Tanda Mata Langit

Tanda Mata Langit
Chapter 21 : Berlatih kekuatan 1


__ADS_3

Geisya mencoba untuk mengeluarkan kekuatan Deinto milik nya.


Deinto adalah sebuah kekuatan yang menggabungkan beberapa elemen yang terdapat di bumi lalu di serap oleh langit yang akan menghasilkan sebuah kekuatan berbentuk cahaya listrik.


Dan jika seseorang berhasil mengendalikan kekuatan itu maka sebuah pedang akan muncul yang akan menjadi senjata nya.


Hanya beberapa orang saja yang mampu mengendalikan kekuatan itu. Changyi terus memperhatikan geisya yang mencoba untuk mengendalikan besar nya cahaya dan arus listrik yang mengalir cepat dalam tubuh nya.


"Uhuk....."


Geisya terbatuk-batuk dan memuntahkan darah dari dalam mulut nya, tubuh nya bergetar dan tak lama dia terjatuh sambil menyentuh jantung nya yang sangat terasa sakit.


"Percaya lah pada dirimu sendiri, jika kau tidak merasa yakin dengan kemampuan mu maka kau tidak akan pernah mampu menguasai ilmu itu."


Changyi memperhatikan geisya yang terlihat sudah melemah, beberapa tenaga nya sudah terkuras, kemudian Pria itu menatap beberapa bebatuan yang berada di dekat Geisya dia hanya menggerakkan jari telunjuknya tak lama bebatuan yang cukup besar itu mengarah pada diri Geisya.

__ADS_1


Geisya yang masih terduduk segera melirik ke arah batu yang besar itu dan memperhatikan Changyi yang berada di hadapan nya.


"Haili berikan pedang mu pada Nona Gege."


perintah nya pada Haili yang sedari tadi berada di belakang nya yang sedang memperhatikan Geisya.


"Baik."


Haili segera melemparkan pedang nya pada Geisya, Geisya segera bangkit dari duduk nya dan menangkap pedang itu. dia menarik pedang itu dari tempat nya dan dengan segera meloncat i beberapa bebatuan yang mendekat ke arah nya.


Geisya terlihat sangat fokus pada beberapa batu besar itu. dia mencoba untuk menyeimbangkan tubuh nya pada batu besar yang tengah di naiki nya itu.


Lalu tak lama dia merasa terkejut batu yang tengah dia injak menelan ke dua kaki nya.


"Sungguh luar biasa kekuatan changyi sangat luar biasa, aku harus bisa menyelesaikan latihan hari ini dengan mudah, ayo lah Gege kau pasti bisa." Dalam benak Gadis itu.

__ADS_1


Geisya mencoba untuk mengeluarkan kekuatan nya, tak lama sebuah cahaya berwarna oranye ke emasan memenuhi ke dua tangan nya. dengan segera dia mengarahkan kekuatan nya itu pada batu-batu besar lain yang tengah mengarah pada diri nya.


"Jika kau mengulur waktu mu, maka batu besar itu akan segera menelan hidup-hidup tubuh mu itu."


Haili memperhatikan Changyi yang melatih Geisya dengan sangat keras. ternyata Changyi tidak membeda bedakan siapa yang tengah di latih nya.


"Sungguh tidak di sangka, dia melatih putri geisya dengan sangat kejam." Dalam benak Haili.


Bebatuan yang terkena oleh kekuatan nya itu hancur menjadi kepingan kepingan kecil, namun tetap melayang di hadapan Geisya


"Sial malah semakin banyak, bagaimana ini apa yang harus kulakukan."


Geisya sedikit berfikir kemudian dia menatap pedang yang di berikan pada nya oleh Changyi. dia segera menusukkan pedang itu pada batu besar yang sudah menelan setengah tubuh nya.


Pedang itu menancap di batu besar yang sepertinya hidup, Gadis itu memejamkan kedua mata nya sambil mengeluarkan kekuatan yang dimiliki nya.

__ADS_1


__ADS_2