
Ke tiga orang itu menatap hantu hantu itu yang terkikik dengan suara yang sangat keras, malam hari itu suasana terasa sangat mencekam. Angin berhembus semakin kencang mengelilingi mereka semua.
Kemudian mereka menghentikan langkah saat sudah berada di depan para hantu itu, segera kekuatan yang di miliki oleh masing-masing dari mereka itu di keluarkan Ke Tiga Pedang itu di kelilingi oleh cahaya berwarna hijau, oranye dan putih.
Kemudian angin yang berhembus kencang itu perlahan-lahan menghilang saat Daun berjatuhan di hadapan mereka, dengan segera mereka melakukan penyerangan.
Geisya yang menyerang tubuh dari Hantu berbaju Hitam, Haili menyerang penggandaan dari hantu hitam, sedangkan Changyi menyerang Hantu bermata satu.
Pertempuran terlihat sangat sengit, jika di lihat dari ke tinggi an tempat itu di kelilingi sebuah cahaya yang berwarna warni.
__ADS_1
Salah Seorang Penduduk di sebuah pedesaan yang melihat cahaya itu dari pegunungan merasa sangat kagum, dia berfikir bahwa cahaya itu adalah sebuah keajaiban yang Dewa Langit turunkan untuk mereka.
Di dalam Hutan pertemuan masih berlanjut, Geisya mencekik tubuh Hantu itu dengan sekuat tenaga dan membenturkan nya di sebuah pohon yang cukup besar.
Hantu itu terlihat sangat kesakitan lalu dia berusaha untuk mengeluarkan kekuatan nya, tangan kiri hantu itu di penuhi oleh kekuatan berwarna hitam, Dengan perlahan dia mencengkeram leher Geisya. Lidah Hantu Hitam yang menjulur keluar itu hampir mengenai wajah Geisya namun dengan cepat Gadis itu menggerakkan Pedang Petir lalu menurunkan nya pada Tubuh Hantu itu.
Segera wajah hantu hitam itu menjadi pucat pasi, tubuh nya di keliling i oleh aliran listik yang membuat diri nya merasa sangat kesakitan.
Tak lama ke dua Hantu itu lenyap menjadi debu. Geisya dan Haili saling menatap mereka sangat lega akhirnya hantu itu dapat di kalahkan.
__ADS_1
Kemudian mereka menatap Changyi yang tengah bertarung dengan hantu merah bermata satu itu di atas dahan pohon.
Hantu itu beberapa kali menyerang Changyi namun serangan nya sedari tadi dapat di halau oleh Pria itu.
"Menyerah lah kau bukan tandingan ku."
Ucap Pria itu sambil menatap hantu merah, Hantu merah yang sangat menginginkan Pedang Jiwa milik Pria itu tidak mengalah begitu saja, meskipun dia tau kekuatan nya tidak ada apa apa nya dengan kekuatan yang di miliki Changyi.
"Aku tidak akan menyerah begitu saja!."
__ADS_1
Kemudian Hantu merah menatap tajam wajah Changyi. Ular berwarna merah yang berada di Kepala Hantu itu kemudian menyerang Changyi dengan cepat. Changyi yang melihat nya segera menghindar i serangan dari ular-ular itu.
Kemudian Pria itu menjatuhkan diri nya ke tanah, hantu merah yang melihat hal itu segera mengikuti Changyi namun saat dia sudah berada di bawah tubuh nya sangat terasa panas, Hantu itu merasa sangat kesakitan kemudian Changyi yang berada di belakang Hantu merah segera mengangkat Jari telunjuk nya yang di penuhi oleh cahaya berwarna putih, lalu Pria itu meletakkan jari nya pada punggung hantu itu, dengan sekejap hantu merah menghilang dari tempat nya.