Tanda Mata Langit

Tanda Mata Langit
Chapter 111 ~ Berjumpa Dengan Sosok Aneh.


__ADS_3

Tak lama kemudian Yoyo merasakan sesuatu yang aneh pada lubang itu, ia merasa seperti tersengat aliran listrik yang cukup kuat ketika tengah mengeluarkan kekuatannya untuk mendeteksi lubang besar itu, Yoyo segera menarik kedua lengannya yang tengah ia tempelkan pada Mulut lubang besar itu.


Putri Geisya yang melihat sikap dari Yoyo membuatnya merasa sangat bingung dengan apa yang telah terjadi kepada rekannya itu. Dengan tatapan tajam Putri Geisya segera berbicara kepada Yoyo.


"Ada apa? Apa yang terlah kau dapatkan?" tanya Putri Geisya dengan tatapan penasaran kepada Yoyo.


Yoyo segera bangkit dari duduknya, kemudian dia menatap Putri Geisya dengan raut Wajah yang tampak terkejut tidak menyangka.


"Aku merasakan aliran listrik yang cukup kuat didalam sana, ah... Tubuhku." Ucap, Yoyo yang segera tidak dapat menyeimbangkan tubuhnya dengan baik.

__ADS_1


Putri Geisya yang melihat hal itu, dengan cepat ia segera menghampiri Yoyo dan menangkap tubuhnya yang sudah lemah, Putri Geisya kemudian menatap lubang hitam besar itu dengan perasaan curiga dan juga cemas, bahwa orang yang telah melakukan hal itu adalah seseorang yang masih ada sangkut pautnya dengan kondisi Bundanya yang sudah seperti itu.


"Apakah ini perbuatan dari Raja Siwang? Ini bukanlah lubang biasa, aku merasakan energi yang dimiliki Yoyo menurun drastis." Dalam benak Putri Geisya yang tengah memperhatikan lubang hitam besar itu.


Karena ia saat itu hanya tengah berdua, dan lagi ia mengorbankan tubuh Yoyo untuk dijadikan sasaran, membuat Putri Geisya segera berjalan untuk dapat menjauhi lubang hitam itu, sambil membawa Yoyo, ia mengangkat lengan kanan Yoyo untuk disandarkan diatas bahunya.


Sesekali Putri Geisya memperhatikan Wajah Yoyo, ia merasa khawatir jika terjadi sesuatu hal buruk kepada dirinya, ia berjalan untuk dapat mencari tempat paling aman agar ia bisa menyimpan tubuh Yoyo dan sejauh mungkin menghindari lubang besar itu.


Tanpa berpikir panjang lagi, Putri Geisya segera mendekati gubuk tua itu ia melihat sebuah tempat duduk panjang dengan rupa yang sudah sangat kotor, tetapi mau bagaimana lagi, dengan perlahan Putri Geisya membaringkan tubuh Yoyo diatas tempat duduk itu.

__ADS_1


Putri Geisya kemudian menatap Wajah Yoyo dengan tajam, ia kemudian segera menekan dada Yoyo dengan telapak tangan kanannya, rupanya Yoyo tidak sepenuhnya kehilangan kesadaran, ia masih mampu membuka sepasang Matanya dihadapan Putri Geisya.


"Bertahanlah, ini akan sedikit sakit." Ucap, Putri Geisya yang terlihat semakin menekan dada Yoyo dengan tenaga dalamnya.


Yoyo yang tengah meringis menahan rasa sakit itu, dengan perlahan ia menutup sepasang Matanya lagi, sampai tiba-tiba mereka merasakan suasana yang sangat aneh ketika berada di gubuk tua itu, angin bertiup cukup kencang, nuansa dingin dirasakan oleh keduanya.


Secepat mungkin Yoyo membuka sepasang Matanya lalu ia segera menatap Wajah Putri Geisya, terkejut bukan kepalang ketika melihat seseorang tengah berdiri dibelakang Putri Geisya dengan tatapan dingin dan tajam, bola Matanya persis dengan Ular berwarna kuning tua, Wajahnya pucat pasi, rambut putih paniang, tubuh tinggi dan terlihat tengah memandangi Putri Geisya dengan tatapan menjijikkan.


"Putri Geisya, awas!" Ucap, Yoyo yang segera menarik tubuh Geisya dan menjauhkannya dari tempat semua ia berpijak.

__ADS_1


Putri Geisya terkejut dengan apa yang telah dilakukan oleh Yoyo, dengan perlahan Yoyo mencoba untuk bangkit dari tempatnya untuk dapat menghadang sosok mengerikan itu agar tidak ada kesempatan lagi untuk mendekati Putri Geisya.


__ADS_2