
Semua orang yang berada di ruangan itu melihat Haili yang tengah menderita karena pukulan Geisya.
"Masih ingin terus berbicara sembarangan?!." Ucap Geisya dengan kesal.
"Aduhh.... Tidak akan dasar galak!." Ucap Haili dengan menahan sakit.
Suara gaduh dari ruang tamu terdengar sampai ke dalam kamar Yumika. Kemudian dia yang penasaran segera keluar dari kamar dan melihat siapakah tamu yang berkunjung ke Gubuk nya ini. Yumika terkejut saat melihat Geisya yang tengah duduk di kursi sambil berbicara pada seorang pria yang tengah marah marah terhadap dirinya.
"Geisya." Teriak Yumika dengan berjalan menghampiri Geisya yang tengah duduk di kursi.
Geisya yang terkejut dengan suara itu kemudian memalingkan pandangannya. Dia sangatlah tidak menyangka dapat bertemu dengan Yumika.
"Hai, aku tidak menyangka dapat bertemu dengan dirimu? Apa yang sedang kau lakukan disini?." Ucap Geisya yang segera bangun dari duduknya dan memandang Yumika.
"Ceritanya panjang sekali, tetapi aku sangat lah senang dapat bertemu dengan dirimu." Ucap Yumika sambil memeluk tubuh Geisya.
Geisya sangat terkejut Yumika memeluk tubuhnya dengan sangat erat.
__ADS_1
"Ah benarkah? Lalu mengapa kau bisa mengenal mereka?." Ucap Geisya yang terlihat sangat penasaran.
"Aku pergi dari Istana untuk mencari dirimu, aku tidak ingin kembali ke Istana. Aku ingin ikut bersama mu, aku mengenal mereka pada saat aku di dalam hutan, aku mencari mu kemana-mana tapi kau sudah tidak ada di sana." Ucap Yumika yang terus memeluk tubuh Geisya dengan erat.
Geisya terkejut mendengar penjelasan dari Yumika terhadapnya.
"Dasar gadis bodoh! Untuk apa mencari ku! Kau korban kan keselamatan mu demi untuk mencari diriku!." Ucap Geisya dengan kesal.
"Aku hanya tidak ingin berpisah dengan teman ku!." Ucap Yumika dengan keras.
Geisya melirik wajah Yumika yang berada di bahunya. Geisya hanya terdiam dan kemudian dia mendorong tubuh Yumika darinya.
"Aku hanya tidak ingin di atur oleh ayah dan ibu ku, aku hanya ingin bersama dengan mu. Ku mohon izinkan aku untuk ikut dengan mu." Ucap Yumika dengan serius.
Geisya memandang Yumika yang terlihat sangat serius terhadap ucapannya.
"Tidak bisa Yumika, aku tidak ingin kau berada dalam bahaya. Sesuatu yang ku cari sangat membahayakan dirimu, dan aku tidak ingin semua itu terjadi pada mu." Ucap Geisya yang memandang wajah Yumika dengan serius.
__ADS_1
"Jadi kau anggap diriku ini lemah begitu?! Kau pikir aku akan membebani mu, iya Geisya!." Ucap Yumika dengan kesal.
"Bukan seperti itu maksud diriku, aku bersama dengan Ke dua pria ini tengah menghadapi sebuah bahaya yang selalu mengincar nyawa kita setiap saat." Ucap Geisya menjelaskan.
"Tetapi, aku bisa membantu mu aku tidaklah lemah." Ucap Yumika dengan kesal.
"Aku tau kau tidak lah lemah, aku tau kau itu kuat. Terserah pada dirimu." Ucap Geisya sambil memandang liontin yang tengah dikenakan oleh Yumika.
"Terimakasih." Ucap Yumika sambil tersenyum.
Geisya hanya tersenyum tipis memandang wajah Yumika. Kemudian mereka terduduk kembali di kursi masing-masing.
"Liontin itu?!." Dalam benak Changyi.
"Aku permisi keluar sebentar." Ucap Changyi yang segera bangun dari duduk nya.
Semua orang memperhatikan Changyi yang keluar dari dalam Gubuk. Di luar Gubuk Changyi mengingat kembali liontin yang digunakan oleh Yumika.
__ADS_1
"Hmm liontin itu, Apa dia orangnya? hmm tetapi aku harus memastikannya terlebih dahulu." Ucap Changyi.