
Kemudian Geisya memandang Changyi yang tengah mencoba mengobati tubuh nya sendiri. Tak lama sebuah sinar berwarna putih memenuhi tubuh Changyi, tanpa butuh waktu lama luka itu segera menghilang. Kemudian Changyi memperhatikan Geisya yang tengah berada didepannya.
"Sini duduk di depan ku, akan ku obati luka mu." Ucap Changyi sambil memperhatikan Geisya.
"Tidak perlu, Aku bisa mengobati diriku sendiri." Dengan cepat Geisya berjalan menghampiri sebuah dahan pohon yang cukup tinggi dia duduk dibawah sana. ke dua tangan disatukannya tak lama cahaya berwarna Oranye memenuhi tubuh Geisya. Segera dia memejamkan matanya dengan perlahan.
Changyi dan Haili memperhatikan Geisya yang tengah mengobati dirinya sendiri.
"Hmm, dia bukan lah wanita biasa." Dalam benak Changyi.
Tak lama Haili berjalan menghampiri Changyi yang berada dibelakangnya. Changyi memperhatikan tubuh Haili yang terluka.
"Duduk lah di sini, aku akan mengobati luka mu." Ucap Changyi sambil menatap Haili.
"Apa kau yakin? luka ku ini cukup dalam." Ucap Haili memandang Changyi yang berada didepannya.
"Sudah, Cepat." Ucap Changyi memaksa.
__ADS_1
Segera Haili duduk di depan Changyi dengan menyila, kedua tangan dia satukan dan kemudian dia menutup matanya dengan perlahan. Changyi segera menyalurkan kekuatan pada tubuh Haili dengan menempelkan ke dua tangan dipunggung pria itu.
Beberapa saat kemudian, tubuh mereka sudah pulih kembali, Geisya memandang Changyi dan Haili yang berada di hadapan nya. Changyi tersenyum manis memandang wajah Geisya.
"Ada apa dengan mu?." Tanya Geisya dengan cuek.
Kemudian dengan segera dia bangun dari duduk nya dan berjalan meninggalkan Changyi dan Haili yang memperhatikan nya. Changyi memperhatikan Geisya yang akan melewati nya begitu saja, Dengan cepat pria itu menggenggam tangan kiri Geisya.
"Ada apa?." Tanya Geisya dengan tatapan kesal.
"Berjalan lah bersama ku...." Ucap Changyi dengan lirih
Haili memperhatikan kedua temannya yang tengah jatuh hati.
"Changyi kau harus serius dengannya, Lindungi dia dengan baik karena dia sudah memilih mu." Dalam benak Haili.
Changyi memperhatikan arah jalan mereka terus berjalan menyusuri hutan sampai beberapa lama dia menemukan sebuah sungai yang kering. Changyi, Geisya dan Haili memperhatikan sungai itu.
__ADS_1
"Seharusnya sungai ini di aliri oleh air, tetapi mengapa bisa sungai ini begitu kering. Jika di lihat dari cuaca nya ini bukan musim kemarau." Ucap Geisya.
Shao Lan memperhatikan sungai itu kemudian dia menatap ke arah sebuah Desa yang pernah di tinggali oleh Kakek nya.
"Kak...sebenarnya ini adalah Desa Kuang sun, tempat ini dahulu adalah rumah kakek." Ucap Shao.
Changyi memperhatikan Shao yang tengah berbicara.
"Lalu dimana kakek mu sekarang?." Tanya Changyi.
"Jadi kau masih memiliki Kakek?." Ucap Geisya sambil memandang ke arah Shao
Shao yang berada di dekat Haili hanya menganggukkan kepalanya.
"Syukurlah dia masih memiliki keluarga, jika kita bertemu dengan Kakek mu apa kau mau ikut bersamanya?." Tanya Geisya.
"Iya kak, aku ingin bertemu dengan Kakek sudah lama sekali aku tidak melihat nya." Ucap Shao dengan pandangan sendu.
__ADS_1
"Kalau begitu tunggu apa lagi, mari kita ke sana dan mencari tau apa yang menyebabkan sungai ini kering." Ucap Changyi.
Lalu mereka bersama-sama berjalan untuk memasuki Desa.