Tanda Mata Langit

Tanda Mata Langit
Chapter 30 : Memutuskan untuk pergi meninggalkan gua yatapa.


__ADS_3

Changyi yang memperhatikan Geisya dia segera berbalik dan berjalan menuju Gua Yatapa.


"Tidak masalah buat ku, ayo kita kembali."


Geisya memandang Changyi yang tengah membelakangi nya itu. Kemudian, dia berjalan untuk menghampiri Changyi.


"Tetapi...aku yakin setelah kejadian ini pasti akan banyak Siluman, Iblis dan orang-orang jahat yang akan mengincar pedang Jiwa itu, Gua Yatapa bukan lah tempat yang aman lagi untuk kita bersembunyi."


Changyi memperhatikan Geisya yang tengah berbicara di samping nya. Kemudian, dia mengganggukkan kepala nya.


"Yah, aku mengerti, malam ini juga kita akan pergi meninggalkan Gua Yatapa."


"Kemana?." Tanya Geisya dengan penasaran.


"Hmm, aku tidak tau tetapi aku akan melindungi dirimu, kau tenang saja."


Changyi memandang Gadis itu dengan penuh perhatian. Geisya yang berada di samping Pria itu sedikit merasa kesal terhadap nya.


"Hm, melindungi ku?!, lindungi saja dirimu sendiri dari ancaman banyak Siluman, sekarang mereka telah mengira pedang jiwa sangat lah ku a."

__ADS_1


Dengan cepat Gadis itu berjalan meninggalkan Changyi dan segera menemui Singa nya yang masih berada di Gua Yatapa bersama dengan Haili.


Changyi yang menatap Puteri Geisya dari kejahuan sedikit menarik nafas dan berlari untuk mengejar Gadis itu yang sudah jauh meninggalkan nya.


Sesampainya di Gua Yatapa Geisya menatap Singa nya yang tengah bermain dengan Haili. Kemudian Gadis itu mendekati mereka berdua.


Haili yang tengah asik bermain dengan Singa milik Geisya itu segera memperhatikan Geisya yang sudah berada di hadapan nya.


"Gey, sudah selesai berlatih nya?."


"Hm iya, terimakasih sudah menjaga diego selama dua hari ini."


Sambil sedikit tersenyum geisya berbicara pada Haili, dan dia segera mendekati hewan kesayangan nya itu. Geisya mengelus-elus tubuh Singa milik nya.


"Ada apa memang nya?."


Dengan terkejut Haili bertanya pada Geisya yang berbicara pada dirinya. Kemudian, gadis itu menatap Haili yang tengah berada di samping nya itu.


"Nyawa Changyi berada dalam bahaya. Jika kita masih berada di sini aku yakin para Siluman itu akan segera menemukan keberadaan pedang jiwa."

__ADS_1


"Apa?, jad..jadi kau...?!." Dengan terkejut Pria itu menatap Geisya yang sudah mengetahui keberadaan pedang jiwa itu.


"Iya, aku tau jika Pedang itu berada pada Changyi, maka dari itu kita harus segera pergi dari tempat ini."


Kemudian Changyi berjalan menghampiri ke dua teman nya itu yang tengah berbincang-bincang. Geisya dan Haili yang melihat Changyi sudah tiba dengan bersamaan mereka berbicara pada pria itu.


"Kau, tunggu apa lagi kita harus pergi dari sini!." Ucap Geisya.


"Changyi, apa yang sebenarnya sudah terjadi?." Tanya Haili dengan serius memperhatikan Changyi.


Pria itu memandang ke dua teman nya yang tengah berbicara dengan dirinya.


"Ya, tadi di pedesaan kita berdua telah bertarung dengan Siluman yang menginginkan Pedang Jiwa, dan Geisya sudah mengetahui bahwa aku lah yang membawa Pedang itu."


Haili terkejut mendengar pengakuan dari Changyi dengan nada kesal Haili segera berbicara pada Changyi.


"Lalu mengapa tidak memanggil diriku!."


"Sudah lah lagipula semua sudah berlalu, tidak penting lagi membahas masalah ini. Sebaiknya kita segera pergi dari sini."

__ADS_1


Sahut Geisya yang memotong pembicaraan ke dua pria itu. Changyi dan Haili menatap Gadis itu kemudian mereka berdua segera menganggukan kepala.


Geisya menatap Diego yang berada di samping nya. Kemudian changyi membalikkan tubuh untuk bersiap pergi meninggalkan Gua Yatapa.


__ADS_2