
Di desa Swang Yang.
Geisya dan kedua kawan nya segera memasuki rumah warga yang tengah terkena racun dari Siluman Bunga Mawar itu, satu-persatu mereka mengobati penduduk yang terkena racun.
Saat sudah selesai mengobati tak terasa hari sudah hampir gelap. Geisya memandang matahari yang akan segera tenggelam, kemudian dia terlihat sangat sedih sekali.
Changyi yang berada di samping gadis itu sangat tidak bisa melihat Geisya yang terlihat sangat sedih. Kemudian pria itu mencoba untuk mencari tau dimana keberadaan ke dua orang tua Geisya berada.
Pria itu memejamkan ke dua mata nya dan tak lama dia melakukan teleportasi. Haili memandang Changyi yang rela melakukan hal itu demi Geisya.
"Geisya." Ucap Haili yang memandang gadis itu dari belakang.
__ADS_1
Geisya yang sedang termenung itu kemudian agak terkejut mendengar haili memanggil namanya. Gadis itu segera memandang Haili yang tengah berada di belakang nya itu.
"Ada apa?."
Saat dia berbicara kepada Haili pandangan nya tiba-tiba terfokus pada Changyi yang tengah melakukan sesuatu.
"Apa yang tengah dilakukan nya?." Ucap Geisya merasa bingung terhadap Changyi yang di lihat nya sedang melakukan sesuatu.
Geisya terkejut saat mendengar hal itu dari haili, dia tidak menyangka pria yang berada di depan nya ini selalu membantu diri nya berulang kali.
Di suatu tempat yang sangat aneh Changyi melihat sebuah Istana yang sangat besar di keliling i oleh ribuan kelelawar yang cukup besar.
__ADS_1
Pria itu terus memperhatikan tempat yang sangat aneh itu kemudian dia menaiki tangga sebuah pintu besar berwarna hitam tiba-tiba terbuka. Changyi yang melihat hal itu segera memasuki istana yang sangat besar. Memiliki beberapa lorong dengan langkah hati-hati pria itu tanpa rasa ragu melangkahkan kaki nya untuk memasuki ruangan ruangan di istana itu.
Dia melihat sebuah batung besar manusia separuh kelelawar, juga dia melihat tulang belulang yang berserakan di lantai, tempat itu sangat tidak pantas di sebut istana namun menurut Changyi tempat seperti itu lebih pantas di sebut dengan hutan.
Semakin dia memasuki ruangan itu semakin menusuk aroma darah segar memenuhi hidung nya, berkali kali dia menyentuh hidung dengan tangan nya.
Saat dia tengah berjalan untuk mencari dimana keberadaan ke dua orang tua Geisya, tiba-tiba langkah nya terhenti saat melihat seorang pria dan wanita yang mengenakan pakaian bangsawan tengah di gantung di atas atap istana dengan ke dua tangan terikat oleh besi yang sangat besar, di bawah orang itu sudah di sediakan kolam yang di penuhi oleh kobaran api yang menyala nyala.
Changyi nampak terkejut dengan hal itu kemudian dia mencari cara untuk mengeluarkan ke dua orang tua Geisya. Meskipun dia tidak begitu yakin dengan ke dua orang itu namun siapapun mereka Changyi akan tetap menyelamatkan nyawa ke dua orang itu.
Changyi sebenarnya sangat ingin menyerang langsung Para Siluman itu namun dia teringat kembali pada Geisya. Pria itu sangat yakin bahwa Geisya sangat menginginkan Siluman- siluman yang sudah menyakiti ke dua orang tua nya itu dia lenyapkan dengan tangan nya sendiri.
__ADS_1
changyi memutuskan untuk kembali ke tubuh nya lagi dan dia akan segera memberi tau pada Geisya tentang apa yang baru saja di lihat nya di istana siluman yang tengah menyandera ke dua orang tua Geisya.