
"Kami akan membantu kalian, cepatlah pulang ke rumah kunci pintu rumah kalian jika ada yang mengetuk jangan pernah kalian buka, mengerti?!."
Sekelompok Pria itu kemudian mengangguk kan kepala nya akhirnya mereka semua segera pergi meninggalkan Changyi dan Geisya.
Suasana menjadi sangat sunyi seluruh Penduduk Desa ketakutan di dalam rumah nya. Changyi menatap Geisya sekilas lalu dia melanjutkan langkah nya dengan cepat.
Changyi dan Geisya terus berjalan menyusuri Pedesaan kemudian mereka menemukan hutan yang sangat besar, mereka harus melewati hutan itu agar bisa sampai di Bukit Shinu.
"Kita harus tetap waspada." Ucap Changyi kepada Geisya yang berada di samping nya.
__ADS_1
Gadis itu hanya mengunggukan kepala nya, lalu mereka segera memasuki hutan itu Geisya dan Changyi memperhatikan sekeliling kemudian Gadis itu mendengar suara aneh dari arah belakang nya.
Srekk....
Geisya segera memutarkan tubuh nya dengan tatapan yang tajam dia memperhatikan sekeliling kemudian Gadis itu meminta kepada Changyi agar segera pergi dari tempat itu.
"Changyi, sebaik nya kita segera pergi dari sini, aku merasakan sesuatu yang sangat aneh."
Kemudian Gadis itu memutarkan kembali tubuh nya untuk menatap Changyi yang sedari tadi berada di depan nya, namun dia sangat terkejut begitu dia membalikkan tubuh nya pria itu sudah tidak berada di tempat nya.
"Changyi?!."
Gadis itu menggenggam erat pedang listrik milik nya lalu dia membalikkan tubuh sambil menggerakan pedang petir Ke arah sesuatu itu.
Benar saja dia melihat Sura Siluman Ular itu berada di hadapan nya, gadis itu memandang sura dengan tatapan penuh kebencian.
"Kau!." Bentak Geisya.
__ADS_1
Siluman Ular itu menatap Geisya dengan tersenyum licik.
"Baaa, hallo Puteri Geisya hehe, aku menemukan mu juga akhir nya."
Kemudian Geisya menghindar dari Siluman Ular itu, dia menatap Siluman Ular itu dengan sangat dingin.
"Huft ,dingin nya hmm jangan terlalu kaku dengan ku diri ku Puteri." Ucap Sura dengan tersenyum licik pada Geisya.
"Dimana ke dua orang tua ku?!." Bentak Geisya dengan marah.
"Dia berada di suatu tempat yang sangat menakutkan, mungkin besok Raja Siwang akan mengubah kedua orang tua mu itu menjadi Zombi hahaha." Ucap Siluman itu dengan tersenyum licik.
"Dia tidak akan pernah bisa melakukan itu, aku akan segera membebaskan ke Dua Orang Tua ku." Ucap Geisya dengan perasaan marah.
"Kalau begitu cepat lawan diri ku, dan buat aku berbicara dimana ke dua orang tua mu itu berada!." Bentak Siluman Ular itu kepada Geisya.
Secara bersamaan ke dua Gadis itu mengeluarkan kekuatan nya Geisya yang mengeluarkan kekuatan Deinto nya sedangkan Siluman Ular itu mengeluarkan kekuatan darah kematian nya.
__ADS_1
Geisya dengan cepat mengangkat ke dua tangan dan di satukan nya ke dua jari telunjuk dan jari tengah membentuk segitiga sebuah Sinar berwarna Oranye ke emasan memenuhi tubuh Gadis itu, juga pedang milik nya yang mengeluarkan Sinar Listrik.