
Setelah Kieta membunuh kaisar yousa sin kemudian Pria itu meninggalkan nya begitu saja, dan membiarkan para sekutu nya untuk melahap tubuh Kaisar Yousa.
Pria itu menghilang dengan cepat, dan segera mencari keberadaan Puteri Yumika.
Beberapa hari kemudian di tengah hutan Yumika tengah mengambil kayu bakar di gunakan nya untuk memasak.
Namun dia dikejutkan dengan kedatangan Kieta yang tiba-tiba saja berada di hadapan nya, gadis itu segera berjalan mundur.
"Hallo puteri Yumika masih ingat dengan ku?." Ucap Kieta dengan berjalan mendekat i tubuh Yumika.
Gadis itu merasa sangat takut dengan kehadiran Kieta yang secara tiba-tiba.
"Kau!, aku sangat benci dengan dirimu!." Bentak Yumika dengan terus berjalan mundur.
Pria itu menyipitkan mata nya kemudian Kieta tertawa dengan suara yang cukup keras.
"Apa kau tau aku mencari mu sudah beberapa hari ini!, dan sekarang aku telah menemukan dirimu, jadi ikut lah bersama ayah mu ke neraka!."
__ADS_1
Yumika terkejut saat pria itu membahas tentang ayah nya.
"Apa maksud mu?! apa yang sudah kau lakukan terhadap keluarga ku?!." Ucap Yumika dengan panik.
Pria itu terus berjalan mendekat dan Yumika terus berjalan mundur, dengan suara tawa yang cukup keras Pria itu segera mengeluarkan pedang.
Yumika memperhatikan pedang yang di genggam oleh kieta sebuah cahaya berwarna hitam memenuhi pedang milik Pria itu.
"Hm, keputusan mu untuk meninggalkan istana memasang sangat bagus, keluarga mu itu memang tidak lah bisa menjaga Puteri nya dengan baik dan benar, apalagi ayah mu itu dia hanya lah seorang kaisar yang lemah, tidak ber-etika haha keputusan mu ini memang sudah sangat benar!." Ucap Kieta dengan tatapan membunuh.
Yumika kemudian menghentikan langkah nya dia menjatuhkan kayu bakar yang tengah di bawa nya itu. Yumika memejamkan ke dua mata nya dia menjatuhkan air mata, tak lama sebuah liontin yang dia kenakan di selimuti oleh cahaya berwarna biru laut dan segera sebuah pedang berada di genggaman nya.
"Dasar pembunuh!, aku monster pembunuh!." Ucap Yumika dengan perasaan sedih.
Pria itu kemudian tertawa dengan cukup keras, dia menertawakan kesedihan yang tengah di rasakan oleh Yumika.
"Pembunuh, bukan kah sekarang kita seimbang satu sama!." Ucap kieta dengan tatapan kesal.
__ADS_1
"Ayah mu lah yang bersalah terlebih dahulu, dihianati oleh seorang adik yang meminta bantuan kepada siluman seperti dirimu, Kau fikir siapa yang akan terima, ayah mu hampir melecehkan diriku!, itu semua kesalahan ayah mu!." Bentak Yumika dengan terus menangis.
"Kau harus mati di tangan ku!." Ucap kieta dengan kesal.
Pria itu memutarkan pedang milik nya sebuah cahaya hitam di lepaskan nya namun kekuatan nya di halau oleh sebuah kekuatan berwarna merah.
Kieta terkejut melihat hal itu, lalu tubuh Yumika tiba-tiba menghilang dari hadapan nya.
"Sial." Ucap Kieta dengan kesal.
Di dekat gubuk, Yumika dan Coco tengah berada di sana.
"Hah, itu hampir saja." Ucap Coco dengan perasaan khawatir.
Yumika yang berada di samping Coco terlihat sangat sedih, dia menitihkan air mata nya, Coco yang tengah menunduk sambil menyentuh ke dua lutut nya itu kemudian menatap Yumika, pria itu terkejut saat melihat Gadis manis itu menangis.
"Hei ada apa?." Ucap Coco dengan lembut.
__ADS_1
Yumika hanya melirik Pria itu tanpa bersuara sedikitpun, kemudian Coco mengusap air mata yang membasahi pipi Yumika dengan tangan nya.
"Jangan bersedih, ada aku di sini, jika kau merasa kan sesuatu yang tidak enak kau bisa katakan padaku?." Ucap Coco dengan penuh perhatian.