
Ke Dua Pelayan itu saling memandang mereka sangatlah panik jika masalah ini sampai di ketahui oleh Kaisar maka mereka akan menerima hukuman yang sangat berat.
"Muang Yan, ini semua salah mu." Ucap salah Seorang Pelayan.
"Ih, apa maksud mu ini semua kesalahan ku, aku lah yang tengah memasak di Dapur seharusnya orang yang patut kau salah kan adalah dirimu sendiri, untuk apa kau menemani Puteri Wuang Si, ingat Si Muan kau itu di tugaskan untuk tetap berada di samping tuan puteri Yumika."
Dengan segera pelayan Muang Yan berjalan meninggalkan tempat itu untuk kembali ke Dapur.
"Eh Muang Yan aku ikut dengan mu."
Muang yan melirik Si Muan yang berada di sampingnya.
"Heh, sebaiknya kau itu menemani Puteri Yumika dia nampak nya terlihat sangat sedih, cepat!."
"Oh iya, baik lah."
Si Muan segera meninggalkan Muang yan untuk menuju Kamar Yumika. Pelayanan itu hanya memperhatikan Si Muan dan juga segera pergi menuju Dapur Istana.
Di dalam Kamar Puteri Yumika.
__ADS_1
Pelayan Si Muan memperhatikan Puteri Yumika yang tengah duduk di kasur nya.
"Puteri?."
Yumika hanya melirik sekilas Pelayan nya itu yang berada di luar Kamarnya. Lalu dengan cepat dia mengalihkan pandangan nya.
Pelayan nya yang masih berada di luar kamar Yumika segera memasuki Kamar tuan Puteri nya. Dia menghampiri yumika yang terlihat kesal bercampur sedih itu.
"Puteri, apakah anda tidak apa?."
Pelayan nya segera mendekati Yumika yang tengah duduk di Kasur itu.
Dengan tatapan yang sangat sedih Yumika terus menundukkan kepala nya.
"Apa yang anda katakan Puteri, anda tidak sendirian, ada saya yang akan menemani anda kemanapun anda pergi."
Pelayan nya itu merasa sangat kasihan terhadap Puteri Yumika yang sangat menderita. Namun, apalah daya pelayan nya hanya menjalankan perintah dari kaisar dan Permaisuri.
"Maaf kan saya Puteri, saya tidak dapat melakukan apapun terhadap diri anda."
__ADS_1
Yumika menatap Pelayan nya itu yang sangat merasa bersalah, lalu Pelayan nya segera menyela dan membuat Yumika tertegun mendengar ucapan dari pelayan nya itu.
"Tetapi sebenarnya anda tidak benar benar sendirian Puteri, anda masih memiliki kawan yang seumuran dengan diri anda."
"Siapa?."
"Puteri Wuang Si."
Saat pelayan menyebut nama Gadis itu raut wajah dari Puteri Yumika seketika berubah menjadi tatapan yang penuh dengan kebencian terhadap Puteri Wuang Si.
"Siapa yang ingin berteman dengan nya?!, sampai mati pun aku tidak akan pernah sudi."
Pelayan Si Muan sangat terkejut mendengar ucapan Puteri Yumika yang begitu sangat membenci Adik tiri nya.
"Maaf... tolong maafkan saya Puteri, tidak ada maksud apapun untuk menyinggung perasaan anda, mohon anda memaafkan Pelayan yang ceroboh ini.
Yumika hanya terdiam tanpa sepatah kata pun dia benar-benar menghiraukan Pelayan nya.
"Kejadian di 5 tahun yang lalu ternyata masih membekas dalam diriPuteri Yumika, jelas saja dia tidak akan langsung melupakan kejadian kelam yang telah menimpa nya, yang di sebabkan oleh Adik tiri nya itu.
__ADS_1
Suasana di dalam Kamar Yumika menjadi terasa sangat canggung yang membuat Hati Pelayan merasa sangat tidak enak.